Gambaran Faktor Resiko Kecacingan pada Anak Sekolah Dasar di Kota Banjarmasin

Juhairiyah Juhairiyah, Annida Annida, Liestiana Indriyati

Abstract


Helminthiasisis is an endemic and chronic diseases caused by parasitic worms that tendnot lethal but undermined the health of the human body. Helminthiasis is closely related topeople's behavior, especially personal hygiene and sanitation. The goal of this researchwere identify the risk factors of helminthiasis in primary school-student that can be usedas a basic information in determining the model of interventions and prevention forhelmint transmission and infestation effectively and efficiently in Banjarmasin. The studydesign was observational analytic studies conducted in period of April to December 2011in Banjarmasin. Data were obtained by interview questionnaire. The population was allelementary school students and their parents/guardians in Banjarmasin. Stools sampleswas taken from elementary school children and questionnaire sample was done by doinginterview to their parents /guardians. Based on stool examination there were 11(3%)positive samples identified (3%), which 7 (1,9%) was caused by T. trichiura, 1 (0,3%) wascaused by E. vermicularis, and 3 (0,8%) was caused by Hymenoepis sp. Questioneire dataof parents/guardians about helminthiasis showed that 56,3% parents classified as goodknowledge category, 66,6% in good attitude category and 56,3% in good behaviorcategory.

 

Kecacingan merupakan penyakit endemik dan kronik yang diakibatkan oleh cacingparasit yang cenderung tidak mematikan namun menggerogoti kesehatan tubuhmanusia. Penyakit kecacingan erat kaitannya dengan perilaku masyarakat dalam halkebersihan perorangan dan sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor risiko kecacinganpada anak Sekolah Dasar (SD) yang dapatdigunakan sebagai dasar dalam menentukan model intervensi pencegahan penularandan penanggulangan kecacingan secara efektif dan efisien di Kota Banjarmasin.Penelitian menggunakan rancangan studi observasional analitik yang dilakukan padabulan April-Desember 2011 di Kota Banjarmasin. Data diperoleh dengan melakukanwawancara kuesioner. Populasi adalah semua anak SD dan orang tua/ wali anaksekolah dasar di kota Banjarmasin. Sampel untuk pengambilan feses adalah anak SDdan sampel untuk wawancara kuesioner adalah orang tua/ wali anak SD di kotaBanjarmasin. Pemeriksaan feses yang dilakukan pada anak SD didapat hasil positif 11(3%) sampel tinja, 7 orang (1,9%) disebabkan oleh Trichuris trichiura, 1 orang (0,3%)disebabkan oleh Enterobius vermicularis, dan 3 orang (0,8%) disebabkan olehHymenoepis sp. Pengetahuan orang tua/wali anak SD mengenai kecacingan dengankategori baik (56,3%), memiliki sikap pada kategori baik (66,6%) dan memilikiperilaku yang berada pada kategori baik (56,3%).


Keywords


habit, helminthiasis, risk

References


Babatunde SK, Adedayo MR, Ajiboye AE, Sunday O, Ameen N. Soil transmitted helminth infections among school children in rural communities of Moro Local Government Area , Kwara State , Nigeria. African J Microbilogy Res. 2013;7(45):5148–53.

Zulkoni A. Parasitologi. Yogyakarta: Nuha Medika; 2010.

Waris L, et al. Distribusi Parasitik Intestinal di Kalimantan Selatan. Tanah Bumbu; 2009.

Budiarto E. Metodologi Penelitian Kedokteran? : Sebuah Pengantar. Jakarta: EGC; 2003.

Keputusan Menteri Kesehatan. Pedoman pengendaliancacingan. 424/MENKES/SK/VI/2006 Indonesia; 2006 p. 1–35.

Soedarto. Buku Ajar Parasitologi Kedokteran. Surabaya: Sagung Seto; 2011.

Barbabosa IM, Cardenas EMG, Gaona E, Shea M. The prevalence of Hymenolepis nana in school children in a bicul- tural community. Rev Bio med . 2010;21(1):21–7.

Sasongko A, Irawan HSJY, Tatang RS, Subahar R, Margono SS. Intestinal Parasitic Infections in Primary School Children in Pulau Panggang and Pulau Pramuka, Kapulauan Seribu. Makara Kesehat. 2002;6(1):8–11.

Gandahusada S, Ilahude H, Herry D, Pribadi W. Parasitologi Kedokteran. Jakarta: FK UI; 2004.

Saka M., Aremu A., Saka A. Soil Transmitted Helminthiasis: Prevalence Rate and Risk Factors Among Schoolchildren in Ilorin , Nigeria. J Appl Sci Environ Sanit. 2014;9(2):139–45.

Joklik WK. Zinsser Microbiology. 20th Editon. Appleton and Lange; 1992. 1186- 1202 p.

Depkes RI. 2006. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga. Jakarta: Depkes RI

Soekidjo N. Pengantar Pendidikan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Andi Offset; 2007.

Enriyani, Mifbakhudin, Sayono. Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kecacingan pada Anak Sekolah Usia 1-4 Tahun. J Kesehat Masy Indones. 2011;7(1).

Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta;2007.

Presska A.K C, Salawati T, Astuti R. Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang Kecacingan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa Madrasah Ibtidaiyah An Nur Kelurahan Pedurungan Kidul Kota Semarang. J Promosi Kesehat Indones. 2012;7(2):184–90.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Vektor Penyakit (p-issn: 1978-3647, e-issn: 2354-8835) is published by Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Donggala.
Indexing:


Visitor:

web
analytics
View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International LicenseArticles in the Jurnal Vektor Penyakit are Open Access articles under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license (CC BY-SA 4.0). These license permits use, distribution and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited and initial publication in this journal. In addition to that, users must provide a link to the license, indicate if changes are made and distribute using the same license as original if the original content has been remixed, transformed or built upon.