AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TOKSISITAS SECARA IN VITRO EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BATANG BINTANGUR (Calophyllum rigidum Miq.)

eris septiana, partomuan simanjuntak

Abstract


Antioksidan dan toksisitas saat ini masih merupakan tema yang menarik karena kemampuannya dalam meredam radikal bebas tanpa efek toksik bagi manusia. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan ialah dari genus Calophyllum atau yang biasa disebut sebagai pohon bintangur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan toksisitas secara in vitro dari ekstrak etanol daun dan kulit batang bintangur (Calophyllum rigidum). Pengujian aktivitas antioksidan in vitro dilakukan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH. Sedangkan uji toksisitas ekstrak secara in vitro menggunakan metode uji kematian larva udang Artemia salina (BSLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun dan kulit batang bintangur memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 33,94 dan 7,50 ppm. Uji toksisitas menunjukkan bahwa ekstrak daun dan kulit batang bintangur memiliki LC50 masing-masing sebesar 627,97 dan 1063,17 ppm. Oleh karena itu ekstrak etanol kulit batang bintangur Calophyllum rigidum mempunyai aktivitas antioksidan yang lebih baik serta lebih tidak toksik dibandingkan ekstrak etanol daun berdasarkan pengujian secara in vitro.


Keywords


antioksidan, toksisitas, DPPH, BSLT, Calophyllum rigidum

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia (Journal of  Indonesian Medicinal Plant, p-ISSN : 1979-892X, e-ISSN : 2354-8797) is published by Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu.

Indexed by:

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Visitor number: View My Stats