EFEK AFRODISIAKA EKSTRAK KAYU SANREGO (Lunasia amara Blanco) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN

Katno Katno, Sari Haryanti

EFEK AFRODISIAKA EKSTRAK KAYU SANREGO (Lunasia amara Blanco) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN

Abstract


Sanrego (Lunasia amara Blanco) was one of medicinal plant used by people of South Sulawesi to enhance sexual ability (aphrodisiac). This research was carried out in order to prove the activity of sanrego wood as aphrodisiac. It was extracted with three kinds of solvent: methanol, ethylacetat and water. The activity of aphrodisiaca was done using male Rattus novergicus Wistar strain. Each extract was divided into four different concentration and given to five male rats. Their behaviour to female rats was observed by counting the activity of climbing and coitus. These activity showed the sexual desire of the animal. This research showed that all extracts of sanrego woods had aphrodisiac's effect The biggest effect was resulted from ethylacetat extract followed by methanol then water.

Abstrak

Sanrego (Lunasia amara Blanco) merupakan tumbuhan obat yang digunakan masyarakat Sulawesi Selatan untuk meningkatkan kemampuan seksual (afrodisiaka). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan aktivitas kayu sanrego sebagai aphrodisiaka. Kayu sanrego diekstraksi dengan penyari metanol, etil asetat, dan air. Uji aktivitas aprodisiaka pada tikus (Rattus novergicus) galur Wistar dilakukan dengan menghitung jumlah
climbing dan koitus pada tikus betina sebagai parameter hasrat seksual. Ekstrak dibuat menjadi 4 tingkat dosis dan masing-masing diberikan pada 5 ekor tikus jantan. Hasil penelitian ini menunjukkan semua ekstrak kayu sanrego memiliki aktivitas afrodisiaka. Efek terbesar dihasilkan ekstrak etanol, diikuti ekstrak metanol, dan air.


Keywords


sanrego, aprodisiaka, koitus

References


REFERENCES

Anonim. 2006. Inventarisasi Tumbuhan Obat Indonesia (VI). Balai Penelitian Tanaman Obat. Balitbangkes Depkes RI. Tawangmangu

Asrori, M. 1996. Problema Seks Suami Istri. Pelita Dunia. Surabaya.

De Padua L., Lugot G., Pancho J. 1992. Hand book on Philippine Medicinal Plant, Vol.II. University of the Philippines. Los Banos.

Gunawan. 1999. Ramuan Tradisional Keharmonisan Suami Istri. Penerbit Swadaya. Jakarta.

Feldman P., and MacCulloch M. 1986. Sexual Behavior.John Willey & Sons. New York.

Sekar M., and Prasad KJR. 1998. Quinolin Alkaloid: Synthesis of Pyrano[2,3-b] quinolines, khaplofoline, lunakrine and

demethoxylunacrine. J.Natural Products, 61(2): 294-296

Subehan. 1999. Pemeriksaan farmakognosi dan usaha skrining komponen kimia secara kromatografi lapis tipis tumbuhan sanrego (Lunasia amara Blanco). Skripsi. Jurusan Farmasi FMIPA, Universitas Hasanudin. Ujungpandang. 44 Volume 2, No. 1, Desember 2009


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia (Journal of  Indonesian Medicinal Plant, p-ISSN : 1979-892X, e-ISSN : 2354-8797) is published by Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu.

Indexed by:

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Visitor number: View My Stats