PENGARUH UMUR PETANI, TINGKAT PENDIDIKAN DAN LUAS LAHAN TERHADAP HASIL PRODUKSI TANAMAN SEMBUNG The Influence of the Farmer Ages, Levels of Education and Land Area to Blumea Yields

Dian Susanti, Nurul H Listiana, Tri Widayat

Abstract


 

ABSTRACT

The use of plants as traditional remedies have been developed in Indonesia and other developing countries. Blumea is one of medicinal efficacious herbs that prospective to be cultivated. Demand of blumea as one of the scientific jamu medicine components at Indonesia Ministry of Health, Research and Development Center of Indonesian Traditional Medicine were very high. An effort to increase crop production has been done to fulfill the demand. This research aims factors which determine blumea yields. The study was conducted in Karangpandan, Ngargoyoso and Tawangmangu Sub-Districts of Karanganyar Regency from March to July 2016. The factors studied were farmer age, education level, and land area. Samples were determined by purposive interviews, observation and land measurement. Data were analyzed using multiple linear regressions. The results showed that 30-87 years age, low to high education level and narrow to large land area does not have a significant influence on the blumea yields. The level of education had a positive influence on the blumea yields.

 

ABSTRAK

Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional telah banyak dikembangkan baik di Indonesia ataupun di negara berkembang lainnya. Sembung (Blumea balsamifera) merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat obat yang prospektif untuk dibudidayakan.  Sembung sebagai salah satu bahan jamu tersaintifikasi di Klinik Herbal Balai Besar Pengembangan dan Penelitian Tanaman Obat dan Obat Tradisional terus meningkat. . Pemenuhan kebutuhan sembung dilakukan dengan upaya peningkatan hasil produksi melalui budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan  pengaruh umur petani, tingkat pendidikan dan luas lahan terhadap hasil produksi tanaman sembung. Penelitian dilakukan di Kecamatan Karangpandan, Ngargoyoso, dan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Pengambilan sampel dilakukan dengan wawancara terbatas (purposive interviews) dan pengukuran lahan. Data dianalisis menggunakan metode analisis linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur petani 30-87 tahun, tingkat pendidikan rendah hingga tinggi dan luas lahan sempit hingga luas tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil produksi sembung. Tingkat pendidikan memberikan pengaruh positif terhadap hasil produksi sembung.

 


Keywords


Kata kunci: Sembung, faktor sosial ekonomi, luas lahan, produksi

References


DAFTAR PUSTAKA

Arinda W. & Yantu MR. 2015. Analisis produksi tanaman cengkeh di Desa Tondo Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala. e-Journal Agrotekbis, 3(5): 653-660.

Darsini NN. 2013. Analisis keanekaragaman jenis tumbuhan obat tradisional berkasiat untuk pengobatan penyakit saluran kencing di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli Provinsi Bali. Jurnal Bumi Lestari, 13(1): 159-165.

Ditjen PEN. 2014. Obat Herbal Tradisional. Warta Ekspor, (September 2014), hal.1–20.

Ellyta, Sugiardi S. & Yanto. 2015. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi lidah buaya ( Aloe vera. l) di pontianak utara. Jurnal Agrosains, 12(2): 1-9.

Far-far RA. 2011. Hubungan komunikasi interpersonal dengan perilaku petani dalam Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Budidaya Pertanian, 7(2): 100-106.

Khakim L., Hastuti D. & Widiyani, A. 2013. Pengaruh luas lahan, tenaga kerja, penggunaan benih, dan penggunaan pupuk terhadap produksi padi di Jawa Tengah. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Mediagro, 9(1): 71-79.

Khazanani A. 2011. Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-faktor Produksi Usahatani Cabai Kabupaten Temanggung (Studi Kasus di Desa Gondosuli Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung). Skripsi Universitas Diponegoro, hal.62.

Mahendra AD. 2014. Analisis pengaruh pendidikan, upah, jenis kelamin, usia dan pengalaman kerja terhadap produktivitas tenaga kerja (Studi di Industri Kecil Tempe di Kota Semarang). Skripsi. Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro.

Matakena S. 2012. Efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi Distrik Makimi Kabupaten Nabire. Agrilan, Jurnal Agribisnis Kepulauan, 1(1): 43-60.

Mufriantie F. & Feriady A. 2014. Analisis Faktor Produksi Dan Efisiensi Alokatif Usahatani Bayam (Amarathus Sp) Di Kota Bengkulu. Agrisep, 15(1): 31-37.

Munawaroh F., Sudarsono & Yuswanto A. 2009. Pengaruh pemberian ekstrak etanolik daun sembung (Blumeae folium) terhadap fagositosis makrofag pada mencit jantan yang diinfeksi dengan listeria monocytogenes. Majalah Obat Tradisional, 14(47)

Muttakin D., Ismail U. & Kurniati SA. 2014. Faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pendapatan usahatani kelapa sawit pola swadaya di Desa Kepau Jaya Kabupaten Kampar. Jurnal RAT, 3(1): 369-378

Nurmayulis & Hermita N. 2015. Potensi tumbuhan obat dalam upaya pemanfaatan lahan pekarangan oleh masyarakat Desa Cimenteng kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Agrologia, 4(1): 17.

Pang Y., Wang D., Fan Z., Chen X., Yu F., Hu X., Wang K. and Yuan L. 2014. Blumea balsamifera-A phytochemical and pharmacological review. Molecules, 19(7): 9453–9477.

Priyono. 2010. Agribisnis tanaman obat kunyit dan lengkuas. Innofarm, Jurnal Inovasi Pertanian, 9(2): 81-95.

Ruhimat U. 2015. Daya hambat infusum daun sembung (Blumea balsamifera) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan metode difusi cakra. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada, 13(1): 213-227.

Samun S., Rukmana D. & Syam S. 2011. Partisipasi petani dalam penerapan teknologi pertanian organik pada tanaman stroberi di Kabupaten Bantaeng. hal.1–12. Available at: http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/dab92a3322d276f1b3c180f43fbab78d.pdf.

Santoso S. 2010. Statistik Parametrik, Konsep dan Aplikasi dengan SPSS, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Saparyati DI. 2008. Kajian Peran Pendidikan Terhadap Pembangunan Pertanian di Kabupaten Demak. Tesis. Program Pascasarjana Magister Teknik Pembangunan Wilayah dan Kota. Universitas Diponegoro.

Sinaga AH. 2015. Optimasi pengaruh faktor-faktor produksi usaha tani padi sawah. Jurnal Darma Agung, 1: 26-29.

Subagio H. & Manoppo CN. 2016. Hubungan karakteristik petani dengan usahatani cabai sebagai dampak dari pembelajaran FMA (Studi kasus di Desa Sunju Kecamatan Marawola Provinsi Sulawesi Tengah), Available at: http://jatim.litbang.pertanian.go.id/ind/phocadownload/p41.pdf.

Sudirga SK. 1992. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional di Desa Trunyan Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli. Electronic jurnal bumi-lestari, 12: 7-18.

Suharyanto, Mulyo JH., Darwanto DH. dan Widodo S. 2015. Analisis produksi dan efisiensi pengelolaan tanaman terpadu padi sawah di Provinsi Bali. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 34(2): 131-144.

Sumarno J., Harianto & Kusnadi N. 2015. Peningkatan produksi dan efisiensi usahatani jagung melalui penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) di Gorontalo. Jurnal Manajemen dan Agribisnis, 12(2): 79-91.

Sunar. 2012. Pengaruh faktor biografis ( usia, masa kerja, dan gender ) terhadap produktivitas karyawan ( studi kasus PT Bank X ). Forum Ilmiah, 9(1): 167–177.

Sutarto. 2008. Hubungan sosial ekonomi petani dengan tingkat adopsi inovasi teknologi komoditas jagung di Sidoharjo Wonogiri. Agritexts, vol 24.

Suwarni N., Yunianto VD. & Setiadi A. 2013. Analisis faktor-faktor produksi yang mempengaruhi keuntungan agroindustri kecil penyulingan minyak pala dan dampaknya pada pendapatan asli daerah Kabupaten Bogor. Agromedia, 31(1): 1-11.

Thamrin M., Herman S. & Hanafi F. 2012. Pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan petani pinang. Agrium, 17(2): 134-144.

Waris, Badriyah N. & Wahyuning DA. 2015. Pengaruh tingkat pendidikan, usia dan lama beternak terhadap pengetahuan manajeman reproduksi ternak sapi potong di Desa Kedungpring Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik. Jurnal Ternak, 6(1): 3-8.

Yuliarti N. 2010. Sehat, Cantik, Bugar dengan Herbal dan Obat Tradisional - Nurheti Yuliarti - Google Buku, Penerbit Andi. Available at: https://books.google.co.id/books?id=j2TkyPLoDWUC&dq=buku+dampak+negatif+penggunaan+obat+konvensional&hl=id&source=gbs_navlinks_s.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia (Journal of  Indonesian Medicinal Plant, p-ISSN : 1979-892X, e-ISSN : 2354-8797) is published by Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu.

Indexed by:

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Visitor number: View My Stats