Tingkat Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku (PSP) Masyarakat Berdasarkan Riwayat Filariasis Di Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas Tahun 2013

Diana Andriyani Pratamawati, Siti Alfiah

Abstract


Abstract

Until the beginning of 2013, there were 40 people suffering from chronic filariasis spread in 16 health centers in the district of Banyumas, Central Java. Until mid-2013, the availability of information on the social aspects that play a role in the transmission of filariasis in conjunction with parasites, vectors and humans in the district of Banyumas is still very limited. Research aims to illustrate the level of knowledge, attitudes, and practices of the people who live in areas with a history of transmission of filariasis. The research was carried out in April 2013 located in Sokaraja Kulon Village area of Sokaraja Community Health Center, Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency. The study was cross-sectional with a number of respondents interviewed as many as 67 people, and samples were taken for fingerprick blood samples as many as 500 people. Fingerprick blood samples results in the Village Sokaraja Kulon to 500 people showed negative results. However, from the results of interviews with 67 respondents note that there was one person of respondents who had history of chronic filarisis. Respondents with a history of filariasis was supportive, but his practices was less. Meanwhile, respondents without history of filariasis being not supportive, but his practices was good regarding the transmission of filariasis.

Keywords: Filariasis, practices, Banyumas


Abstrak

Sampai dengan awal tahun 2013 tercatat sebanyak 40 orang menderita filariasis kronis yang tersebar di 16 puskesmas di wilayah Kabupaten Banyumas, JawaTengah. Hingga pertengahan tahun 2013, ketersediaan informasi mengenai aspek sosial yang berperan dalam penularan filariasis dalam hubungannya dengan parasit, vektor dan manusia di wilayah Kabupaten Banyumas masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat tentang penularan filariasis yang berada di daerah dengan riwayat filariasis. Lokasi penelitian berada di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja I yaitu di Desa Sokaraja Kulon Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumaspada bulan April 2013. Jenis penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah responden diwawancarai sebanyak 67 orang dan sampel yang diambil untuk survei darah jari (SDJ) sebanyak 500 orang.Hasil sampel SDJ di Desa Sokaraja Kulon terhadap 500 orang menunjukkan hasil yang negative, sedangkan dari hasil wawancara terhadap 67 responden diketahui bahwa ada satu orang responden yang pernah mengalami filarisis kronis. Gambaran tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku, antara responden dan yang tidak pernah mengalami filariasis, yaitu meskipun tingkat pengetahuan sama-sama cukup namun dalam bersikap dan berperilaku terhadap penularan filariasis tidak sama. Responden dengan riwayat filariasis bersikap mendukung, namun perilakunya kurang. Sementara itu, responden tanpa riwayat filariasis bersikap tidak mendukung, namun perilakunya baik mengenai penularan filariasis.

Kata Kunci: Filariasis, perilaku, Banyumas


Keywords


Filariasis, practices, Banyumas

References


Departemen Kesehatan RI. Pedoman penentuan daerah endemis penyakit kaki gajah (Filariasis). Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan. 2002.

Joesoef A. Petunjuk pelaksanaan pemberantasan filariasis di Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. 1985.

Kementerian Kesehatan RI. Undang-undang PMK No.94 Tahun 2014 [Internet]. 2014. Tersedia di: http://www.depkes.go.id/resources/download/info-terkini/PMK No. 94 ttg Penanggulangan Filariasis.pdf.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Buku profil kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012 [Internet]. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah; 2012. Tersedia di: http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROVINSI_2012/13_Profil_Kes.Prov.JawaTengah_2012.pdf.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Buku saku kesehatan tahun 2013 [Internet]. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah; Tersedia di: http://www.dinkesjatengprov.go.id/v2010/dokumen/2014/SDK/Mibangkes/BUKU_SAKU_TH2013.pdf.

Departemen Kesehatan RI. Pedoman program eliminasi filariasis di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. 2005.

Leemingsawat ST, Deesin SV. Determination of filariae in mosquitoes, in practical entomology malaria and filariasis (Eds. Sucharit, S., S. Supavej). The Museum and Reference Centre, Faculty of Tropical Medicine, Mahidol University; 1987.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Materi evaluasi kegiatan program P2 demam berdarah dengue Kabupaten Banyumas Tahun 2012 [PPT].

Lwanga SKSL. Sample size determination in health studies (a practical manual). Geneva: World Health Organization; 2000.

Riwidikdo H. Statistik untuk penelitian kesehatan dengan aplikasi program R dan SPSS. Yogyakarta: Pustaka Rihama; 2010.

Riftiana N. Hubungan sosiodemografi dengan kejadian filariasis di Kabupaten Pekalongan. Kes Mas UAD. 2010;4(1):59–65.

Jontari H, Hari K, Supargiyono, Hamim, S. Faktor-faktor risiko kejadian penyakit lymphatic filariasis di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat Tahun 2010 Hutaga. OSIR (Outbreak, Surveillance, Investig Reports). 2014;7(1):9–15.

Agustiantiningsih D. Praktik pencegahan filariasis. J Kesehat Masy. 2013;8(2):25-31.

Nazeh MA, Zurainee MN, Abdulhamid A, Abdulelah H, Al-Adhroey MM and MK. Lymphatic filariasis in Peninsular Malaysia: a cross-sectional survey of the knowledge, attitudes, and practices of residents. Parasit Vectors [Internet]. 2014; Tersedia di: https://parasitesandvectors.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13071-014-0545-z.

Wynda S, Melroseb WD, Durrheimb DN, Carronb JMG. Understanding the community impact of lymphatic filariasis: a review of the sociocultural literature. Bull World Health Organ [Internet]. 2007;8(6):421–500. Tersedia di: http://www.who.int/bulletin/volumes/85/6/06-031047/en/.

Supali T. Keberhasilan program eliminasi filariasis di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Bul Jendela Epidemiol. 2010;1(Juli):20–3.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



SPIRAKEL (p-ISSN: 2086-1346, e-ISSN: 2354-8819) is published by Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia

Indexing:

Visitor Number : 

free
web stats
View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Internasional License