Keberadaan Telur dan Larva Cacing Tambang pada Tanah di Lingkungan Desa Sepunggur dan Desa Gunung Tinggi Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Tahun 2014

Budi Hairani

Abstract


Hookworm is soil transmitted helminth which life cycle and spreading pass through soil.Hookworm infection in human can be transmitted through ingestion of egg or larvalpenetration on the skin. Human that have high activity in contamined land withhookworm eggs and larva might have risk to infected. The research objective is to find outhookworm egg and larva contamination level on land that have high activity of human.The research used cross sectional design. Randomly soil sampling was conducted inagriculture land, school yard and people housing at Gunung Tinggi and Sepunggurvillage. Soil sample examined using Suzuki method. We get total 210 soil sample thatconsist of 100 soil sample from agriculture land, 50 sample from school yard and 60sample from people housing. Sample examination result showing total 19 soil sample thatcontamined by hookworm egg/larva. Highest number of contamined sample are fromagriculture land.

 

Cacing tambang merupakan soil transmitted helminth yang siklus hidup danpenularannya melalui media tanah. Penularan cacing tambang pada manusia dapatterjadi karena menelan telur atau larva yang masuk ke dalam tubuh melalui pori-porikulit. Tanah yang terdapat telur atau larva cacing tambang menimbulkan risikopenularan cacing tambang pada manusia yang sering beraktifitas di sekitarnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan telur dan larva cacing tambangdan bagaimana tingkat kontaminasinya pada tanah di lingkungan yang merupakantempat manusia sering beraktifitas. Desain penelitian cross sectional, pengambilansampel tanah di Desa Gunung Tinggi dan Desa Sepunggur dilakukan secara acak padalokasi yang sering terdapat aktifitas manusia yaitu lahan perkebunan, halaman sekolahdan pemukiman warga. Sampel tanah diperiksa dengan metode Suzuki. Telahdiperoleh 100 sampel tanah dari lahan perkebunan, 50 sampel dari halaman sekolahdan 60 sampel dari pemukiman. Hasil pemeriksaan menunjukkan dari total 210sampel tanah terdapat 19 sampel yang positif mengandung telur/larva cacing tambangdengan kontaminasi tertinggi terdapat pada lahan perkebunan


Keywords


Soil, Hookworm, egg, larva

References


Gandahusada S, Ilahude H.D, Pribadi W. Parasitologi Kedokteran. Edisi ke III. Jakarta :Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2003.

Winita, R., Mulyati & Astuty, H. Upaya Pemberantasan Kecacingan di Sekolah Dasar. Makara Kesehatan. 2012; 16 (2): 65-71.

Rusmartini, T. Parasitologi Kedokteran (Ditinjau dari Organ Tubuh yang Diserang). Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2009.

Siregar, C.D. Pengaruh Infeksi Cacing Usus yang Ditularkan Melalui Tanah pada Pertumbuhan Fisik Anak Usia Sekolah Dasar. Sari Pediatri. 2006; 8 (2): 112-7.

Esrey, S.A., et.al. Effects of improved water supply and sanitation on ascariasis, diarrhoea, dracunculiasis, hookworm infection, schistosomiasis, and trachoma. Bulletin of The World Health Organization. 1991; 69 (5): 609-21.

Walana, W. Prevalence of hookworm infection: A retrospective study in Kumasi, Ghana. Science Journal of Public Health. 2014; 2 (2): 196-9.

Hotez, P.J., Broker, S., Bethony,. J.M. Hookworm infection. N Engl J Med. 2004; 351 (8) : 799- 807.

Loukas, A., Prociv, P. Immune responses in hookworm infection. Clinical Microbiology Rev. 2001; 689-703.

Waris L. Distribusi Parasitik Pencernaan pada Masyarakat Beberapa Daerah dengan Ekosistem Berbeda Tahap II di Propinsi Kalimantan Selatan Tahun 2009. Laporan Penelitian, Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu. Gunung Tinggi : Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu; 2009.

Mardiana & Djarismawati. Prevalensi Cacing Usus Pada Murid Sekolah Dasar Wajib Belajar Pelayanan Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan Daerah Kumuh Di Wilayah DKI Jakarta. Jurnal Ekologi Kesehatan. 2008; 7 (2): 769-74

Sumanto, D. Faktor Risiko Infeksi Cacing Tambang Pada Anak Sekolah (Studi kasus kontrol di Desa Rejosari, Karangawen,

Demak). [Tesis] Program Studi Magister Epidemiologi, Pasca Sarjana. Semarang : Universitas Diponegoro; 2010.

Garcia L.S, Bruckner D.A. Diagnostik Parasitologi Kedokteran. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC; 1996.

Nurfida, K.A., Endang, H.G. & Tumpal, N. Dampak Tsunami Terhadap Ketahanan Hidup Telur/Larva Soil Transmitted Helminthes di Banda Aceh dan Aceh Besar. Majalah Kedokteran Nusantara. 2005; 38 (2): 180-3.

Mabaso, M.L.H., et. al. The effect of soil typeand climate on hookworm (Necator americanus) distribution in KwaZulu-Natal, South Africa. Tropical Medicine and International Health. 2003; 8 (8): 722–7.

Nwoke E.U. et.al. Examination of soil samples for the incidence of geohelminth parasites in Ebonyi north-central area of Ebonyi State,

south-east of Nigeria. Scholars Research Library. 2013; 5 (6): 41-8.

Jusuf, A., Ruslan, Selomo, M. Gambaran Parasit Soil Transmitted Helminths Dan Tingkat Pengetahuan, Sikap Serta Tindakan Petani

Sayur Di Desa Waiheru Kecamatan Baguala Kota Ambon. 2013. [Diakses pada 30 Maret 2015 dari : http://repository.unhas.ac.id/ handle/123456789/8347]

¨unemann, A.,D., Schwenke, B., & Zwieten, L.V. Impact of agricultural inputs on soil organisms—a review. Australian Journal of Soil Research. 2006; 44: 379–406.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Vektor Penyakit (p-issn: 1978-3647, e-issn: 2354-8835) is published by Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Donggala.
Indexing:


Visitor:

web
analytics
View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International LicenseArticles in the Jurnal Vektor Penyakit are Open Access articles under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license (CC BY-SA 4.0). These license permits use, distribution and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited and initial publication in this journal. In addition to that, users must provide a link to the license, indicate if changes are made and distribute using the same license as original if the original content has been remixed, transformed or built upon.