Pengaruh Konsentrasi Kaporit Terhadap Daya Tetas Telur Aedes aegypti

Bina Ikawati, Reza Ayu Rizqi Meilani

Abstract


Abstract

Dengue hemorrhagic fever is still a serious public health problem in the world. World Health Organization noted that outbreak of dengue fever has become a major threat to global health. Dengue is transmitted to humans through the bite of an infected Aedes mosquito dengue virus. Aedes aegypti mosquitoes multiply rapidly within seven days to become adult mosquitoes and live in places like a bathtub, secondhand goods or container that contains water. Chlorine is a chemical used to purify the water as a disinfectant. The research objective was to analyze the effect chlorine to the egg hatchability of Aedes aegypti. The study design is Post Test Only Design with various concentrations of chlorine of 2.5 mg / l; 5.0 mg / l; 7.5 mg / l and 10.0 mg / l. The data was analyzed using Kruskal Wallis test and used to determine LC50 Probit analysis. The results showed there was an influence on various doses of chlorine to the egg hatching rate of Aedes aegypti. Increase of the chlorine concentration in the water followed by less number hatch of eggs. The results of probit analysis showed that the inhibition of the hatching of the eggs 50% at a concentration of 2.579 mg/l chlorine. Based on these results that chlorine could be used as an alternative to the integrated vector control of dengue fever.

Keywords: Chlorine, hatchability, Aedes aegypti

 

Abstak

Demam berdarah dengue masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia yang serius. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan demam berdarah dengue telah menjadi ancaman utama bagi kesehatan secara global. Demam berdarah dengue ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi virus Dengue. Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak dengan cepat dalam waktu sekitar tujuh hari untuk menjadi nyamuk dewasa dan hidup pada tempat-tempat yang dapat menampung air seperti bak mandi, barang bekas dan barang-barang lain yang dapat menampung air. Kaporit merupakan bahan kimia yang biasa digunakan untuk menjernihkan air sebagai desinfektan. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh konsentrasi kaporit terhadap daya tetas telur Aedes aegypti. Rancangan penelitian adalah post test only group design dengan berbagai konsentrasi kaporit yaitu 2,5 mg/l; 5,0 mg/l; 7,5 mg/l dan 10,0 mg/l. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Kruskall Wallis dan untuk mengetahui LC50 digunakan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pada berbagai dosis kaporit terhadap persentase penetasan telur Aedes aegypti. Makin tinggi konsentrasi kaporit maka ada kecenderungan makin sedikit jumlah telur yang menetas. Hasil pengolahan data dengan analisis probit menunjukkan bahwa daya hambat terhadap penetasan telur 50% pada konsentrasi 2,579 mg/l kaporit. Berdasarkan hasil tersebut kaporit dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian vektor demam berdarah terpadu.

Kata Kunci: Kaporit, daya tetas telur, Aedes aegypti


Keywords


Chlorine, hatchability, Aedes aegypti

References


Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2013. Jakarta. 2014.

Yatim F. Macam-macam penyakit menular dan pencegahannya. Jakarta: Pustaka Populer Obor. 2001.

Effendy H. Pemberian kalsium hipoklorit dalam air untuk menghambat penetasan telur Aedes sp. [tesis] Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang. 2008.

Rohan BY, Widiarti, Hartini E. Pengaruh Konsentrasi tawas pada air sumur terhadap daya tetas telur nyamuk Aedes aegypti di laboratorium. Vektora. 2008; 2(1):29–41.

Manahan, Stanley E. Environmental chemistry. Monterey; California; Boston: W Grant Press; 1994.

Mintarsih E, Santoso L, Suwasono H. Pengaruh suhu dan kelembaban udara alami terhadap jangka hidup Aedes aegypti betina di Kotamadya Salatiga dan Semarang. Cermin Dunia Kedokt. 1996;107:20–2.

Neto P, Silva M. Development, longevity, gonotrophic cycle and oviposition of Aedes albopictus Skuse (Diptera: Culicidae) under cyclic temperature [abstrak]. 2004.

Papaj D. Ovarian dynamics and host use. Annu Rev Entomol. 2000; 45:423–48.

Hadi UK, Sigit SH, Agustina E. Habitat jentik Aedes aegypti (Diptera: Culicidae) pada media air terpolusi. [internet] 2010. [disitasi tanggal 5 Agustus 2015]. Diakses dari http://upikke.staff.ipb.ac.id/files/2010/05.

Byttebier B, De Majo MS and Fischer S. Hatching response of Aedes aegypti (Diptera: Culicidae) eggs at low temperatures: Effects of hatching media and storage conditions. Journal of Medical Entomology. 2014; 51(1).

[internet] [disitasi tanggal 5 Desember 2015]. Diakses dari http://www.Researchgate.Net/Publication/259755200.

Yulidar. Pengaruh Pemaparan berbagai konsentrasi temefos pada larva instar 3 (L3) terhadap morfologi telur Aedes aegypti. Jurnal Vektor Penyakit. 2014; 8(2):41–4.

Farnesi LC, Menna-Barreto RFS, Martins AJ, Valle D, Rezende GL. Physical features and chitin content of eggs from the mosquito vectors Aedes aegypti, Anopheles aquasalis and Culex quinquefasciatus: Connection with distinct levels of resistance to desiccation. J Insect Physiol [Internet] 26 October 2015. [disitasi 9 November 2015 ]. Diakses dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26514070.

Villanueva FR., Eguia MJ, Leal AF. Effects of sublethal dosages of abate upon adult fecundity and longevity of Aedes aegypti. J Am Mosq Contrl Assoc. 1990; 6(4):739–741.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



SPIRAKEL (p-ISSN: 2086-1346, e-ISSN: 2354-8819) is published by Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia

Indexing:

Visitor Number : 

free
web stats
View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Internasional License