Pengetahuan Masyarakat Lindu terkait Schistosomiasis di Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah

Ningsi Barmawi, Ikhtiar Hatta

Abstract


Schistosomiasis is still a public health problem in Lindu. The community knowledge related to schistosomiasis is necessary to understand. It can be used by the decision maker in making and conducting schistosomiasis control program. This study wanted to describe the community knowledge related to schistosomiasis. This was a qualitative study with a purposive sampling. The data were collected by interview and Focus Group Discussion (FGD) on main figures in Lindu. The results showed that most people knew the cause of schistosomiasis. However, the prevalence of schistosomiasis has still fluctuated because some people were still not using protective equipment, such as boot when they had activities in paddy field or cocoa farm. Many people choose taking medication if they found positive for schistosomiasis over using boots for preventive measure. In conclusion, people knowledge related to schistosomiasis in Lindu are considerately good. However, it is not followed by their behavior in the prevention of schistosomiasis to protect themselves and their family. People's habit of not using any protective equipment, such as boots when they are going to paddy fields or cocoa farms allow transmission of schistosomiasis continues to occur.

 

Schsitosomiasis masih merupakan masalah kesehatan masyarakat Lindu. Pengetahuan warga terkait schistosomiasis sangat perlu diketahui. Data terkait pengetahuan masyarakat Lindu tentang schistosomiasis dapat digunakan oleh penentu kebijakan kesehatan dalam melakukan intervensi schistosomiasis. Tujuan Penelitian untuk menggambarkan pengetahuan masyarakat Lindu terkait schistosomiasis. Desain penelitian kualitatif, penarikan sampel secara purposive sampling. Cara pengumpulan data dengan wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD) pada tokoh-tokoh masyarakat Lindu. Hasil FGD menunjukkan rata–rata warga Lindu telah mengetahui penyebab schistosomiasis berasal dari keong (susu). Masih ada sebagian masyarakat Lindu khususnya petani tidak melakukanvpencegahan dengan menggunakan sepatu bot saat beraktivitas di sawah ataupunvmelewati areal fokus keong. Hasil wawancara mendalam dan FGD, warga Lindu sudahdibiasakan dengan kegiatan survei tinja dan pengobatan setiap enam bulan, sehinggavkecenderungan untuk melakukan pencegahan masih sangat kurang dilakukan. Warga lebih memilih melakukan pencegahan dengan pengobatan medis tanpa melakukan perilaku positif yaitu penggunaan sepatu bot saat berada di sawah dan kebun. Pengetahuan warga Lindu terkait schistosomiasis cukup baik, namun perilaku pencegahan untuk melindungi diri dan keluarga masih sangat kurang dilakukan. Kebiasaan masyarakat yang tidak menggunakan alat pelindung diri saat berada disawah dan kebun, memungkinkan penularan schistosomiasis terus terjadi.


Keywords


schistosomiasis, knowledge, lindu community

References


Jastal, Gardjito TA, Anastasia H, Mujiyanto. Analisis Spasial Epidemiologi Schistosomiasis Menggunakan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis di Lembah Napu dan Lindu, Kab Donggala. Balai Litbang P2b2 Donggala ; 2008;

Schistosomiasis (dalam, id.scribd.com/doc/47059072/schistosomiasis-drh-sunu). 11 Oktober 2015.

Suwardi Endraswara ; Metodologi Penelitian Sosial. Gadjah Mada Universty Press. Yogyakarta. 2006-17.

Marimbi Hanum. Sosiologi dan Antropologi Kesehatan. Yogyakarta ; Penerbit Nuha Medika; 2009 ;85

Schistosomiasis Epidemiologi Penyakit Menular : https://adhienbinongko.wordpress.com/2012/12/01/schistosomiasis-epidemiologi-penyakit-menular/: 2015. Akses tanggal 3 November 2015.

Solita Sarwono. Sosiologi Kesehatan Beberapa Konsep Beserta Aplikasinya. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta; 2004 ; 18

Soekidjo Notoatmodjo. Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku. Jakarta; Penerbit PT Rineka Cipta ; 2007; 136.

Anderson Foster. Antropologi Kesehatan. Jakarta ; Penerbit Universitas Indonesia ; 2009 ; 15

Siklus penularan schistosomiasis (www.tanyadokter.com/disaese). Diakses tanggal 11 Oktober 2013

Burhan Bungin. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada ; 2011

Satori, D & Komariah, A. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. Penerbit Alvabeta. 2009

Soekidjo Notoatmodjo. Kesehatan Masyarakat Ilmu&Seni. Jakarta; Penerbit PT Rineka Cipta ; 2011

Hasyim Hamzah. Manajemen penyakit Lingkungan Berbasis Wilayah. Jurnal Manajemen pelayanan kesehatan : 2008- Vol 11 . no 2.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Vektor Penyakit (p-issn: 1978-3647, e-issn: 2354-8835) is published by Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Donggala.
Indexing:


Visitor:

web
analytics
View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International LicenseArticles in the Jurnal Vektor Penyakit are Open Access articles under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license (CC BY-SA 4.0). These license permits use, distribution and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited and initial publication in this journal. In addition to that, users must provide a link to the license, indicate if changes are made and distribute using the same license as original if the original content has been remixed, transformed or built upon.