STUDI KEAMANAN JAMU UNTUK NYERI KEPALA TIPE TEGANG TERHADAP FUNGSI HATI (Study of safety of tension-type headache jamu on liver function)

Sunu Pamadyo Tanjung Ismoyo, Agus Triyono

STUDI KEAMANAN JAMU UNTUK NYERI KEPALA TIPE TEGANG TERHADAP FUNGSI HATI (Study of safety of tension-type headache jamu on liver function)

Abstract


ABSTRACTTension headache is a headache which most experienced by people around the world. This headache oftenattack student and productive are which it is prevalence. Centella asiatica, sembung and pulosari are medicinalplantscommonly used separately or combined to reduce headache. These herb are also used as a herbal medicine inHortus Medicus Scientification Jamu Clinic for muscle tension. Observations on patients during 5 years concoctionof the formula provide better response when used in combination rather than use in single preparation. For thetime being there was not found the symptoms and signs of acute and sub-chronic toxicity. But there is no researchdata on the safety of the jamu consisting of Centella asiatica, sembung and pulosari. It is necessary to conductphase I clinical trials in healthy humans to obtain safety evidence of the jamu. This study was followed by 55healthy people as research subjects, who were divided into 3 groups for safety monitoring of jamu. Subjects weregiven a dosage of jamu every day for 30 days (1 month) that give 4 times (weekly). While the administrationsof jamu each week, the subject were anamnesized, physical examination and laboratory tests ofblood at thebeginning and end of treatment. The whole subjectswho are given jamuhave no signs of acute toxicity includenausea, vomiting, diarrhea or discomfort in the body. The examination of liver function and kidney function therewere not found any change between the initial state (before taking herbal medicine) and final state (after takingherbal medicine). The results of the study of jamu for tension-type headache safe continuous use up to 30 dayswhilethis herb does not increase the fitness index in healthy people.Key words: tenssion-type headache, toxicity test.

 

ABSTRAKNyeri kepala tipe tegang adalah nyeri kepala yang paling sering dialami oleh masyarakat di seluruh dunia. Nyerikepala ini sering menyerang pada usia pelajar dan produktif sehingga harus ditekan prevalensinya. Pegagan,sembung dan pulosari adalah tanaman obat penyusun ramuan jamu yang secara terpisah atau digabung biasadigunakan masyarakat untuk mengurangi nyeri kepala. Ramuan jamu ini juga digunakan di Klinik SaintifikasiJamu sebagai jamu untuk nyeri kepala tegang otot. Hasil observasi pada pasien selama 5 tahun, ramuantersebut memberikan respon yang lebih baik dibandingkan jika digunakan secara tunggal. Selama ini tidakditemukan gejala dan tanda-tanda toksisitas akut dan sub kronis dari pasien yang diberi ramuan tersebut.Meskipun demikian, belum ada data penelitian tentang keamanan formula jamu tersebut secara pra-klinik.Untuk itu perlu dilakukan uji klinik fase I pada manusia untuk mendapatkan bukti keamanan ramuan jamuini. Penelitian diikuti oleh 55 orang sehat sebagai subyek, yang dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masingdiberi sediaan ramuan jamu untuk direbus di rumah setiap hari selama 30 hari yang diberikan sebanyak 4kali (setiap minggu) bersamaan dengan waktu kontrol. Saat kontrol dilakukan anamnesis, pemeriksaanfisik dan pemeriksaan laboratorium darah pada awal dan akhir perlakuan 1 (satu) bulan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa seluruh subyek yang diberi ramuan jamu tidak ditemukan tanda-tanda toksisitas akutberupa mual, muntah, diare atau rasa tidak nyaman pada tubuh. Pada pemeriksaan fungsihati dan fungsi ginjaltidak ditemukan perubahan antara keadaan awal (sebelum minum jamu) dan keadaan akhir (setelah minumjamu). Hasil penelitian ini ramuan jamu untuk nyeri kepala tipe tegang aman digunakan secara terus menerushingga 30 hari.


Keywords


Kata kunci: jamu nyeri kepala, uji klinik fase I, fungsi hati

References


DAFTAR PUSTAKA

Arief MTQ. 2004. Teknik Analisis dan Metodologi

Penelitian Untuk Ilmu Kesehatan. CSGF.

Surakarta

Badan Litbang Kesehatan. 2011. Vademekum

Tanaman Obat. Jakarta: Badan Litbangkes

Budiarto G. 1995. Nyeri Kepala Tipe Tegang

dalam Praktek Umum. Dalam Nyeri Kepala,

Kumpulan Naskah Simposium Nyeri

Kepala. Surabaya. hal 108-135.

Chainani, N. 2003. Safety and Anti-inflammatory

Activity of Curcumin: A Component of

Turmeric (Curcuma longa). J. Compl. Med.,

(1):161-168.

Departemen Kesehatan RI. 1989. Materia Medika

Indonesia. Jilid V, Jakarta: Departemen

Kesehatan RI

Evans RW. and Mathew NT. 2000. Textbook of

Headache. Lippincott Williams and Wilkins

Press, Philadelphia. p 1-65.

Hariyomo T. 1996. Profil penderita migren dan

nyeri kepala ripe tegang di poliklinik saraf

RSUP Dr. Karyadi. Hal 27-9.

Jenie MN., Widyastuti, Noerjanto. 1997.

Gambaran Klinis Nyeri Kepala Tipe

Tegang dan Migren. Dalam Hadinoto dkk.,

Simposium Nyeri Kepala dan sindroma lain

yang berhubungan. hal 156-172

Olesen, J. 2004. Classification International

Classification of Headache Disorders. 2nd

Edition. International Headache Society.

Denmark. p 141 – 5.

Pudjiastuti dkk. 2006. Hasil Penelitian Tanaman

Obat Pusat Penelitian dan Pengembangan

Biomedis dan Farmasi 1997-2002.

Balitbangkes, Jakarta: Departemen

Kesehatan RI.

Rapoport MA. 1996. Pathophysiology of

Headache. Headache Disorder Management

Guide for Practitioners. WB. Saunders Co.

Ltd, London. p 37-54.

Rasmussen BK. and Olesen J. 1994. Epidemiologi

of Migraine and Tension Type Headache. In

Current Opinion in Neurology. p 264-271.

Soedibjo, M. 1998. Alam Sumber Kesehatan:

Manfaat dan Kegunaan. Jakarta. Balai

Pustaka.

Steiner TJ. 2005. Lifting the Burden: The

Global campaign to Reduce the Burden of

Headache Worlwide. J Headache Pain, 6(5):

-377

Stewart WF. and Lipton RB. 1994. The

Epidemiology of Tension Headache. Eur

Neurology. WB. Saunders Co. Ltd. London.

p 11-16

Widjaya L. 1996. Classification and Diagnosis

of Headache. Current Trends in Headache.

rd National Conggress of The Indonesia

Neurological Association. p 1-25


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia (Journal of  Indonesian Medicinal Plant, p-ISSN : 1979-892X, e-ISSN : 2354-8797) is published by Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu.

Indexed by:

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Visitor number: View My Stats