Faktor Risiko Infeksi Ascaris Lumbricoides pada Anak Sekolah Dasar di Kota Palu

Made Agus Nurjana, Phetisya Pamela Frederika Sumolang, Sitti Chadijah, Ni Nyoman Veridiana

Faktor Risiko Infeksi Ascaris Lumbricoides pada Anak Sekolah Dasar di Kota Palu

Abstract


Ascariasis caused by infection of Ascaris lumbricoide, this worm attack all the age group specially primary school chlidren. High and low frequency worm is related to personal hygiene and environmental sanitation. The aim of this study was determine risk factors infection of Ascaris lumbricoides among school children. Cross sectional studywas conducted among 288 primary school children aged 7- 13 years were selected from 7 school. Structured questionnaire were used to identify socio demographic and behavioral factors. Stool specimens examined using direct method. Data entry and analysiswas done using Stata software. The results showed prevalence of intestinal worms is 31.25% and the highest was found infection with Ascaris lumbricoides (28.12%). Logistic regression analysis showed significant relationship between hand washing with soap before eating with infection of Ascaris lumbricoides (OR = 2.41, 95% CI :1,07-5, 42, p-value = 0,033). Ascaris in elementary school children was considerably high in Palu Municipality. Therefore preventive actions in school are needed, for instance provide soap, particulary in toilet and put posters on how to clean hands in school.


Keywords


Risk factors; Ascariasis; Primary School Children; Palu Municipality

References


Sudomo M. Penyakit Parasitik yang Kurang Diperhatikan di Indonesia Orasi Pengukuhan Professor Riset Entomologi dan Moluska; Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2008.

Departemen Kes e h a t a n . Pedoman PengendalianKecacingan. Jakarta; 2006.

Mardiana, Djarismawati. Prevalensi Cacing Usus Pada Murid Sekolah DasarWajib Belajar Pelayanan Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan Daerah Kumuh Di Wilayah DKI Jakarta. Jurnal Ekologi Kesehatan. 2008; Vol. 7(2):769-74.

Lalandos jL, Kareri DGR. Prevalensi infeksi cacing usus yang ditularkan melalui tanah pada siswa SD GMIM Lahai Roy Malayang. Majalah Kesehatan Masyarakat. 2008;Vol 3(2):86-91.

Irga. Tinjauan Umum Ascariasis (Infeksi Cacing Gelang). 2013 [cited 2013 5

S e p t e m b e r ] ; A v a i l a b l e f r o m : www.dokterirga.com/tinjauan-umumascariasis- infeksi-cacing-gelang-/.

Wachidaniyah, Sutomo AH, Padmawati RS. Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Anak Serta Lingkungan Rumah dan Sekolah dengan Kejadian Infeksi Kecacingan Anak Sekolah dasar. Berita Kedokteran Masyarakat. 2002;Vol. XVIII (4):177-83.

Anastasia H. Studi Penyakit Cacing Usus Di Sulawesi Tengah Tahun 2009. Palu: Balai Litbang P2B2 Donggala 2009.

Ompusunggu S, Budi. Perbandingan sensitifitas beberapa metode pemeriksaan tinja manusia terhadap telur cacing usus. Cermin Dunia Kedokteran. 1999;No. 124:37-40.

Ismid I, Winita R, Sutanto I, Zulhasril, Sjarifuddin P. Penuntun Praktikum Parasitologi Kedokteran. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2000.

Miyazaki I. An illustrated book of helmintic zoonoses. Tokyo: International Medical Foundation of Japan; 1991.

Ginting SA. Hubungan antara status sosial ekonomi dengan kejadian kecacingan pada Anak Sekolah Dasar di Desa Suka Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Propinsi Sumatera Utara 2003.

Departemen Kesehatan. Pedoman umum program nasional pemberantasan cacingan di era desentralisasi. Jakarta; 2004.

Ascariasis dan upaya penanggulangannya. FKMUniversitasSumatera Utara. 2001.

Suriptiastuti. Infeksi Soil-transmitted helminth: ascariasis, trichiuriasis dan cacing tambang. Universa Medicina. 2006;25(2):84-93.

Moentrarsi F, Noerhayati S, Sumarni S, Soenarno, Winoto E. Infeksi Cacing Usus pada Anak Balita dan Pengobatannya di Desa Berta, Susukan Banjarnegara. Cermin Dunia Kedokteran. 1980;Nomor Khusus Simposium MasalahPenyakitParasit:71-5.

Samarang, Nurwidayati A, Leonardo. Tingkat Kecacingan pada Anak Sekolah Dasar Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Jurnal Vektor Penyakit. 2009;VolumeIII (1):41-4.

Suyoko, Musfiroh S, Sutarti, S N. Prevalensi Parasit Usus pada Panti Asuhan di Yogyakarta. Berkala Ilmu Kedokteran. 1980;Jilid XII (1):1-6.

Ayalew A, Debebe T,Worku A. Prevalence and Risk Factors of Intestinal Parasites among Delgi Scholl Children, North Gondar, Ethiopia. Journal of Parasitology and Vector Biology. Desember2011;Vol. 3(5):75 81.

Ernaningsih, Mulyaningsih B, Hadianto T. Prevalensi Parasit Usus di daerah Kalikutes, Pituruh,Purworejo. 1989:370-5.

Elmi, Sembiring T, Dewiyani BS, Hamid ED, Pasaribu S, Lubis CP. Status gizi dan infestasi cacing usus pada Anak Sekolah Dasar2004.

Dewayani BS, Situmeang R, Sembiring T, hamid ED, Pasaribu S, Lubis CP. Albendazole pada Soil Transmitted Helminthiasis. Sumatera Utara: e-USU Repository Universitas Sumatera Utara 2004.

Ariffin AHBZ. Hubungan infeksi A.lumbricoides dengan status gizi pada siswa siswi SD negeri No. 101837 Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, kabupaten Deli Serdang tahun 2011. Medan: Universitas Sumatera Utara; 2011.

Seffiyanti Y. Hubungan penyakit cacingan dengan prestasi belajar pada anak sekolah dasar. Malang: Universitas Muhammadiyah; 2006.

Lestari S. Status gizi, infeksi kecacingan dan prestasi belajar serta faktor yang berhubungan dengan prestasi belajar pada anak sekolah dasar di daerah kumuh perkotaan Kota Medan. Medan: Universitas Sumatera Utara; 2009.

Silitonga MM, Sudharmono U, Hutasoit M. Prevalensi kecacingan pada murid Sekolah Dasar Negeri di Desa Cihanjung Rahayu Parongpong Bandung Barat 2009.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Vektor Penyakit (p-issn: 1978-3647, e-issn: 2354-8835) is published by Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Donggala.
Indexing:


Visitor:

web
analytics
View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International LicenseArticles in the Jurnal Vektor Penyakit are Open Access articles under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license (CC BY-SA 4.0). These license permits use, distribution and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited and initial publication in this journal. In addition to that, users must provide a link to the license, indicate if changes are made and distribute using the same license as original if the original content has been remixed, transformed or built upon.