UJI TOKSISITAS AKUT DAN SUBKRONIK EKSTRAK BROTOWALI (Tinospora crispa (L) Miers)

Agus Triyono, Saryanto .

UJI TOKSISITAS AKUT DAN SUBKRONIK EKSTRAK BROTOWALI (Tinospora crispa (L) Miers)

Abstract


ABSTRACT

Scientification of jamu is carried out to provide the scientific proof of the efficacy and safety of jamu throughresearch-based services. To conduct clinical research needs to be supported preclinical test data of the efficacyand safety of jamu on animal’s model. This research aimed to determine the safety level of acute and sub-chronictoxicity of brotowali (Tinospora crispa (L) Miers) as lowering blood glucose jamu. Toxicity test was conductedon Rattus norvegicus, Spraque Dawley, +2 months old, weighing +180 grams. The rats were divided into 4 groups(one control group and three dose groups), each group consist of 10 mice, 5 males and 5 females. For the acutetoxicity test, extract was given once on the first day, and being observed for 7-14 days on clinical symptoms oflethal toxicity and LD50. The sub-chronic toxicity was done for 2 months, to observe clinical symptoms of toxicity.On the 60th day routine blood examination, SGOT, SGPT, ureum and creatinine and vital organs histopathological examination was performed. The acute toxicity test showed that brotowali extract dose up to 5.000 mg/kg bborally have no acute toxicity. Subchronic toxicity for two months showed no significant toxicity symptoms. Theresults of liver and renal function, routine blood and histological of organs are still in normal limits. This researchconclude that brotowali extract is safe in animal experimental of white rats with doses up to 5000 mg/ kg bw, andthe use of up to 2 months at a dose of 2000 mg/kg bw.

 

ABSTRAK

Saintifikasi jamu merupakan pembuktian ilmiah khasiat dan keamanan jamu melalui penelitian berbasis pelayanan. Sebelum melakukan penelitian menggunakan manusia sebagai subyek penelitian perlu didukungdata hasil uji praklinik khasiat dan keamanan jamu pada hewan coba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuitingkat keamanan akut dan subkronis penggunaan tanaman brotowali (Tinospora crispa (L) Miers) sebagaipenurun gula darah. Uji toksisitas dilakukan pada tikus putih (Rattus norvegicus) Spraque Dawley umur+2 bulan, berat +180 gram. Sesuai pedoman WHO, untuk toksisitas akut dan subkronis, masing masing 4kelompok (satu kelompok kontrol dan tiga kelompok dosis), tiap kelompok 10 tikus, 5 ekor jantan dan 5ekor betina, diberikan ekstrak etanol 70% per oral. Pada uji toksisitas akut ekstrak diberikan sekali pada haripertama, kemudian diobservasi selama 7-14 hari gejala klinik toksik/keracunan dan kisaran dosis letal tengah(LD50). Pada uji toksisitas sub kronik ekstrak diberikan tiap hari selama 2 bulan, dan dilakukan observasigejala klinik toksik/keracunan selama 2 bulan. Pada hari ke-60 dilakukan pemeriksaan darah rutin, SGOT,SGPT, ureum dan kreatinin. Pemeriksaan histopatologi organ dilakukan pada akhir penelitian. Uji toksisitasakut menunjukkan penggunaan ekstrak brotowali hingga dosis 5.000 mg/kg bb per oral tidak menunjukkan gejala keracunan. Hasil uji toksisitas subkronik ekstrak brotowali selama dua bulan menunjukkan tidak adagejala keracunan yang bermakna dan hasil pemeriksaan fungsi hati, fungsi ginjal, darah rutin dan gambaranhistologi organ penting masih dalam batas normal. Ekstrak brotowali aman dalam penggunaan pada hewancoba tikus putih sampai dosis 5.000 mg/kg bb, dan penggunaan sampai 2 bulan dengan dosis 2.000 mg/kg bb.


Keywords


Key words: acute toxicity, sub-chronic toxicity, Tinospora crispa (L) Miers.

References


REFERENCES

Depkes RI. 2003. Indikator Indonesia Sehat 2010. Jurnal Kesehatan, Depkes RI. Jakarta.

Mahendra, B. 2005. 13 Jenis Tanaman Obat Ampuh. Penebar swadaya. Jakarta. Hal 139

Kresnadi, B. dan Tim Lentera. 2003. Sehat dengan Ramuan Tradisional: Khasiat dan Manfaat Brotowali, Si Pahit yang Menyembuhkan. Agromedia Pustaka. Jakarta. Hal 1-2.

Sastroamidjojo, S. 2001. Obat Asli Indonesia. Dian Rakyat. Jakarta. Hal 170

Wild S., Roglic G., Green A., Sicree R. and King K. 2004. Global prevalence of diabetes: Estimates for the year 2000 and projections for 2030. Diabetes Care, 27: 1047-1053.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia (Journal of  Indonesian Medicinal Plant, p-ISSN : 1979-892X, e-ISSN : 2354-8797) is published by Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu.

Indexed by:

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Visitor number: View My Stats