Hari Malaria Sedunia 2013 Investasi Di Masa Depan. Taklukkan Malaria

Hotnida Sitorus

Hari Malaria Sedunia 2013 Investasi Di Masa Depan. Taklukkan Malaria

Abstract


Abstract

Malaria is still the global health problems, World Health Organization estimates that malaria causes death of approximately 660.000 in 2010, most of the age of the children in the region of sub-Saharan Africa. World Malaria Day 2013 assigned the theme “Invest in the future. Defeat malaria”. It takes political will and collective action to jointly combat malaria through malaria elimination. Needed more new donors to be involved in global partnerships against malaria. These partnerships exist, one of which is support of funding or facility for malaria endemic countries which do not have sufficient resources to control malaria. A lot of effort has been done or is still in the development stage. The use of long-lasting insecticidal nets appropriately can reduce malaria cases. The use of rapid diagnostic test, especially in remote areas and health facility with no microscopy, is very beneficial for patients to get prompt treatment. The control of malaria through integrated vector management is a rational decision making process to optimize the use of resources in the control of vector. Sterile insect technique has a promising prospect and expected to replace the role of chemical insecticides that have negative impact both on the environment and target vector (resistance).

Keywords: Malaria, long-lasting insecticidal nets, rapid diagnostic test

Abstrak

Malaria masih menjadi masalah kesehatan dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan malaria menyebabkan kurang lebih 660.000 kematian pada tahun 2010, kebanyakan usia anak-anak di wilayah Sub-Sahara Afrika. Pada peringatan hari malaria dunia tahun 2013 ditetapkan tema “Investasi di masa depan. Taklukkan malaria”. Dibutuhkan kemauan politik dan tindakan kolektif untuk bersama-sama memerangi malaria melalui gerakan eliminasi malaria. Diperlukan lebih banyak donor baru untuk turut terlibat dalam kemitraan global melawan malaria. Wujud kemitraan tersebut salah satunya adalah dukungan dana ataupun fasilitas bagi negara-negara endemis malaria yang tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mengendalikan malaria. Banyak upaya yang telah dilakukan maupun yang masih dalam tahap pengembangan. Penggunaan kelambu berinsektisida tahan lama secara tepat dapat mengurangi kasus malaria. Penggunaan rapid diagnostic test terutama pada daerah pelosok dan yang tidak memiliki fasilitas pemeriksaan mikroskopis sangat bermanfaat bagi penderita untuk memperoleh pengobatan yang cepat dan tepat. Pengendalian malaria melalui manajemen vektor terpadu merupakan proses pengambilan keputusan yang rasional untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dalam pengendalian vektor. Teknik serangga mandul memiliki prospek yang menjanjikan dan diharapkan dapat menggantikan peran insektisida kimiawi yang berdampak negatif baik terhadap lingkungan maupun vektor sasaran (resistensi).

Kata kunci: Malaria, Kelambu berinsektisida tahan lama, uji diagnostik cepat


Keywords


Malaria, long-lasting insecticidal nets, rapid diagnostic test

References


Centers for Disease Control and Prevention. CDC’s Malaria Program. Disitasi 1 Juli 2013. ditelusuri dari: http://www.cdc.gov/malaria/resources/pdf/fsp/cdc_ malaria_program.pdf).

World Health Organization. Regional Office for South-East Asia. WHO calls for greater investment to eliminate malaria. Disitasi 1 Juli 2013. Ditelusuri dari: http://www.searo.who.int/mediacentre/releases/2013/pr1557/en/index.html.

Anonimus. Long-lasting Insecticidal Nets and Materials. Disitasi: 2 Juli 2013. Ditelusuri dari: http://www.mrcindia.org/MRC_profile/profile2/Long-lasting insecticidal nets and materials.pdf.

World Health Organization. Guidelines for laboratory and field testing of long lasting insecticidal mosquito nets. Geneva; 2005.

Ordonez GJ, Kroeger A, Avina AI, Pabon E. Wash Resistance of Insecticide-treated Materials. Trans R Soc Trop Med Hyg 2002, 96:370-375.

Winardi E. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria Di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu Tahun 2004. Tesis FKM UI, Depok.

Pusat Data dan Informasi Ditjen. P2B2. Epidemiologi Malaria di Indonesia. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. Triwulan I. 2011.

Yahya. Penggunaan Kelambu Berinsektisida Permethrin di Desa Seleman Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. Jurnal Pembangunan Manusia Vol.5 No.3, 2011.

Tri Adryanto AF. 2010. Hubungan Kepatuhan Menggunakan Kelambu Berinsektisida Dengan Kejadian Penyakit Malaria Di Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tesis Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok.

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Penatalaksanaan Kasus Malaria di Indonesia. Ditjen Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. 2011.

Sabbatani S, Fiorino S dan Manfredi R. The emerging of the fifth malaria parasite (Plasmodium knowlesi). A public health concern? Braz J Infect Dis 2010;14(3):299-309.

Figtree M, Lee R, Bain L, Kennedy T, Mackertich S, et al. Plasmodium knowlesi in Human, Indonesian Borneo. Emerging Infectious Diseases. Vol. 16, No. 4, 2010.

Dondorp AM, Nosten F, Yi P, Das D, Phyo AP, et al. Artemisinin Resistance in Plasmodium falciparum Malaria. N Engl J Med 2009; 361:455-467 DOI: 10.1056/NEJMoa0808859).

Esteva L dan Yang HM. Control of Dengue Vector by the Sterile Insect Technique Considering Logistic Recruitment. TEMA Tend. Mat. Apl. Comput., 7, No. 2 (2006), 259-268.

Robinson AS, Franz G, Atkinson PW. Insect transgenesis and its potential role in agriculture and human health. Insect Biochem Mol Biol. 2004;34(2):113-20. DOI: 10.1016/j. ibmb.2003.10.004.

Nurhayati S., Tetriana D., Rahayu A. dan Budi Santoso. Pemandulan Anopheles maculatus Sebagai Vektor Penyakit Malaria Dengan Radiasi Gamma Co-60. Prosiding Seminar Nasional Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan IV dan International Seminar on Occupational Health and Safety I Depok, 27 Agustus 2008.

Catterruccia F., Crisanti F. Dan Wimmer EA. Transgenic Technologies to Induce Sterility. Malaria Journal 2009, 8(Suppl 2):S7 doi:10.1186/1475-2875-8-S2-S7.

Widiarti. Pengembangan Teknik Serangga Mandul dengan Radiasi Gamma dalam Upaya Pengendalian Vektor Malaria di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Laporan Akhir Penelitian Ristek. Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit. 2010.

Benedict MQ dan Robinson AS. The first releases of transgenic mosquitoes: an argument for the sterile insect technique. TRENDS in Parasitology Vol.19 No.8 August 2003).

World Health Organization. Handbook for Integrated Vector Management. Geneva. 2012.

Fillinger U, Ndenga B, Githeko A, Lindsay SW. Integrated malaria vector control with microbial larvicides and insecticide-treated nets in western Kenya: a controlled trial. Bulletin of the World Health Organization 2009;87:655-665. doi: 10.2471/BLT.08.055632.

Van den Berg H, Von Hildebrand, Ragunathan V dan Das PK. Reducing vector-borne disease by empowering farmers in integrated vector management. Disitasi 22 Juli 2013. Ditelusuri dari: http://www.who.int/bulletin/volumes/85/7/06-035600/en/#.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



SPIRAKEL (p-ISSN: 2086-1346, e-ISSN: 2354-8819) is published by Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia

Indexing:

Visitor Number : 

free
web stats
View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Internasional License