Survei Jentik DBD di Tempat-tempat Umum (TTU) di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah

Malonda Maksud, Yusran Udin, Hasrida Mustafa, Risti Risti, Jastal Jastal

Abstract


Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease in Palu where annually reportedthe cases of dengue annually reported. Based of on that condition occurred in Palu, there ispotential transmitting of dengue vectors over in the area immediately adjacent withsurrounding of Palu city like such as Tanantovea sub-district, Donggala, Central Sulawesi.The purpose of this survey was a first step to determine the potential transmission ofdengue vector, especially in Public Places in Tanantovea area district . Data was collectedusing single larvae and/or visual method. The result of House Index (HI), Container index(CI) ,Breteau index (BI), and density figure were 28.26 %, 25.35 % 39.13%,and densityfigure 6, respectively. Larvae free index were 71.4%, it was lower than national standardof 95%. Density figure >1 , HI > 1 ; BI > 5 showsindicating that public places in Tanantoveadistrict have potencial risk of dengue vector transmission. It is recommended that larvasurvey should also conducted in people's homes around public places and larvae observedperiodically either by cadres, officers of health centers and or school health care unit.

 

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis di Kota Palu yangsetiap tahunnya dilaporkan adanya kasus DBD. Melihat kondisi yang terjadi di kotaPalu, terdapat potensi penyebaran vektor DBD di daerah yang berbatasan langsungdengan kota Palu seperti di kecamatan Tanantovea, Kab. Donggala. Tujuan survei iniadalah sebagai langkah awal untuk mengetahui potensi penyebaran vektor DBDterutama di Tempat-tempat Umum (TTU) di Kecamatan Tanantovea. Survei inimenggunakan metode single larva atau metode visual. Hasil House Index (HI),Container Index (CI) , Breteau Index (BI) di Tempat-tempat Umum di KecamatanTanantovea masing-masing sebesar 28,26 %, 25,35 % dan 39,13. Berdasarkancontainer index didapatkan density figure 6. Angka Bebas Jentik (ABJ) 71,4% beradajauh dibawah standar nasional ABJ 95%. Analisis resiko penularan Dengueberdasarkan index jentik dengan nilai Densitiy figure > 1, HI >1; BI > 5 menunjukkanTTU di kecamatan Tanantovea beresiko terjadinya penularan, sehingga disarankandilakukan juga survei jentik di rumah-rumah penduduk di sekitar TTU yangmempunyai resiko penularan dan melakukan pengamatan jentik secara berkala baikoleh kader, petugas puskesmas maupun unit kesehatan sekolah.


Keywords


DBD, Larval survey, Public Area, Central Sulawesi

References


Heriyani F, Husairi A. Hubungan Angka Bebas Jentik (ABJ) dengan Kejadian Demam Berdarah di Kelurahan Landasan Ulin Barat Pada Bulan Januari - September 2007. Kalimantan Sci. 2008;26(72).

WHO. Panduan Lengkap Pencegahan Dan Pengendalian Dengue Dan Demam Berdarah. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2005.

Nadesul H. Cara Mudah Mengalahkan Demam Berdarah. Jakarta: Penerbit Buku Kompas; 2007.

Depkes RI. Pedoman Penatalaksanaan DBD di Indonesia. Jakarta: Depkes RI; 2005.

Widjaja J. Survei Entomologi Aedes spp. Pradewasa di Dusun Satu Kelurahan Minomartani Kec. Depok Kab. Sleman Provinsi D. I. Yogyakarta. Aspirator. 2012;4(2):64-72.

Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2012. 2013.

Anastasia H. Situasi Demam Berdarah Dengue di Kota Palu, Sulawesi Tengah Tahun 2001- 2008. Jurnal Vektor Penyakit. 2009;3(1):7-13.

Shinta, Sukowati S. Penggunaan Metode Survei Pupa Untuk Memprediksi Risiko Penularan Demam BerdarahDengue di Lima Wilayah Endemis di DKI Jakarta. Media Litbang Kesehatan. 2013;23(1):31-40.

Budiyanto A. Karakteristik Kontainer Terhadap Keberadaan Jentik Aedes aegypti di Sekolah Dasar. J Pembang Mns. 2012;6(1).

Djati AP, Rahayujati B, Raharto S. Faktor risiko demam berdarah dengue di Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunungkidul Provinsi DIY Tahun 2010. In: Seminar Nasional Kesehatan, Jurusan Kesehatan Masyarakat FKIK UNSOED Purwekerto, 31 Maret 2012. Purwekerto; 2012:1 16.

Hasyimi A, Soekirno M. Pengamatan Tempat Perindukan Aedes aegypti Pada Tempat Penampungan Air Rumah Tangga Pada Masyarakat Pengguna Air Olahan. J Ekol Kesehat. 2004;3(1):37-42.

Widjaja J, Anastasia H, Nurjana MA, Risti. Tempat Perkembangbiakan Jentik Aedes aegypti di Kota Palu. J Vektor Penyakit. 2007;1(1):35-39.

Widjaja J. Keberadaan Kontainer sebagai Faktor Risiko Penularan Demam Berdarah Dengue di Kota Palu , Sulawesi Tengah. Aspirator. 2011;3(2):82-88.

Purnama SG, Baskoro T. Maya Index dan Kepadatan Larva Aedes aegypti Terhadap I n f e k s i De n g u e . Ma ka r a , Ke s e h a t . 2012;16(2):57-64.

Hendri J, Res RN, Prasetyowati H. Tempat Perkembangbiakan Nyamuk Aedes spp. di Pasar Wisata Pangandaran. Aspirator. 2010;2(1):23-31.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Vektor Penyakit (p-issn: 1978-3647, e-issn: 2354-8835) is published by Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Donggala.
Indexing:


Visitor:

web
analytics
View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International LicenseArticles in the Jurnal Vektor Penyakit are Open Access articles under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license (CC BY-SA 4.0). These license permits use, distribution and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited and initial publication in this journal. In addition to that, users must provide a link to the license, indicate if changes are made and distribute using the same license as original if the original content has been remixed, transformed or built upon.