POTENSI EKSTRAK ETANOLIK HERBA BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) SEBAGAI ALTERNATIF AGEN ANTIKANKER SERVIKS SECARA IN SILICO DAN IN VITRO

Rifki Febriansah

Abstract


Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa lebih dari 10 juta kanker terjadi setiap tahun di seluruh dunia. Kanker serviks telah menjadi lima besar kanker yang sering terjadi khususnya pada wanita. Penanganan kanker dengan agen kemoterapi masih menjadi pilihan dalam pengobatan kanker. Namun adanya beberapa efek samping yaitu menurunkan sistem imun dan adanya mekanisme multi drug resistance (MDR) yang dapat mengakibatkan berkurangnya efikasi dari obat kemoterapi. Beberapa penelitian mulai diarahkan pada pengujian potensi bahan alam sebagai agen kemoprevensi yang potensial sekaligus dapat sebagai agen pendamping kemoterapi. Herba bandotan merupakan salah satu tanaman yang diketahui secara empirik mempunyai khasiat sebagai agen antikanker. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi dari ekstrak etanolik herba bandotan (Ageratum conyzoides L.) sebagai alternatif agen antikanker serviks secara in silico dan in vitro.

Sampel yang digunakan adalah ekstrak etanolik herba bandotan. Uji yang dilakukan adalah uji kandungan kimia, uji antioksidan, uji sitotoksik, dan uji docking molekuler. Uji kandungan kimia dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT). Uji antioksidan menggunakan metode DPPH. Uji sitotoksik menggunakan metode MTT assay terhadap sel HeLa dan uji docking molekuler menggunakan software PLANTs.

Dari uji KLT diperoleh hasil bahwa ekstrak etanolik herba bandotan mengandung senyawa golongan flavonoid dengan nilai Rf sebesar 0,4. Dari uji DPPH diperoleh nilai IC50 sebesar 311 µg/ml. Dari uji sitotoksik diperoleh nilai IC50 sebesar 979 µg/ml  pada sel HeLa. Dan dari hasil uji docking molekuler diperoleh skor docking sebesar -113 untuk senyawa friedilin dan -87 untuk senyawa obat 5-FU. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanolik herba bandotan mempunyai potensi sebagai agen antioksidan dan sitotoksik pada sel kanker serviks HeLa.


Keywords


Ekstrak etanolik herba bandotan; HeLa; KLT; sitotoksik; docking molekuler

References


Agustinisari I.1998. Pengaruh Ekstrak Jahe (Zingiber Officittale Roscoe) Segar dan Bertunas Terhadap Proliferasi Beberapa Alur Sel Kanker Dan Normal. Skripsi Institute Pertanian Bogor, Bogor.

Anjelisa,P.Z., Nainggolan,M.. 2007. Penentuan Sifat Kimia Fisika Senyawa Alkaloid Hasil Isolasi Dari Daun Bandotan (Ageratum Conyzoides Linn.) Poppy Anjelisa Z. Hasibuan dan Marline Nainggolan. Laboratorium Fitokimia Fakultas Farmasi USU.

Anonim. Using In Vitro Data to Estimate In Vivo Strating Doses for Acute Toxicity. http.//iccvam.niehs.nih.gov/methods/invidocs/guidance/gd_s2.pdf.

ATCC (American Type Cultere Collection). 1992. Catalogue of Cell Lines and Hybridomas. 7th American type collection.

Barus Br.,Mutiara. 2011. Perubahan Jumlah Total Limfosit Sebagai Alternatif Pemeriksaan CD4 Pada Pasien HIV/AIDS Yang Diberikan Antiretroviral. FK USU.

Bogoriani N.W.,Santi S.R.,Asih I.A.R.A.. 2007. Isolasi Senyawa Sitotoksis Dari Daun Andong (Cordyline Terminalis Kunth). Jurusan Kimia FMIP Universitas Airlangga. Bukit Jimbaran.

Chen, T.R., Drabkowski, D., Hay, R.J., Macy, M and Peterson, W. Jr.. 1987. WiDr is aderivative of Another Colon Adenocarcinoma Cell Line, HT-29. Cancer GenetCytogenet, 27(1):125-34.

Cotran R.S., V.Kumar and S.L. Robbins. 1994. Phatologic Basis of Disease. W.B. Saunders Company, philadelphia.

Doyle, A., Griffiths, J.B. 2000. Cell and Tissue Culture for medical research. John Willey and Sons Ltd : New York

Fitrianisa, F., Ridwan, M., Aditya, D.P..2012. Kajian Secara In-Silico dan In-Vitro EkstrakEtanolik Herba Bandotan Sebagai Antikanker Serviks Yang Potensial dan Murah.Jurusan Farmasi FKIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Freshney, I.R. 1987. Culture of Animal Cells: A Manual of Basic Technique. Alan R. Liss, New York.

Friboulet A, Rieger F,dkk. 1990.Interaction of anorganophosphate with peripheral site on Acetylcholinesterase. Biochemistry,29, 914-920.

Goodwin,E.,DiMaio,D.2000. Repression Of Human Papillomavirus Oncogenes in WiDrCervical Carcinoma Cells Causes The Orderly Reactivation Of Dormant Tumor Suppressor Pathways. Biochemistry 97 (23):12513-12518.

Janibah R. 2009.Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol Herba Bandotan (Ageratum Conyzoides L.)Terhadap Sel T47d Dan Profil Kromatografi Lapis Tipis. Skripsi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Jansen, W.J.M., Zwart, B., Hulscher, S.T.M., Giaccone, Pinedo, H.M. and Boven, E.. 1997.CPT-11 in Human Colon-Cancer Cell Lines and Xenografts: Characterization of Cellular Sensitivity Determinants. Int. J. Cancer,70:335-340.

King,S.B. 2000. Cancer Biology. Pearson Education : London

Meiyanto, E., Supardjan, Muhammad D., dan Dewi A. 2006. Efek Antipoliferatif Pentagamavunon-0 Terhadap Sel Kanker Serviks T47D. Jurnal kedokteran Yarsi 14l.

Meyer, F., Putnam, Jacobsen N.,dan Mc. Laughlin.1982. Brine Shrimp; A Convenient General Bioassay for Active Lant Constituents. Plant Medica 45.

Palozza, P., Serini, S., Maggiano, N., Giuseppe, T.. 2005. Β-Carotene Downregulates the Steady-State and Heregulin-a-Induced COX-2 Pathways in Colon Cancer Cells. J.Nutr.135:129-136

Sukardja. 2000. Onkologi Klinik Edisi 2. Airlangga University Press: Jakarta.

Voigt, R. 1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Diterjemahkan oleh Soewardi Wijaya Kusuma,H, S salimartha & AS wirian. 1996. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia. Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia (Journal of  Indonesian Medicinal Plant, p-ISSN : 1979-892X, e-ISSN : 2354-8797) is published by Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu.

Indexed by:

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Visitor number: View My Stats