TOXICITY TESTING OF JAMU FORMULA FOR ASTHMA Uji Toksisitas Formula Jamu Untuk Asma

Galuh Ratnawati, Zuraida Zulkarnain

TOXICITY TESTING OF JAMU FORMULA FOR ASTHMA Uji Toksisitas Formula Jamu Untuk Asma

Abstract


.ABSTRAC Asthma is a respiratory disorder that narrows the airway because of hyperactivity to certain stimuli, which cause by inflammation; this narrowing is temporary. Increasing number of people are interested in the use of treatment using medicinal plants and herbs. Medicinal Plant and Traditional Medicine Research and Development Centre (B2P2TO2T) has develop jamu formula consisting of blumeae folium (Blumea balsamifera L. DC.), cubebs (Piper cubeba L.), asthma weed (Euphorbia hirta L.), and nutgrass (Cyperus rotundus L.) for the treatment of asthma. Blumeae folium empirically was used as an asthma medication. Cubebs which contained dihydrocubebin has the effect of tracheospasmolitic. Asthma weed used to treat asthma, chronic bronchial disorders, acute nasal catarrh, and as an expectorant. Nutgrass are used as anti-inflammatory. The study was conducted to determine the toxicity of herbs consisting blumeae folium, cubebs, asthma weed, and nutgrass in Wistar rats. Acute toxicity test using the 3 groups; control group, dose groups 5.000 and 2.500 mg/ kg bw. While the subchronic toxicity test using four groups; control group, a dose of 0.144; 0.288; 0.576 g/200 g bw. Data were collected for toxic symptoms and mortality, body weight, blood chemistry and histological examination of vital organs. Acute toxicity test results show up to a maximum dose of 5.000 mg/kg bw showed practically not toxic. Subchronic toxicity test, histology showed the important organs showed no specific changes in both the control group and dose groups.

 

ABSTRAK Asma adalah gangguan pernapasan yang mempersempit saluran udara karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan; penyempitan ini bersifat sementara. Meningkatnya jumlah orang yang tertarik dalam penggunaan pengobatan dengan menggunakan tanaman obat dan herbal. Tanaman Obat dan Penelitian Obat Tradisional dan Pusat Pengembangan (B2P2TO2T) telah mengembangkan rumus jamu yang terdiri dari sembung (Blumea balsamifera L. DC.), kemukus (Piper cubeba L.), patikan kebo (Euphorbia hirta L.), dan rumput teki (Cyperus rotundus L.) untuk pengobatan asma. Sembung secara empiris digunakan sebagai obat asma. Kemukus yang berisi dihidrokubebin memiliki efek melonggarkan pernafasan. Patikan kebo digunakan untuk mengobati asma, gangguan bronkial kronis, radang selaput lendir hidung hidung akut, dan sebagai ekspektoran. Rumput teki digunakan sebagai anti-inflamasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui toksisitas herbal yang terdiri sembung, kemukus, patikan kebo, dan rumput teki pada tikus Wistar. Uji toksisitas akut menggunakan 3 kelompok; kelompok kontrol, kelompok dosis 5.000 dan 2.500 mg/kg bb. Sedangkan uji toksisitas subkronis menggunakan empat kelompok; kelompok kontrol, dosis 0,144; 0,288; 0,576 g /200 g bb. Data dikumpulkan untuk gejala toksik dan kematian, berat badan, kimia darah dan pemeriksaan histologis dari organ-organ vital. Hasil uji toksisitas akut menunjukkan hingga dosis maksimum 5.000 mg/kg bb menunjukkan tidak toksik. Uji toksisitas subkronis, histologi menunjukkan organ vital tidak menunjukkan perubahan tertentu dalam kedua kelompok kontrol dan dosis kelompok.Kata kunci: toksisitas,Blumea balsamifera L. DC., Piper cubeba L., Euphorbia hirta L.,and Cyperus rotundus L


Keywords


toxicity, Blumea balsamifera L. DC., Piper cubeba L., Euphorbia hirta L.,and Cyperus rotundus L.

References


Anonim,2008. Penyakit Asma 5 Besar

Penyebab Kematian di Dunia. (Cited on Januari 31, 2012), Available from URL: http://www.balita-anda.com/ensiklopedia-balita/447-penyakit-asma-5-besar-penyebab-kematian-di-dunia.html

Anonim,2014.SGOT and SGPT,Med-Helath.net.

(Cited on Mei 29, 2014) Available from URL:www.med-health.net/Sgot-Sgpt.html,

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),

Acuan Sediaan Herbal Vol Keempat Edisi Pertama. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Globinmed, 2014. Blumea balsamifera Linn.

DC. (Cited on Mei 29, 2014) Available from URL:http://www.globinmed.com/index.php?option=com_content&view=article&id=79078:blumea-balsamifera-linn-dc&catid=704:b

Hariana A.,2006. Tumbuhan Obat dan Khasiat-

nya. Seri 2. Penebar Swadaya, Jakarta. hal 19-20 http://www.lintas.me/article/tribunbatam.co.id/Penderita_Asma_di_Indonesia_125_Juta_Orang/1

Mitruka BM. and Rawnsley HW., 1981. Clinical

Biochemical and Haematological Reference Values in Normal Experimental Animals and Normal Human 2nd. Masson Publishing USA Inc.

Sarbini,2009.Penderita Asma di Indonesia

,5 Juta Orang. (Cited on Januari 31, 2012), Available from URL:

Singh N., Pandey BR., Verma P., Bhalla M., and

Gilca M., 2012. . Phytopharmacotherapeutics of Cyperus rotundus Linn. (Motha): An overview. Indian Journal of Natural Products and Resources, 3(4): 467-476.

Wagner H. and Bladt S., 1996. Plant Drugs

Analysis, A Thin Layer Chromatography Atlas 2nd. Springer Verlag, Berling. P 272-273.

Wahyono HL., Wahyuono S., Mursyidi A., Ve-

poorte R., Timmerman H., 2003, Isola-tion of Tracheospasmolitic Compound from Piper cubeba Fruits. Majalah Farmasi Indonesia, 14(3): 119-123

Wikipedia, 2012. Asma. (Cited on Januari 31,

, Available from URL: http://id.wikipedia.org/wiki/Asma

Wikipedia, 2014. BUN to creatinine ratio,

(Cited on Mei 29, 2014) Available from URL:en.wikipedia.org/wiki/BUN-to-creatinine_ratio


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia (Journal of  Indonesian Medicinal Plant, p-ISSN : 1979-892X, e-ISSN : 2354-8797) is published by Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu.

Indexed by:

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Visitor number: View My Stats