Kajian Beberapa Tumbuhan Obat Yang Digunakan Dalam Pengobatan Malaria Secara Tradisional

Ira Indriaty Paskalita Bule Sopi, Mefi Mariana Tallan

Abstract


Abstract

Malaria is one of community health problems that can cause death especially to high risk group. Malaria treatment using some antimalarial drugs have been resistance so that there is using medicinal plants into traditional antimalarial treatment that have been tested scientific. There are lots of people that use traditional treatment for healing the diseases. This case shows there’s still strong of community tradition about looking for treatment. One of the diseases whose treatment using traditional and modern medicine is malaria. Malaria is one of acute or chronic often be caused by plasmodium parasites. This review aimed is to describe medicinal plants that used on traditional antimalarial treatment. Review of the literature with search and date collection from various references about medicinal plants which used in traditional antimalarial treatment. Method has been done by reviewing literature with search and the data has been collection then described to be an information that shows about kind of medicinal plants and result testing about them. There are some plants that is those are lime tree (Harmsiopanax aculeatus Harms), red fruit (Pandanus conoideus Lam.), bark of jack fruit (Artocarpus champedem), fruit betel (Piper betle (L.) R. Br.), bark of mundu (Garcinia dulcis Kurz), benalu of mango (Dendrophthoe pentandra), mangosteen (Garcinia mangostana Linn.), fruit of Morinda citrifolia L, and sunflower (Helianthus annuus L.). From the result that has been accepted shows active compound content that contained in some kind of medicinal plants which have been tested in traditional antimalarial treatment.

Keywords: Plant, medicinal, traditional, malaria


Abstrak

Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok berisiko tinggi. Pengobatan malaria dengan penggunaan beberapa obat anti malaria sudah mengalami resistensi sehingga perlu adanya pemanfaatan tumbuhan obat dalam pengobatan tradisional anti malaria yang teruji secara ilmiah. Masih banyaknya masyarakat yang menggunakan pengobatan tradisional untuk penyembuhan penyakit menunjukkan masih kuatnya tradisi masyarakat dalam hal pencaharian pengobatan. Tujuan penulisan adalah untuk menggambarkan tumbuhan obat yang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional anti malaria. Metode dilakukan melalui tinjauan literatur dengan penelusuran dan pengumpulan data dari berbagai referensi mengenai tumbuhan obat yang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional anti malaria. Data yang telah terkumpul kemudian dideskripsikan menjadi suatu informasi yang menggambarkan jenis tumbuhan obat tradisional dan hasil uji tumbuhan obat. Terdapat beberapa tanaman yang diuji yaitu daun pohon kapur (Harmsiopanax aculeatus Harms), buah merah (Pandanus conoideus Lam.), benalu mangga (Dendrophthoe pentandra), manggis (Garcinia mangostana Linn.), cempedak (Artocarpus champedem), buah sirih (Piper betle (L.) R. Br), mundu (Garcinia dulcis Kurz), dan bunga matahari (Helianthus annuus L.). Dari hasil yang diperoleh menunjukan kandungan senyawa aktif yang terdapat pada jenis tumbuhan obat tersebut telah teruji dalam pengobatan tradisional anti malaria.

Kata Kunci : Tumbuhan, obat, tradisional, malaria


Keywords


Plant, medicinal, traditional, malaria

References


Sudibyo Supardi, dkk. The hierarchy of resort to medical care among the Serpong villagers in West Java. Seminar peranan universitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menunjang sistem kesehatan nasional. Buletin Penelitian Kesehatan. 2009; 37(2): 92.

Kementerian Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta. 2004.

Kementerian Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 381/Menkes/SK/II/2007 tentang Kebijakan Obat Tradisional. Jakarta. 2007.

Badan Litbang Kesehatan RI. Laporan Nasional Riskesdas 2013. Jakarta. 2013.

Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang. Epidemiologi malaria di Indonesia. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan Triwulan I. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Jakarta. 2011.

World Health Organization. Disease Burden in SEA Region. [internet] 2012. [disitasi tanggal 23 Januari 2015] diakses dari http:// ww.searo.who.int/LinkFiles/Malaria_in_the_SEAR_Map_SEAR_Endemicity_10.pdf.

Mustofa. Obat anti malaria baru - antara harapan dan kenyataan. Fakultas Kedokteran. Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada. 2009.

Handayani, D. Identifikasi mutasi gen Pfert pada Plasmodium falciparum yang berhubungan dengan terjadinya resistensi kloroquin di Sumatera Selatan. Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. 2013.

Rumagit N.A, Heedy MT, Weny W. Studi penggunaan antimalaria pada penderita malaria di instalasi rawat inap BLU RSUP Dr. RP Kandou Manado periode Januari-Mei 2013. Jurnal Ilmiah Farmasi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Agustus 2013; 2(3).

Basuki dan Miko H. Evaluasi penggunaan artemisinin (ACT) pada penderita malaria di Puskesmas Sioban Kecamatan Sipora Kabupaten Kepulauan Mentawai. Jurnal Ekologi Kesehatan. Juni 2011;10(2): 14-120.

Mutiatikum D, Sukmayati A, Yun A. Standarisasi simplisia dari buah miana (Plectranthus Seutellaroides (L) R.Bth) yang berasal dari tiga tempat Manado, Kupang dan Papua. Buletin Penelitian Kesehatan. 2010; 38(1):1-16.

Pudjiati S, Bambang S, Hayati S. Deskripsi dan manfaat tumbuhan obat di pedesaan sebagai upaya pemberdayaan apotik hidup (studi kasus di kecamatan wonokerto). Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 2011; 21(1): 20-32.

Clarissa Puteri. Balai Penelitian Tumbuhan obat Tawangmangu. [internet]. [disitasi tanggal 9 Januari 2015] diakses dari http://www.scribd.com/doc/37481110/Balai-Penelitian-Tanaman-Obat-Tawangmangu.

Katno S Pramono. Tingkat manfaat dan keamanan tumbuhan obat dan obat tradisional. [internet]. [disitasi tanggal 8 Januari 2015] diakses dari http://cintaialam.tripod.comkeamanan_obat%20tradisional.pdf.

Yun AN. Pembuatan formula dan uji aktivitas obat anti malaria berbasis buah sirih menggunakan teknologi vacuum drying. Laporan Penelitian. Pusat Penelitian Pengembangan Biomedis Dan Farmasi Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan. Jakarta. 2009.

Turalelly. Fraksi antiplasmodium paling aktif dari daun kapur (Harmsiopanax aculeatus Harms) dan identifikasi beberapa kandungan senyawanya menggunakan GC-MS. Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada. [internet] 2011.

[disitasi tanggal 8 Januari 2015] diakses dari http://etd.ugm.ac.id/index.php?mod=penelitian_deta.

Wijaya J, Jusuf S, Jacky M. Potensi ekstrak metanol daun kapur (Harmsiopanax aculeatus, Harms) sebagai obat antimalaria. Prosiding Elektronik PIMNAS. [internet] 2013. [disitasi tanggal 13 Februari 2015] diakses dari http://artikel.dikti.go.id/index.php/PKM-P/search/search.

Wikipedia. Benalu. [internet] 2015. [disitasi tanggal 14 Februari 2015] diakses dari http://id.wikipedia.org/wiki/Benalu.

Faiqoh Z, dkk. Uji aktivitas antiplasmodium ekstrak benalu secara in vivo pada mencit galur swiss. Prosiding Elektronik PIMNAS. [internet] 2013. [disitasi tanggal 13 Februari 2015] diakses dari http://artikel.dikti.go.id/index.php/PKM-P/search/search.

Budi DS , Agung ANB, Pramana PP, Zulfa F, Eti NS. Saat parasit membasmi parasit: Uji efektivitas ekstrak benalu sebagai terapi malaria baru. Prosiding Elektronik PIMNAS. [internet] 2013. [disitasi tanggal 13 Februari 2015] diakses dari http://artikel.dikti.go.id/index.php/PKM-P/article/view/21.

Penelitian ilmiah kulit manggis. [internet] 2013. [disitasi tanggal 10 Februari 2015] diakses dari http://ahliherbal.com/jurnal/penelitian-ilmiah-kulit-manggis-293.html.

Kumar A. Review on hepatoprotective herbal drugs. International Journal of Research in Pharmacy and Chemistry. 2012; 2(1): 94.

Iqbal M, Zulham E, Yaum A, Suryawati S. Uji aktivitas antimalaria in vivo dari beberapa fraksi ekstrak kulit buah manggis (Garcinia manggostana Linn) pada mencit (Mus musculus) yang diinfeksi dengan Plasmodium berghei. Prosiding Elektronik PIMNAS. [internet] 2013. [disitasi tanggal 13 Februari 2015] diakses dari http://artikel.dikti.go.id/index.php/PKM-P/article/view/55.

Diana LL. Pengaruh fraksi air kulit manggis (Garcinia mangostana L) dan kombinasi dengan artemisinin terhadap kadar ICAM-1 serum pada mencit yang diinokulasi Plasmodium berghei. [internet] 2012. [disitasi tanggal 14 Februari 2015] diakses dari http://repository.maranatha.edu/2627/1/0910054_Abstract_TOC.pdf.

Tjahjani S, Khie K. Potensi buah merah sebagai antioksidan dalam mengatasi malaria berghei pada mencit strain Balb/C. Majalah Kedokteran Indonesia. 2010; 60(12): 571-5.

Okto R. Pengaruh sari buah merah (Pandanus conoideus Lam) terhadap gambaran histopatologi otak mencit galur Balb/C jantan yang diinokulasi Plasmodium berghei. [internet] 2009. [disitasi tanggal 12 Februari 2015] diakses dari http://repository.maranatha.edu/2123/1/0610115_Abstract_TOC.pdf.

Arif AB, Wahyu D, Enrico S, Suyanti dan Setyadjit. Optimalisasi cara pemeraman buah cempedak (Artocarpus champeden). Jurnal Informatika Pertanian. 2014; 23(1):35-46.

Widyawaruyanti A, Zaini NC, dan Syafruddin. Mekanisme dan aktivitas antimalaria dari senyawa flavonoid yang diisolasi dari cempedak (Artocarpus champeden). Jurnal Berkala Akutansi dan Bisnis Universitas Airlangga. 2011; 13(2): 67-77.

Nugroho YA. Aktivitas antimalaria (invivo) kombinasi buah sirih (Piper betle L), daun miana (Plectranthus scutellarioides (l.) R. Br.), madu dan kuning telur pada mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei. Buletin Penelitian Kesehatan. 2011; 39(3):129-37.

Widodo GP dan Rahayu MP. Aktivitas antimalaria ekstrak etil asetat kulit batang mundu (Garcinia dulcis Kurz). Majalah Farmasi Indonesia. 2010. 21(4):238-42.

Rahayu MP, Reslely H, dan Gunawan. Aktivitas penurunan parasitemia ekstrak kulit batang mundu sebagai antiplasmodium secar in vivo dengan parameter Ed50. Jurnal Fakultas Ilmu Kesehatan. 2014; 7(1).

Hayati EK dan Muti’ah R. Potensi senyawa seskuiterpenoid ekstrak daun bunga matahari (Helianthus annuus L.) sebagai anti malaria pada mencit jantan dan mencit bunting galur balb/C yang diinfeksi Plasmodium berghei. Laporan Penelitian. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang. 2010.

Gazali AK, Fajarwati II, Suriah. Perilaku pencarian pengobatan terhadap kejadian penyakit malaria pada Suku Mandar di Desa Lara Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Universitas Hasanudin. [internet] 2013. disitasi tanggal 19 Januari 2015] diakses dari http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/5699/JURNAL.pdf?sequence=1.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



SPIRAKEL (p-ISSN: 2086-1346, e-ISSN: 2354-8819) is published by Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia

Indexing:

Visitor Number : 

free
web stats
View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Internasional License