Pemetaan Kasus Filariasi Di Kabupaten Muaro Jambi

Santoso Santoso, Hotnida Sitorus, Milana Salim, Reni Oktarina, Yanelza Supranelfy

Pemetaan Kasus Filariasi Di Kabupaten Muaro Jambi

Abstract


Abstract

Jambi province is one of the areas with the spread of endemic filariasis cases covering almost all regencies/cities are there. Number of chronic filariasis cases reported in the province of Jambi to 2011 as many as 343 cases in 9 of the 11 regencies/cities with most cases in Muaro Jambi regency of 151 cases. The research aims to describe the spread of filariasis cases in Muaro Jambi. Research was conducted with the whole house of chronic filariasis patients were enrolled and patients with positive results of blood tests performed during the study. The equipment used in this study is the Global Positioning System (GPS) the 60 CSx type to measure the coordinates of filariasis patients. All patients enrolled filariasis attended to his house and recorded a point in the coordinate form. The prevalence of chronic positive and focused on the 4 districts, namely District Maro Sebo, Kumpeh Ulu, Kumpeh and Taman  Rajo (division of districts Kumpeh). Positive case was found in 3 districts, namely District Muaro Sebo, Taman Rajo and Jambi Outer City. Several cases were found including in Batanghari regency. Filariasis control activities should be conducted in an integrated manner with other districts so that the spread of filariasis endemic also be suppressed.

Keywords: filariasis, mapping, Muaro Jambi, GIS.

Abstrak

Provinsi Jambi merupakan salah satu wilayah endemis filariasis dengan penyebaran kasus meliputi hampir seluruh Kabupaten/Kota yang ada. Jumlah kasus kronis filariasis yang dilaporkan di Provinsi Jambi sampai dengan tahun 2011 sebanyak 343 kasus tersebar di 9 dari 11 Kabupaten/Kota dengan kasus terbanyak di Kabupaten Muaro Jambi sebesar 151 kasus. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan penyebaran kasus filariasis di Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian dilakukan dengan mendatangi seluruh rumah penderita filariasis kronis yang terdaftar dan penderita positif hasil pemeriksaan darah yang dilakukan selama penelitian. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Global Positioning System (GPS) tipe CSx 60 untuk mengukur titik koordinat penderita filariasis. Seluruh penderita filariasis yang terdaftar didatangi ke rumahnya dan dicatat titik koordinatnya dalam formulir. Penyebaran kasus kronis dan positif terfokus pada 4 wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Maro Sebo, Kumpeh Ulu, Kumpeh dan Taman Rajo (pemekaran dari kecamatan Kumpeh). Kasus positif ditemukan di 3 wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Muaro Sebo, Taman Rajo dan Jambi Luar Kota. Beberapa kasus yang ditemukan termasuk dalam wilayah Kabupaten Batanghari. Kegiatan pengendalian filariasis harus dilakukan secara terintegrasi dengan wilayah kabupaten lain yang juga endemis agar penyebaran filariasis dapat ditekan.

Kata kunci: Filariasis, pemetaan, Muaro Jambi, GIS.

Keywords


filariasis, mapping, Muaro Jambi, GIS.

References


Departemen Kesehatan. Pedoman Eliminasi Filariasis di Indonesia. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: 2008.

[Kemenkes] Kementerian Kesehatan. Filariasis di Indonesia. Buletin Jendela Epidemiologi. Jakarta: Pusat Data dan Surveilans Epidemiologi Kementerian Kesehatan RI, 2010.

[Dinkes] Dinas Kesehatan. Profil Kesehatan Provinsi Jambi 2011. Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Tahun 2011. Jambi: 2012

[Dinkes] Dinas Kesehatan. Laporan Tahunan Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Tahun 2011. Dinas Kesehatan Propinsi Jambi. Jambi: 2012

[Dinkes] Dinas Kesehatan. Laporan ELKAGA Tahun 2010. Muaro Jambi: Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, 2011.

[Depkes] Departemen Kesehatan. Buku 2: Epidemiologi Penyakit Kaki Gajah (Filariasis) di Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan, 2002.

[Dinkes] Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. Laporan Tahunan Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Tahun 2011. Jambi: Dinas Kesehatan Propinsi Jambi, 2012.

Yahya, dkk. Epidemiologi Filariasis Di Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Laporan Akhir Penelitian. Baturaja: Loka Litbang P2B2 Baturaja, 2012.

Bagrey MM Ngwira, Phillimon Tambala, A Maria Perez, Cameron Bowie and David H Molyneux. Filaria Journal. 2007; 6(12). (cited 01 November 2012). Available from: http://www.filariajournal.com/content/6/1/12.

Upadhyayula S.M., Mutheneni S.R., Kadiri M.R., Kumaraswamy S., Nagalla B. A Cohort Study of Lymphatic Filariasis on Socio Economic Conditions in Andhra Pradesh, India. PLoS ONE (online). 19 Maret 2012, 7(3): e33779 (cited 15 November 2012). Available from: www.plosone.org. doi:10.1371/journal. pone.0033779.

Mulyono R.A., Hadisaputro S., Wartono H. Risk factors environment and behavior influence the occurance of filariasis (case study in area Pekalongan). Bina Sanitasi. 2008; 1(1): 18-27.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



SPIRAKEL (p-ISSN: 2086-1346, e-ISSN: 2354-8819) is published by Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia

Indexing:

Visitor Number : 

free
web stats
View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Internasional License