EFEK PEMBERIAN EKSTRAK DAN MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam) TERHADAP TOKSISITAS SEL LIMFOSIT MANUSIA SECARA IN VITRO

Sukirno Sukirno, Fransiska Zakaria Rungkat, Nurheni Sri Palupi

EFEK PEMBERIAN EKSTRAK DAN MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam) TERHADAP TOKSISITAS SEL LIMFOSIT MANUSIA SECARA IN VITRO

Abstract


Buah merah (Pandanus conoideus Lam) has been assumed to contain a great number of substances which have potential effect in increasing immune responses. Pandanus conoideus Lam. contain carotenoid 55.000 ppm ( β- caroten 9.185, α-tokoferol 3.685 and tokoferol total 42,009 ppm.). This research was aimed to evaluate cytotoxicity effect of Pandanus conoideus Lam. This study was carried out by treating human lymphocyte cell culture with methanol, n-hexana, water extracts and oil of Pandanus conoideus Lam with various dosages 8,3; 33,3 and 66,7 µg/ml, then incubated at 37°C, for 72 hours. The lymphocyte cells were counted manually with triphan blue and analized by MTT method. The result showed that cell mortality decreased dramatically with the increase of dosage of all extracts and oil of Pandanus conoideus Lam. Cells cultured with the addition of 8.3 µg/ml water extracts resulted decreasing of cell mortality from 134x104 to 22 x104 sel/ml, with the addition of 33.3 µg/ml oil decreased from 100x104 to 38x104 cell/ml and the addition of 8.3 pg/ml methanol extracts decrease cell mortality from 78x104 to 64x104 cell/ml, and with 8.3 µg/ml n-hexana extracts decreased from 92x104 to 66x104 cell/ml. It can be concluded that extracts and oil of Pandanus conoideus Lam were not toxic to human lymphocyte cells. The cell toxicity depends on the polarity and dosage of the extracts/oil, the highest polarity and dose indicate the lowest cell toxicity.

Abstrak

Buah merah (Pandanus conoideus Lam) diduga memiliki sejumlah senyawa yang memiliki efek potensial dalam
meningkatkan respon imun. Buah merah mengandung karotenoid sebesar 55.000 ppm (9.185 β-karoten, 3.685 α-tokoferol, dan 42.009 tokoferol total). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek sitotoksik buah merah. Uji menggunakan kultur sel limfosit manusia yang diberi perlakuan ekstrak metanol, n-heksan, air, dan minyak atsiri buah merah dengan konsentrasi 8.3; 33.3; dan 66.7 μg/mL. Inkubasi perlakuan selama 72 jam 370C. Sel limfosit dihitung manual dengan triphan blue dan dianalisa dengan metode MTT [3-(4,5-
dimetiltiazol-2-il)2,5-difeniltetrazolium]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas sel menurun secara dramatis dan berkorelasi positif dengan besaran konsentrasi ekstrak dan minyak atsiri buah merah. Kultur sel dengan perlakuan ekstrak air 8.3 μg/ml menurunkan mortalitas sel dari 134x104 menjadi 22x104 sel/ml, perlakuan minyak atsiri 33.3 μg/ml dari 100x104 menjadi 38x104 sel/ml, ekstrak metanol 8.3 μg/ml dari 78x104
menjadi 64x104 sel/ml, dan ekstrak n-heksan 8.3 μg/ml dari 92x104 menjadi 66x104 sel/ml. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan minyak atsiri buah merah tidak toksik terhadap sel limfosit manusia. Toksisitas sel tergantung pada polaritas dan dosis ekstrak/minyak atsiri, polaritas dan konsentrasi tertinggi mengindikasikan toksisitas sel yang paling rendah.


Keywords


buah merah (Pandanus conoideus Lam), sitotoksik sel limfosit, respon imun

References


REFERENCES

Jeffrey, W Pollar and John M. Walker. 1997. Basic Cell Culture Protocols, Methods in Molecular Biology Volume 75. Humana Press Inc. Totowa, NJ

Keim, A.P 2005.“Pandan Buah Merah” Klasifikasi dan Permasalahan Yang Terkait Dengannya. Bagian Botani (Herbarium Bogoriense) Pusat Penelitian Biologi LIPI.

Malole, M.B.M. 1990. Kultur sel dan Jaringan Hewan. Pusat Antar Universitas. Institut Pertanian Bogor.

Redaksi Agro Media. 2005. Pro & Kontra Buah Merah Pendapat Pakar dan Praktisi. Penerbit PT Agro Media Pustaka Cetakan ke 1. Jakarta.

Sampurno.2004. Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia, volume 1. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

World Health Organization (WHO).1993. Research guidelines for evaluating the safety and efficacy of herbal medicines.WHO Regional office for the western Pacific.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia (Journal of  Indonesian Medicinal Plant, p-ISSN : 1979-892X, e-ISSN : 2354-8797) is published by Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu.

Indexed by:

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Visitor number: View My Stats