Factors That Have Caused Dengue Hemorrhagic Fever (Dhf) To Become A Public Health Problem In Indonesia And Effective Dhf Control

Hayani Anastasia

Factors That Have Caused Dengue Hemorrhagic Fever (Dhf) To Become A Public Health Problem In Indonesia And Effective Dhf Control

Abstract


Demam berdarah dengue (DBD)endemis di kota-kota besar dan kecil di Indonesia dan cenderung menyebar di beberapa daerah pedesaan dengan mobilitas penduduk yang tinggi. Indonesia adalah negara yang memberikan kontribusi untuk jumlah kasus DBD di Asia Tenggara pada tahun 2005 dengan jumlah total 95.270 kasus dengan 1.298 kasus kematian karena DBD (CFR=1,36%). Pada tahun 2006, 57% kasus DBD di Asia Tenggara berasal dari Indonesia dan 70% kasus kematian karena DBD di Asia Tenggara adalah dari Indonesia, yaitu sebanyak 1.132 kematian dari 1.558 kematian karena DBD di Asia Tenggara. DBD merupakan masalah kesehatan masyarakat yang besar dan merupakan salah satu isu penting kesehatan di Indonesia karena insidens dan CFR nya yang selalu menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Epidemi DBD di Indonesia disebabkan oleh perubahan demografi dan sosial, mobilitas penduduk, infrastruktur kesehatan masyarakat yang tidak memadai, dan kegiatan vektor kontrol yang tidak efektif. Cara yang efektif untuk menyelesaikan masalah DBD adalah dengan vektor kontrol yang berbasis masyarakat, seperti pengaplikasian abate dan menghilangkan sumber penularan (tempat perindukan vektor) melalui partisipasi masyarakat; serta vektor kontrol secara biologi, misalnya dengan penggunaan Mesocyclops.

Keywords


DHF; effective DHF control; Indonesia

References


Nam VS, Yen NT, Kay BH, Marten GG, Reid JW. Eradication of Aedes aegypti from a village in Vietnam, using Copepods and community participation. American Journal of

Tropical Medicine and Hygiene.1998;59(4):657-60.

Gubler D. Epidemic dengue/dengue hemorrhagic fever as a public health, social and economic problem in the 21st century. TREND S in Microbiology. 2002;10(2):100-3.

Uddin SN, Sheikh AH, Sikder BH, Rahman AA. Factors, transmission and control of dengue fever and dengue hemorrhagic fever. Research Journal of Agriculture and Biological Sciences. 2005;1 (1): 104-19.

Gubler D. Dengue and dengue hemorrhagic fever. Clinical Microbiology reviews. 1998;11 (3):480-96.

Setiati TE, Wagenaar JFP, Kruif MDd, Mairuhu ATA, Gorp ECMv, Soemantri A. Changing epidemiology of dengue hemorrhagic fever in Indonesia. Dengue Bulletin. 2006;30:1-14.

World Health Organization. Trend of dengue case and CFR in SEAR countries. 2011.

Division of Vector-Borne Disease Centre for Disease Control (CDC). Dengue fever. 2008.

Kantachuvessiri A. Dengue hemorrhagic fever in Thai society. Southeast Asian Journal of Tropical Medicine Public Health. 2002;33(I):56-62.

Marten G. Dengue hemorrhagic fever mosquitoes, and copepods. Joumal of Policy Studies. 2000 (4): 131-42.

Koban A. Kebijakan pemberantasan wabah penyakit menular: kasus kejadian luar biasa demam berdarah dengue (KLB DBD). The Indonesian Institute.2005.

Claro LBL, Kawa H, Cavalini LT, Rosa MLG. Community participation in dengue control in Brazil. Dengue Bulletin. 2006 ;30 :214-22.

Chaikoolvatana A, Chanruang S, Pothaled P. A comparison of dengue hemorrhagic fever control interventions in Northeastern Thailand. Southeast Asian Journal of Tropical Medicine Public Health.2002;39(4):617-24.

Marten G. Control of larval Aedes aegypti (Diptera: Culicidae) by cyclopoid copepods in peridomestic breeding containers. Entomological Society of America. 1994.

Romani MET, Vanlerberghe V, Perez D, Lefevre P, Ceballos E, Bandera D. Achieving sustainability of community-based dengue control in Santiago de Cuba. Social Science and Medicine. 2007;64:976-88.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Vektor Penyakit (p-issn: 1978-3647, e-issn: 2354-8835) is published by Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Donggala.
Indexing:


Visitor:

web
analytics
View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International LicenseArticles in the Jurnal Vektor Penyakit are Open Access articles under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license (CC BY-SA 4.0). These license permits use, distribution and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited and initial publication in this journal. In addition to that, users must provide a link to the license, indicate if changes are made and distribute using the same license as original if the original content has been remixed, transformed or built upon.