Hubungan Antara Perilaku Penggunaan Insektisida Rumah Tangga Dengan Riwayat Pernah Sakit Demam Berdarah di Provinsi Bali Tahun 2011

Diana Andriyani Pratamawati, Anggi Septia Irawan, Widiarti Widiarti

Abstract


Abstract

Since 1973 Bali become dengue endemic areas. Ones of 3M Plus efforts include the use of household insecticides to prevent mosquito bites. Long period used chemical insecticides cause resistance of Aedes aegypti from their active ingredient. This study aimed to determine the relationship between behavior of household insecticides usage with dengue incidence in Bali Province. This research conducted in 2011 using cross-sectional study method. Independent variable is behavior of household insecticide usage and the incidence of dengue as dependent variable. The Result showed that there is no significant relationship between behavior of household insecticides usage with a history of dengue incidence, indicates that the respondent behavior of household insecticide usage has not been directly affected by cases of dengue, this is mainly due to the source of vector habitat that are likely still available. To support dengue prevention measure, using the household insecticides to prevent contact with dengue vectors are also advised to conduct mosquito nest eradication (PSN) which includes 3M Plus. Prevention of mosquitoes contact can be done when the household insecticides performed well, right, and proper dosage.

Keywords: Household insecticides, DHF, Bali


Abstrak

Sejak tahun 1973 Bali termasuk daerah endemis demam berdarah dengue (DBD). Salah satu upaya 3M Plus antara lain pemakaian insektisida rumah tangga untuk mencegah gigitan nyamuk. Penggunaan insektisida dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan terjadinya resistensi nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk sejauh mana hubungan perilaku pemakaian insektsida rumah tangga dengan riwayat kejadian DBD. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2011 dengan desain studi deskriptif potong lintang (cross sectional). Jumlah sampel total 88 orang yang berasal dari wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Badung Provinsi Bali. Variabel yang diteliti meliputi perilaku pemakaian insektisida rumah tangga (variabel bebas), sedangkan riwayat kejadian DBD merupakan variabel terikat. Tidak ada hubungan yang signifikan antara perilaku pemakaian insektisida rumah tangga dengan riwayat kejadian DBD menunjukkan bahwa perilaku pemakaian insektisida responden belum secara langsung mencegah responden terkena DBD. Hal ini terutama disebabkan sumber habitat/sarang vektor nyamuk yang kemungkinan masih tersedia sehingga untuk mendukung tindakan pencegahan DBD, selain memakai insektisida rumah tangga untuk mencegah kontak dengan vektor dengan baik dan benar juga disarankan untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang meliputi 3M Plus. Pencegahan kontak dengan vektor nyamuk DBD dapat efektif ketika pemakaian insektisida rumah tangga dilakukan secara baik, benar, serta tepat dosisnya.

Kata Kunci: Insektisida rumah tangga, DBD, Bali


Keywords


Household insecticides, DHF, Bali

References


World Health Organization. Dengue and dengue haemorrhagic fever (DHF) vector control. [Internet] 1996. [disitasi tanggal 1 Februari 2012]. Diakses dari: http://www.who.int/csr/disease/dengue/en/.

Sigit SH dan Kusumawati UH. Hama pemukiman Indonesia: Pengenalan biologi dan pengendalian. Unit Kajian Pengendalian Hama Pemukiman Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor. 2006: 7.

Widiarti, Suskamdani, Mujiono. Resistensi vektor malaria terhadap insektisida di Dusun Karyasari dan Tukatpule Pulau Bali dan Desa Lendang Ree dan Labuhan Haji Pulau Lombok. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2009; 19(3):154-63.

Setiono K. et.al. Manusia, kesehatan, dan lingkungan. Jakarta: Penerbit Alumni. 2000: 86.

Suroso T. Situasi epidemiologi dan program pengendalian DBD di Indonesia. Makalah Seminar Kedokteran Tropis: Kajian KLB Demam Berdarah dari Biologi Molekuler Sampai Pengendaliannya. Yogyakarta: Pusat Kedokteran Tropis UGM. 2004:4.

Pusat Data dan Survailans Epidemiologi Kementerian Kesehatan RI. DBD di Indonesia Tahun 1968-2009. Buletin Jendela Epidemiologi. 2010; 2:1-14.

Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang. Laporan perkembangan kasus DBD dan chikungunya sampai dengan 9 Februari 2010. [Internet]. [disitasi tanggal 18 Oktober 2011]. Diakses dari: http://www.penyakitmenular.info/def_menu.asp?menuID=18&menuType=1&SubID=2&DetId=491.

Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis: Dit PPBB - Ditjen PP dan PL. Informasi umum demam berdarah dengue [Internet] 2011. [disitasi tanggal 4 Februari 2012]. Diakses dari: http://www.pppl.depkes.go.id/_asset/_download/INFORMASI_UMUM_DBD_2011.pdf.

Handayani K, et. al. Faktor sosial budaya yang berpengaruh terhadap pelaksanaan 3M Plus di Kabupaten Tangerang. [Internet] 2006. [disitasi tanggal 1 Desember 2011]. Diakses dari:http://www.risbinkes.litbang.depkes.go.id/Buku%20Laporan%20Penelitian%202006/faktor%20sosbud%20terhadap%203M.htm.

Mardihusodo SJ. Microplate assay analysis of potential for organophosphate insecticide resistance in Aedes aegypti in Yogyakarta Minicipality Indonesia. Berkala Ilmu Kedokteran.1995; 27: 71-9.

Gionar YR, Zubaidah S, Stoops CA, Bangs MJ. Penggunaan metode microtitre plate assay untuk deteksi gejala kekebalan terhadap insektisida organofosfat pada tiga spesies nyamuk di Indonesia. Laporan Penelitian Departemen Entomologi US NAMRU 2 Jakarta. 2005.

Rai IBN dan Sajinadiyasa IGK. Wisatawan asing dengan penyakit infeksi saluran nafas yang dirawat di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali. Ejournal Universitas Udayana. 2009;10 (2). [internet] 2009. [disitasi tanggal 20 Maret 2012]. Diakses dari http://ejournal.unud.ac.id/new/volume-2-32-255.html.

Pusat Data dan Informasi. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2011. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2012.

Nusa R, Ipa M, Delia T, Santi M. Penentuan status resistensi Aedes aegypti dari daerah endemis DBD di Kota Depok terhadap malathion. Buletin Penelitian Kesehatan. 2008; 36(1):20-5.

Setiono, Kusdwiratri, et.al. Manusia, kesehatan dan lingkungan. Jakarta Penerbit Alumni. 2000:86.

Murti B. Desain dan ukuran sampel untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif di bidang kesehatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2010: 38,97.

Riwidikdo, Handoko S. Statistik untuk penelitian kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Rihama. 2010:17-23.

Samuri. Hubungan pemakaian repelen (obat oles/lotion), pemakaian obat nyamuk, kualitas pembersihan sarang nyamuk, dan keberadaan jentik dengan kejadian penyakit demam berdarah dengue di RW V Kelurahan Ngaliyan Kota Semarang. [Internet] 2010. [disitasi tanggal 26 Maret 2012]. Diakses dari: http://digilib.unimus.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jtptunimus-gdl-samuria2a0217&PHPSESSID=1e67af6fa4bdd962b254ed311c991538.

Arifianto M, Yeni, Sayono, Wardani RS. Perbedaan intensitas tindakan fogging terhadap status resistensi nyamuk Aedes aegypti pada insektisida malathion (studi di lingkungan Rumah Sakit Islam Sultan Agung). [Internet]. [disitasi tanggal 10 April 2012]. Diakses dari: http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/119/jtptunimus-gdl-muhammadye-5938-3-babii.pdf.

Martono, Hendro dan Tim. Risiko kesehatan akibat pemakaian pestisida kimia di tingkat rumah tangga di Kabupaten Badung dan Ubud Provinsi Bali. Laporan Penelitian Program Intensif Riset Terapan. Jakarta: Puslitbang Ekologi dan Status Kesehatan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2010.

Pusat Informasi Obat dan Makanan-Bidang Informasi Keracunan. Bahaya keracunanan pestisida rumah tangga. Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) [Internet]. [disitasi tanggal10 April 2012]. Diakses dari: http://ik.pom.go.id/v2014/artikel/KERACUNAN-PESTISIDA-DI-RUMAH-TANGGA.pdf.

Kementerian Pertanian. Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 1/Permentan/OT.140/1/2007 Tentang Daftar Bahan Aktif Pestisida yang Dilarang dan Pestisida Terbatas [Internet]. [disitasi tanggal 10 April 2012]. Diakses dari: www.deptan.go.id/bdd/admin/p_mentan/Permentan-01-07.pdf.

Widiarti, Heriyanto B, Boewono DT, Widyastuti U, Ristiyanto, Mujiono, Yuliadi, Lasmiati. Peta resistensi vektor demam berdarah dengue Aedes aegypti terhadap insektisida kelompok organofosfat, karbamat, dan pyrethroid secara konvensional dan molekuler di Indonesia. Salatiga: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit. 2011: 49-53.

Susanti, Lulus. Residu insektisida rumah tangga aerosol (bahan aktif: kelompok pyrethroid) terhadap nyamuk Culex quinquefasciatus di lingkungan pemukiman Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. [tesis]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. 2011. [disitasi tanggal 14 Agustus 2012]. Diakses dari: http://etd.ugm.ac.id/index.php?mod=penelitian_detail&sub=PenelitianDetail&act=view&typ=html&buku_id=53218&obyek_id=4.

Direktorat Pupuk dan Pestisida: Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Pedoman pembinaan penggunaan pestisida. Jakarta: Kementarian Pertanian RI.2011:23-4.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



SPIRAKEL (p-ISSN: 2086-1346, e-ISSN: 2354-8819) is published by Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia

Indexing:

Visitor Number : 

free
web stats
View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Internasional License