Gambaran Kasus Dan Tersangka Vektor Malaria Di Daerah Pedalaman Malinau

Liestiana Indriyati, Juhairiyah Juhairiyah, Windy Tri Yuana

Abstract


Abstract

Malaria is a re-emerging disease that still become a global problem because it attacks the productive age and causes the death of infants, toddlers and women. In Indonesia, there were 374 malaria endemic districts in 2011 with the number of cases as many as 256.592 people out of 1.322.451 cases of suspected malaria were examined with an incidence rate of 1,75/1000 population/year. The result of a health survey in South Malinau district in 2007 shows SPR malaria (13.33%). The report of Malinau District Health Office in 2008 there were 9 mortality because of malaria in Long Loreh Health Center. The research objective was to determine the situation of malaria (update cases) during the course of the research activities. Descriptive study was conducted with a cross sectional method in Sungai Uli South Malinau District of Long Loreh Health Center in August 2012. In 2010 and 2011 there were no malaria cases in Long Loreh Health Center. The results of the examination of 103 people, 24 people suffering malaria (SPR 23,3%) consisted of 7 malaria falciparum, 15 malaria vivax and 2 mix infection malaria falciparum and vivax, 11 of them are children aged 3-11 years that showed local transmission (indigenous). The discovery of malaria cases in this study indicate the occurrence of re-emerging diseases malaria in Long Loreh Health Center or the formation of population immunity in that area so people with malaria do not go to health services and not recorded in the health center data. Based on the mosquitoes species were found, age and density, the potential mosquito vectors are Anopheles nigerrimus (Hyrcanus group), Anopheles barbirostris and Anopheles umbrosus group.

Keywords : Malaria, vector, Plasmodium, Anopheles


Abstrak

Malaria merupakan re-emerging diseases yang masih menjadi masalah global karena selain menyerang usia produktif juga banyak menyebabkan kematian pada bayi, anak balita dan wanita. Di Indonesia, pada tahun 2011 terdapat 374 kabupaten endemis malaria dengan jumlah kasus sebanyak 256.592 orang dari 1.322.451 kasus tersangka malaria yang diperiksa dengan tingkat kejadian 1,75 per 1000 penduduk/tahun. Hasil survei kesehatan pemberantasan penyakit bersumber binatang di daerah perbatasan di Kecamatan Malinau Selatan Tahun 2007 menunjukkan SPR malaria sebesar 13,33% dan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau pada tahun 2008 terdapat 9 kasus meninggal dunia akibat malaria di wilayah kerja Puskesmas Long Loreh. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui situasi malaria (update kasus) pada saat tahun berlangsungnya kegiatan penelitian. Penelitian deskriptif dilaksanakan dengan metode potong lintang di Desa Sungai Uli Kecamatan Malinau Selatan wilayah kerja Puskesmas Long Loreh pada bulan Agustus 2012, dengan jumlah sampel sebanyak 103 penduduk Desa Sungai Uli. Hasil pemeriksaan, sebanyak 24 orang dinyatakan positif malaria dari 103 orang yang diperiksa (SPR 23,3%) terdiri atas 7 malaria falciparum, 15 malaria vivax dan 2 mix infection malaria falciparum dan vivax. Sebanyak 11 orang diantaranya anak-anak berumur 3 sampai dengan 11 tahun yang menunjukkan adanya transmisi lokal (indigenous). Ditemukannya kasus malaria menandakan terjadinya re-emerging malaria di wilayah kerja Puskesmas Long Loreh. Terbentuknya imunitas penduduk di daerah tersebut sehingga penderita malaria tidak menimbulkan gejala dan berobat ke pelayanan kesehatan sehingga tidak tercatat pada laporan puskesmas. Berdasarkan spesies nyamuk yang ditemukan, umur dan tingkat kepadatan, nyamuk yang berpotensi sebagai vektor yaitu Anopheles nigerrimus (hyrcanus group), Anopheles barbirostris dan Anopheles umbrosus group.

Kata kunci : Malaria, vektor, Plasmodium, Anopheles


Keywords


Malaria, vector, Plasmodium, Anopheles

References


Munif A, Ariati Y. Tabel kehidupan Anopheles aconitus di Laboratorium. Media Litbang Kesehatan. 2007;17(2):1–7.

Hakim L, Ipa M. Sistem kewaspadaan dini KLB malaria berdasarkan curah hujan, kepadatan vektor dan kesakitan malaria di Kabupaten Sukabumi. Media Libang Kesehatan. 2007;XVII(2):39–40.

Loka Litbang P2B2 Tanah Bumbu. Laporan hasil epidemiologi malaria di Kabupaten Malinau Tahun 2007. 2007.

Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau. Laporan bulanan kasus malaria di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Malinau Tahun 2008. 2008.

Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau. Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau Tahun 2009. 2009.

Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau. Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau Tahun 2010. 2010.

Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau. Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau Tahun 2011. 2011.

Waris L, dkk. Laporan hasil penelitian epidemiologi penyakit bersumber binatang (malaria, filariasis dan kecacingan) di Daerah Lintas Batas Indonesia-Malaysia (Kabupaten Nunukan Propinsi Kalimantan Timur). Tanah Bumbu; 2010.

Munif A, Sudomo M, Soekirno. Bionomi Anopheles sp di Daerah endemis malaria di Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Buletin Penelitian Kesehatan. 2007;35(2):57–80.

Harijanto, P N. Malaria epidemiologi, patogenesis, manifestasi klinis dan penanganan. Jakarta: EGC; 2000.

O’Connor C. The Anopheles hyrcanus group in Indonesia. Mosquito Systematics. 1980;12(3):293-205.

Waris L, Nuhung H, Rahman A, Cahyadi H. Survey kesehatan pemberantasan penyakit bersumber binatang (P2B2) di Daerah Perbatasan (Kabupaten Malinau) Propinsi Kalimantan Timur Tahun 2007. Jurnal Buski. 2008;1(1):13–7.

Reid J. The Anopheles hyrcanus Group in South-East Asia (Diptera:Culicidae). Buletin Entomological Research. 1953; 44(1):5–76.

Waris L. Potret Vektor Malaria dan Filariasis di Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan Propinsi Kalimantan Timur. Vektora. 2011; 3(2): 122-136

Departemen Kesehatan RI. Modul pengendalian vektor malaria di Indonesia. Ditjen P2MPL. Jakarta. 2004.

Munif A. Nyamuk vektor malaria dan hubungannya dengan Aktivitas kehidupan manusia di Indonesia. Aspirator. 2009;1(2):94–102.

Hoedojo. Vector of malaria and filariasis in Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan. 1989;17(2):180–90.

Munif A, Rusmiarto S, Aryati Y, Andris H, Stoops C. konfirmasi status Anopheles vagus sebagai vektor pendamping saat kejadian luar biasa malaria di Kabupaten Sukabumi Indonesia. Jurnal Ekologi Kesehatan. 2008;7(1):689–96.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



SPIRAKEL (p-ISSN: 2086-1346, e-ISSN: 2354-8819) is published by Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia

Indexing:

Visitor Number : 

free
web stats
View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Internasional License