Pengendalian Malaria Di Desa Tebat Gabus Oleh Penyelenggara Kesehatan Melalui Peningkatan Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Masyarakat

Maya Arisanti, Hotnida Sitorus, Tri Wurisastuti

Abstract


Abstract

Malaria is an infectious disease and remains a health problem in Indonesia, especially in Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) Regency. This disease can be cause of death, anemia and lower labour productivity of patients. Previous research in OKUS Regency showed the annual malaria incidence (AMI) is still high with the low knowledge of community. This study aims to determine the magnitude of the problem of malaria and malaria prevention efforts in Tebat Gabus Village and programs that have not been implemented by the provider to increase knowledge, attitudes and behavior of the community in Kisam Tinggi Subdistrict OKUS Regency. Data collected were secondary data of quantitative and qualitative case study, and data collected by in-depth interviews and Focus Group Discussion (FGD). Research area was located in Tebat Gabus Village of Kisam Tinggi Subdistrict OKUS Regency. Annual malaria incidence of Tebat Gabus Village showed fluctuated number year by year. The highest number of AMI was in 2011 (231,89%o), and the lowest in 2009 (188,97%o). Malaria control programs that have been implemented by local goverment already implemented but there is a gap in the availability of the service needs of the community about malaria control programs by health providers. The number of malaria cases in Tebat Gabus is still high and there is a gap between the needs of the community with the needs of health providers.

Keywords: Malaria, control, community, health providers, Tebat Gabus


Abstrak

Malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia terutama di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS). Penyakit ini dapat menyebabkan kematian, anemia dan menurunkan produktivitas kerja penderita. Penelitian sebelumnya di Kabupaten OKUS memperlihatkan angka AMI (Annual Malaria Incidence) yang masih tinggi dengan pengetahuan masyarakat yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui besarnya masalah malaria dan upaya pencegahan malaria di Desa Tebat Gabus dan program yang belum dilaksanakanoleh penyelenggara kesehatan melalui peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat. Metode penelitian adalah analisa data sekunder kuantitatif dan studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data pengamatan, wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Lokasi penelitian di Desa Tebat Gabus Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten OKUS. Hasil penelitian menunjukkan angka AMI di Desa Tebat Gabus dari tahun ke tahun mengalami perubahan. Angka AMI paling tinggi terjadi pada tahun 2011 yaitu 231,890/00 dan paling rendah pada tahun 2009 yaitu 188,970/00. Upaya pencegahan telah dilakukan oleh penyelenggara kesehatan melalui program pengendalian malaria yang sudah berjalan namun terdapat kesenjangan kebutuhan masyarakat dengan ketersediaan layanan petugas puskesmas dan dinas kesehatan dimana belum terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan program pengendalian malaria oleh penyelenggara kesehatan. Kejadian malaria di Desa Tebat Gabus masih tinggi dan terdapat kesenjangan antara kebutuhan masyarakat dengan kebutuhan penyelenggara kesehatan.

Kata Kunci: Malaria, pengendalian, masyarakat, penyelenggara kesehatan, Tebat Gabus


Keywords


Malaria, control, community, health providers, Tebat Gabus

References


Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Manajemen Malaria. Dirjen PPPL. Jakarta; 2014.

Kementerian Kesehatan RI. Laporan Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Litbangkes. Jakarta; 2013.

Maulana HDJ. Promosi Kesehatan. ECG. Jakarta; 2009.

Kementerian Kesehatan RI. Epidemiologi Malaria di Indonesia. Buletin Jendela Data Informasi Kesehatan. 2011; 1(1):1-16.

Margarethy I, Hotnida S, Aprioza Y, Febriyanto. Partisipasi Masyarakat Dalam Penanggulangan Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Tenang Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2009. Laporan Penelitian.

Nangi MG, Ridwan A, Arifin S. Pola Spasial Epidemiologi Malaria di Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2008. Tesis. Makassar. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin; 2009.

Departemen Kesehatan RI. Pedoman Ekologi dan Aspek Perilaku Vektor. Dirjen P2MPL. Jakarta; 2001.

Kementerian Kesehatan RI. SK Menkes RI no 293/Menkes/SK/IV/2009 Tentang eliminsasi malaria di Indonesia. Jakarta; 2009.

Mayasari R, Indah M, Irpan P.Pengaruh Penyuluhan terhadap Pengetahuan Sikap Perilaku Masyarakat tentang Penyakit Malaria di Kecamatan Mendingin Kabupaten OKU 2010. Laporan Penelitian. Loka Litbang P2B2 Baturaja. Baturaja; 2010.

Hasanah EF. Studi Komparasi Pemanfaatan Puskesmas di Kecamatan Bandung Kulon. Tesis. Universitas Pendidikan Indonesia. 2012. Tersedia di http://www.repository.upi.ed. Diakses tanggal 10 November 2012.

Supardi. Hubungan antara Persepsi Mutu Pelayanan Pengobatan dengan Kepuasan Pasien di Balai Kesehatan Karyawan Rokok Kudus. Tesis. Universitas Dipenogoro. 2008.

Ambo M. Distribusi dan Penggunaan Kelambu Berinsektisida di Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara. Tesis. [diakses tanggal 1 Desember 2015]. Universitas Gadjah Mada. 2008. Tersedia di http://etd.repository.ugm.ac.id. Diakses tanggal 1 Desember 2015.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



SPIRAKEL (p-ISSN: 2086-1346, e-ISSN: 2354-8819) is published by Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia

Indexing:

Visitor Number : 

free
web stats
View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Internasional License