Potensi Tanaman Di Indonesia Sebagai Larvasida Alami Untuk Aedes aegypti

Yoke Astriani, Mutiara Widawati

Abstract


Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) still become one of the health problems in Indonesia. This disease has emerged since 1968 and has become one of the deadliest disease in various regions in Indonesia. Indonesia has not implemented an effective dengue vaccine program to provide protection against all four serotypes of the dengue virus. Vector control using chemical insecticides has made the vectors resistant to the insectisides. One option to avoid those bad effect is natural larvicide. The lack of literature that can be used as a foundation for further studies on the natural larvicidal is the reason why a review of several articles and research results is needed. We use the method of literature review. Our literature reveals that 68% of the 25 plants species are categorized as highly effective with LC50 <750 ppm. Jasmine, Zodia and Tobacco have the highest effectivity compared to the other plants use in this literature review. The LC50 of these plants are 0.999 ppm, 1.94 ppm, and 1.94 ppmrespectively. All twenty five plants that we present suitable to be cultivated in the region of Indonesia with tropical climate so that people can easily cultivate and use it as a natural larvicides.

Keyword: Natural larvicides, Aedes aegypti, LC50, and essential oil


Abstrak

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini masih menjadi salah satu permasalahan dunia kesehatan di Indonesia. Penyakit yang muncul sejak tahun 1968 ini telah banyak menelan korban di berbagai daerah dan hingga saat ini, Indonesia belum menerapkan program vaksin yang efektif untuk memberikan perlindungan terhadap empat serotipe dari virus dengue. Pengendalian vektor menggunakan bahan insektisida kimiawi banyak memberikan efek resisten terhadap insektisida tersebut. Salah satu pilihan untuk menghindari hal tersebut dibutuhkan adanya larvasida alami. Oleh karena masih tersebarnya informasi yang dapat dijadikan dasar untuk studi lanjut mengenai larvasida alami, maka tulisan ini merangkum dari beberapa hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelusuran pustaka diperoleh informasi bahwa 68% dari 25 jenis tanaman memiliki efektifitas yang tinggi LC50<750 ppm. Melati, Zodia dan Tembakau merupakan tanaman dengan efektifitas yang paling tinggi dibandingkan dengan yang lainnya dengan nilai LC50 yaitu 0,999 ppm, 1,94 ppm dan 1,94 ppm. Kedua puluh lima tanaman yang kami sajikan cocok dibudidayakan di wilayah Indonesia dengan iklim tropis sehingga masyarakat dapat dengan mudah membudidayakannya dan memanfaatkannya sebagai larvasida nabati.

Kata Kunci: Larvasida alami, Aedes aegypti, LC50, dan minyak atsiri.


Keywords


Natural larvicides, Aedes aegypti, LC50, and essential oil

References


Jumlah Kasus Baru DBD Meningkat 30 Kali Lipat | Republika Online.[internet] [Disitasi tanggal 27 Desember 2016]. Diakses dari http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/07/27/ns4e7t365-jumlah-kasus-baru-dbd-meningkat-30-kali-lipat.

World Health Organization. Dengue: guidelines for diagnosis, treatment, prevention and control. 2009.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Demam Berdarah Dengue. Buletin Jendela Epidemiologi. 2014;2.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. laporan tahunan program pemberantasan demam berdarah dengue tahun 2013. 2014.

World Health Organization. Global strategy for dengue prevention and control 2012–2020.

Eldridge BF. Mosquitoes, the Culicidae. Marquardt WC Biol Dis vectors, 2nd edn. 2005:95-111.

Konishi E. Issues related to recent dengue vaccine development. Trop Med Health. 2011;39 (SUPPLEMENT):S63-S71. doi:10.2149/tmh.2011-S01.

Ridha MR, Nisa K. Larva Aedes aegypti sudah toleran terhadap temephos di kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. J Vektora. 1971;III(2):93-111.

Tikar SN, Mendki MJ, Chandel K, Parashar BD, Prakash S. Susceptibility of immature stages of Aedes (Stegomyia) aegypti; vector of dengue and chikungunya to insecticides from India. Parasitol Res. 2008;102(5):907-913. doi:10.1007/s00436-007-0848-5.

World Health Organization. Vector resistance to pesticides: fifteenth report of the WHO expert committee on vector biology and control. WHO Technical Report Series 818, Geneva. 1992.

World Health Organization. Handbook for integrated vector management. Outlooks Pest Manag. 2012;24(3):1-78. doi:10.1564/v24_jun_14.

Dharmagadda VSS, Naik SN, Mittal PK, Vasudevan P. Larvicidal activity of Tagetes patula essential oil against three mosquito species. Bioresour Technol. 2005;96(11):1235-1240. doi:10.1016/j.biortech.2004.10.020.

Amaral FMM, Ribeiro MNS, Barbosa-Filho JM, Reis AS, Nascimento FRF, Macedo RO. Plants and chemical constituents with giardicidal activity. Rev Bras Farmacogn. 2006;16:696-720. doi:10.1590/S0102-695X2006000500017.

World Health Organization. Guidelines for laboratory and field testing of mosquito larvicides. WHO, Geneva.

Komalamisra N, Trongtokit Y, Rongsriyam Y, Apiwathnasorn C. Screening for larvicidal activity in some Thai plants against four mosquito vector species. Southeast Asian J Trop Med Public Health. 2005;36(6):1412-1422.

Cheng S-S, Chang H-T, Chang S-T, Tsai K-H, Chen W-J. Bioactivity of selected plant essential oils against the yellow fever mosquito Aedes aegypti larvae. Bioresour Technol. 2003;89(1):99-102. doi:10.1016/S0960-8524(03)00008-7.

Mulyani S. granul minyak serai dapur sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti. Tradit Med J. 2014;19(September):138-141.

Susanti, Lulus. Boesri H. Toksisitas biolarvasida ekstrak tembakau dibandingkan dengan ekstrak zodia terhadap jentik vektor demam berdarah dengue (Aedes aegypti). Bul Penelit Kesehat. 2012;40(2):75-84.

Dwi R. Uji Aktivitas larvasida minyak atsiri bunga melati (Jasminum Sambac (L.)ait) terhadap daya bunuh larva nyamuk Aedes eegypti instar III. Surakarta; 2007.

Halimah Pramifta, Diana. Zetra, Yulfi. P. Minyak atsiri dari tanaman nilam (Pogostemon Cablin Benth.) melalui metode fermentasi dan hidrodistilasi serta uji bioaktivitasnya.; 2011.

Susanti Hasan LB. Toksisitas biolarvasida ekstrak tembakau dibandingkan dengan ekstrak zodia terhadap jentik vektor demam berdarah dengue (Aedes aegypti). Buletin Penelitian Kesehatan. 2012;40(2):75-84.

Boesri H, Heriyanto B, Handayani SW, Suwaryono T. Uji toksisitas beberapa ekstrak tanaman terhadap larva Aedes aegypti vektor demam berdarah dengue. Vektora. 2015;7(1):29-38.

Nugraha DR. Ekstrak kayu jati (tectona grandis l.f) sebagai bio-larvasida jentik nyamuk demam berdarah (Aedes Aegypti). Bogor; 2011.

Widawati M, Almierza L. Analisis pengaruh ekstrak non-polar batang pohon tanjung terhadap larva Aedes aegypti (L.). Aspirator. 2012;4(2):59-63.

Syukrillah F. Komposisi kimia dan aktivitas larvasida Aedes aegypti minyak kayu putih dari berbagai sentra produksi di indonesia. Bogor; 2014.

Oka IM, Parwata A, Santi SR, Sulaksana IM, Alit A. Aktivitas larvasida minyak atsiri pada daun sirih (Piper betle Linn) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Journal of Chemistry. 2011;5(1):88-93.

Nurhaifah D, Sukesi TW. Efektivitas air perasan kulit jeruk manis sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti. Kesmas. 2014;9(3):207-213.

Ruliansyah A, Ridwan W, Kusnandar AJ. Efikasi Berbagai konsentrasi ekstrak daun sirsak (Anona muricata) terhadap jentik nyamuk Culex quinquefasciatus. Aspirator. 2009;1(1):46-50.

B. Eka C., Setyanimgrum E. Uji efektivitas larvasida ekstrak daun legundi (Vitex trifolia ) terhadap larva Aedes aegypti. Med J Lampung Univ. 2013;2(4):52-60.

Supono, Sugiyarto, Susilowati A. Potensi ekstrak biji Karika (Carica pubescens) sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti. El-Vivo. 2014;2(1):78-89.

Susilawati dan Hermansyah. Aktivitas larvasida ekstrak metanol buah pare (Momordica charantia L.) terhadap larva Aedes aegypti. Molekul. 2015;10(1):33-37.

Pratiwi Y, Haryono T, Rahayu YS. Efektivitas Ekstrak daun ceremai (Phyllanthus acidus) terhadap mortalitas larva Aedes aegypti. J LenteraBio. 2013;2(3):197-201.

Fuadzy H, Marina R. Potensi daun dewa (Gynura pseudochina [L.] DC.) sebagai larvasida Aedes aegypti (LINN.). Aspirator. 2012;4(April):7-13.

Widawati M, Prasetyowati H. Effectivity of beta vulgaris L. Extract with various solvent fractions to Aedes aegypti Larval Mortality. Aspirator. 2013;4(2):59-63. Diakses dari http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/aspirator/article/view/3008.

Lailatul L, Kadarohman, Asep. , Eko R. Efektivitas biolarvasida ekstrak etanol limbah penyulingan minyak akar wangi (Vetiveria zizanoides) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti, Culex sp, dan Anopheles sundaicus. J Sains dan Teknol Kim. 2010;1(1):59-65.

Dewi AB. Uji potensi ekstrak daun jinten (Coleus amboinicus) sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti. Jember; 2012.

Ahdiyah Indah, Kristanti IP. Pengaruh ekstrak daun mangkokan (Nothopanax scutellarium) sebagai larvasida nyamuk Culex sp. J Sains dan Seni ITS. 2015;4(2):2337-3520.

Kartika D. Efek larvasida ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum sanctum Linn) terhadap larva instar III Aedes aegypti. JKKI. 2014;6(1):37-45.

Aradilla, Ashry S. Uji efektivitas larvasida ekstrak ethanol daun mimba (Azadirachta Indica) terhadap larva Aedes aegypti. Semarang; 2009.

Astuti EP. Efektivitas minyak biji kamandrah (Croton Tiglium) dan jarak pagar (Jatropha curcas) sebagai larvasida, anti-oviposisi dan ovisida nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Bogor; 2008.

Klasifikasi Iklim Junghuhn | GEO WEBCLASS. [disitasi tanggal 27 Desember 2016]. Diakses dari https://agnazgeograph.wordpress.com/2013/01/23/klasifikasi-iklim-junghuhn/.

World Health Organization. Recommended compounds and formulations for control of mosquito larvae. whopes/Mosquito_Larvicides_ Sept_2012.pdf.

Morais LAS De. Influência dos fatores abióticos na composição química dos óleos essenciais. Hortic Bras. 2009;27(2):4050-4063.

Arriaga AMC, Rodrigues FEA, Lemos T, et al. Composition and larvicidal activity of essential oil from Stemodia maritima L. NatProdComm. 2007;2(12):1237-1239.

Feitosa AMC. Santiago, GMP. Lemos, TLG. Oliveira, MCF. Vasconcelos, JN. Lima, JQ. Malcher, GT. Nascimento, RF. Braz-Filho R EMAA. Chemical composition and larvicidal activity of Rollinia leptopetala (Annonaceae). J Braz Chem Soc. 2009;20:375-378.

Karyono TH. Wujud Kota Tropis Di Indonesia : Suatu Pendekatan Iklim, Lingkungan Dan Energi. Dimens Tek Arsit. 2001;29:141-146.

Pramestuti N, Martini. Perbedaan siklus gonotropik dan peluang hidup Aedes sp. di kabupaten Wonosobo. Jurnal Ekologi Kesehatan. 2012;11(3):194-201.

Purnomo, Asmarayani R. Hubungan kekerabatan antar spesies Piper berdasarkan sifat morfologi dan minyak atsiri daun di Yogyakarta. J Biol Divers. 2005;6(1):12-16.

P P, Soreng R. Systematic of California Grasses. London: University of California Press; 2007.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



SPIRAKEL (p-ISSN: 2086-1346, e-ISSN: 2354-8819) is published by Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia

Indexing:

Visitor Number : 

free
web stats
View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Internasional License