Ekologi Nyamuk Anopheles spp. Di Kecamatan Lengkiti, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan Tahun 2004-2015

Vivin Mahdalena, Tanwirotun Ni’mah

Abstract


Abstract

Malaria still remains a public health problem in Indonesia. Lengkiti Subdistrict in Ogan Komering Ulu (OKU) is a malaria endemic area, has the highest malaria cases among other subdistricts in OKU Regency in 2010. The optimal malaria control requires local entomological data especially the species of Anopheles spp. and their behavior or vector bionomics. The method used in this article is to use the literature study through books, articles, and scientific journals from 2004 to 2015. The species of Anopheles spp. that found in Lengkiti subdistrict were Anopheles aconitus, An. annularis, An. barbirostris, An. kochi, An. nigerrimus, An. schueffneri, An. vagus, An. umbrosus, An. philippinensis, An. maculatus, An. minimus, An. flavirostris, An. leucosphyrus group, An. sinensis and An. barbumbrosus. The breeding habitats of Anopheles spp. were swamps, ponds, puddles, streams, and ditches or gutters. The puddles that found including household waste puddle, puddle on the road, puddle of abandoned soil excavation, and also puddle of tire ruts. The breeding habitats were found in 13 villages of Pajar Bulan, Bandar Jaya, Segara Kembang, Simpang Empat, Sundan, Umpam, Lubuk Dalam, Sukaraja, Way Heling, Tihang, Tanjung Lengkayap, Tanjung Agung, and Pagar Dewa.

Keywords: Anopheles, bionomic, malaria, OKU


Abstrak

Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kecamatan Lengkiti di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) merupakan daerah endemis malaria yang memiliki kasus malaria tertinggi dibandingkan dengan kecamatan lainnya di Kabupaten OKU pada tahun 2010. Pengendalian malaria yang optimal memerlukan data entomologi setempat terutama yang berkaitan dengan spesies nyamuk Anopheles spp. dan perilaku atau bionomik vektor. Metode yang digunakan dalam penulisan adalah dengan menggunakan penelusuran literatur melalui telaah buku, artikel, dan jurnal ilmiah dari tahun 2004 sampai dengan 2015. Spesies Anopheles spp. yang ditemukan di Kecamatan Lengkiti yaitu Anopheles aconitus, An. annularis, An. barbirostris, An. kochi, An. nigerrimus, An. schueffneri, An. vagus,  An. umbrosus, An. philippinensis, An. maculatus, An. minimus, An. flavirostris, An. leucosphyrus group, An. sinensis, dan An. barbumbrosus.  Habitat perkembangbiakan Anopheles spp. yang ditemukan di Kecamatan Lengkiti yaitu rawa, kolam, genangan air, sungai, dan parit atau selokan. Genangan air yang ditemukan berupa genangan limbah rumah tangga, genangan air di jalan, bekas galian, dan juga genangan bekas roda ban. Habitat perkembangbiakan ini ditemukan di 13 desa yaitu Pajar Bulan, Bandar Jaya, Segara Kembang, Simpang Empat, Sundan, Umpam, Lubuk Dalam, Sukaraja, Way Heling, Tihang, Tanjung Lengkayap, Tanjung Agung, dan Pagar Dewa.

Kata Kunci : Anopheles, bionomik, malaria, OKU


Keywords


Anopheles, bionomik, malaria, OKU

References


Ariati J, Ibrahim I.N., Perwitasari, D. Sebaran habitat perkembangbiakan larva Anopheles spp. di Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Jurnal Ekologi Kesehatan. 2014. 13(1): 10-22.

Ipa M. dan Astuti E. P. Anopheles spp., vektor malaria yang bersifat lokal spesifik area. Dalam: Heni P. dan Lukman H. (editor). Fauna Anopheles. Surabaya: Health Advocacy. 2013:115-129.

Taviv Y. Fauna nyamuk di Desa Segara Kembang Kecamatan Lengkiti, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Buletin Loka Litbang P2B2 Baturaja. 2004;1(1):15-23.

Ritawati dan Yahya. Distribusi spasial malaria di Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2011. Jurnal Pembangunan Manusia. 2012. 6(1): 33-43.

Dinas Kesehatan Ogan Komering Ulu. Laporan Period Tahunan Hasil Kegiatan IIMCR6-GF Malaria Project. Baturaja. 2012.

Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang. Epidemiologi Malaria di Indonesia. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. 2011. Triwulan I.

Santoso dan Taviv Y. Keragaman Anopheles di Desa Sungai Tuhu dan Desa Purwodadi Oku Timur Tahun 2012. Jurnal Pembangunan Manusia. 2013. 7(2): 65-78.

Adnyana NW.D. Beberapa aspek bionomik Anopheles spp. di Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Media Litbang Kesehatan. 2011. 21(2): 62-70.

Prasetyowati H. dan Yuliasih Y. Anopheles dan peranannya sebagai vektor penyakit malaria di beberapa daerah di Indonesia. Dalam: Heni P. dan Lukman H. (editor). Fauna Anopheles. Surabaya: Health Advocacy. 2013:1-21.

Badan Pusat Statistik. Lengkiti dalam Angka 2014. Kabupaten Ogan Komering Ulu. 2014.

U’din. Studi perilaku mengisap darah Anopheles spp. di Desa Segara Kembang Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan [Tesis] Bogor: Institut Pertanian Bogor. 2005.

Mahdalena V, Hapsari N, Ni’mah T, Emawati. Studi keragaman nyamuk Anopheles spp. di Desa Simpang Empat, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan. [Laporan Akhir Penelitian Risbinkes 2014] Baturaja: Loka Litbang P2B2 Baturaja. 2014.

Hasyim H, Camelia A, Fajar NA. Determinan kejadian malaria di wilayah endemis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2014. 8(7): 291-294.

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Survei Entomologi Malaria dan Pedoman Vektor Malaria di Indonesia. Direktorat Jenderal PP dan PL Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Sub Direktorat Pengendalian Vektor. Jakarta. 2013.

Fuadzy H. dan Marina R. Karakteristik Anopheles nigerrimus Giles sebagai vektor malaria. Dalam: Heni P. dan Lukman H. (editor). Fauna Anopheles. Surabaya: Health Advocacy. 2013:51-61.

Supranelfy Y, Sitorus H, Pahlepi RI. Bionomik nyamuk Mansonia dan Anopheles di Desa Karya Makmur, Kabupaten OKU Timur. Jurnal Ekologi Kesehatan. 2012. 11(2): 158-166.

Kementerian Kesehatan RI. Atlas Vektor Penyakit di Indonesia. Seri 1. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit. Salatiga. 2011.

Elyazar IRF, Sinka ME, Gething PW, Tarmidzi SN, Surya A, Kusriastuti R. et al. The distribution and bionomics of Anopheles malaria vector mosquitoes in Indonesia. In: Advances in parasitology. Vol. 83 (ed. Daviv Rollinson). London: Academic Press. 2013. pp. 173-266.

Ambarita LP, Taviv Y, Purnama D, Betriyon, Pahlepi RI, Saikhu A. Beberapa Aspek bionomik Anopheles maculatus dan An. leucosphyrus di perkebunan kopi daerah endemis malaria Kabupaten Oku Selatan. Jurnal Ekologi Kesehatan. 2011. 10(4): 229-238.

Muhammad R, Soviana S., Hadi UK. Keanekaragaman Jenis dan Karakteristik Habitat Nyamuk Anopheles spp. di Desa Datar Luas, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh. Jurnal Entomologi Indonesia. 2015. 12(3): 139-148.

Ren Z, Wang D, Hwang J, Bennett A, Sturrock HJW, Ma A, et al. Spatial-temporal variation and primary ecological drivers of Anopheles sinensis human biting rates in malaria Epidemic-Prone Regions of China. 2015. PLoS ONE 10(1):e0116932. doi:10.1371/journal.pone.0116932.

Mandagi C, Masalamate RP, Rompis HA. Analisis bionomik nyamuk Anopheles di Desa Ranoketang Tua Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2011. [internet]. 2015. [Diakses 10 Februari 2016]. Tersedia di ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/download/7233/6741.

Klein TA, Harrison BA, Malikul S. Entomological evaluations of human malaria transmission in a Village Rice Field Scenario on the Korat Plateau of Thailand [internet]. [Diakses 31 Oktober 2014]. Tersedia di: www. afrims. org/ weblib/ eapr/ 1980/ APR8OP243-245.pdf.

Wijayanti T. Malaria Sebagai Penyakit Zoonosis. Balaba. 2012. 8(2): 46-50.

Departemen Kesehatan RI. Kunci Bergambar Nyamuk Anopheles Dewasa di Sumatera-Kalimantan. Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan. Jakarta. 2000.

Suwito A. Nyamuk (Diptera:Culicidae) Taman Nasional Boganinani Wartabone, Sulawesi Utara: Keragaman, Status dan Habitatnya. Zoo Indonesia. 2008. 17(1): 27-34.

Nizar M, Suwandono A, Taviv Y. Epidemiologi Malaria. Public Health Press. 2013.

Munif A. Nyamuk Vektor Malaria dan Hubungannya dengan Aktivitas Kehidupan Manusia di Indonesia. Aspirator. 2009. 1(2): 94-102.

Widyastuti U. Inkriminasi Vektor Malaria dan Identifikasi Pakan Darah pada Nyamuk Anopheles spp. di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Vektora. 2013. 5(1): 18-27.

Pratama GY. Nyamuk Anopheles sp. dan Faktor yang Mempengaruhi di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. Jurnal Majority. 2015. 4(1): 20-27.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



SPIRAKEL (p-ISSN: 2086-1346, e-ISSN: 2354-8819) is published by Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia

Indexing:

Visitor Number : 

free
web stats
View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Internasional License