Pengobatan Filariasis di Desa Buru Kaghu Kecamatan Wewewa Selatan Kabupaten Sumba Barat Daya

Ira Indriaty P.B Sopi, Majematang Mading

Pengobatan Filariasis di Desa Buru Kaghu Kecamatan Wewewa Selatan Kabupaten Sumba Barat Daya

Abstract


Abstract

Lymphatic filariasis is caused by filarial worm (W. bancrofti, B. malayi and B. timori) which infects the lymph tissue. The specific objective of filariasis elimination programme was to decrease microfilariae (Mf) rate by less than 1% in each district or city, preventing and limiting disability by using treatment Diethiylcarbamazine Citrate (DEC) and Albendazole. This study uses secondary data obtained from Health Departement of Southwest Sumba district and Tenateke health centers. This review aimed to evaluate lymphatic filariasis treatment in Buru Kughu Village, South Wewewa Subdistrict. Lymphatic filariasis mass drug administration dose is 100 mg DEC and albendazole 400 mg. Mass drug administration coverage in Buru Kaghu Village was 95,10% larger than Southwest Sumba Distric (48,87%), Mf rate of 0% in 2013, with the provision of individualized treatment dose DEC 100mg, three times daily for 10 days and Chronic Disease Rate (CDR) of 1.39%. Treatment of lymphatic filariasis in the village managed to decrease mf rate less than 1% thus declared as non endemic areas of lymphatic filariasis. Counseling was needed to alleviate the suffering caused by lymphatic filariasis through morbidity management and disability prevention.

Keywords: Mass drug administration, Individual treatment, lymphatic filariasis, Buru Kaghu Village

Abstrak

Filariasis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh cacing filaria (W. bancrofti, B. malayi, B. timori) yang menginfeksi jaringan limfe. Tujuan khusus program eliminasi filariasis adalah menurunkan angka mikrofilaria menjadi kurang dari 1% dari setiap kabupaten/kota serta mencegah dan membatasi kecacatan melalui pemberian pengobatan Diethiylcarbamazine Citrat (DEC) dan albendazole. Kajian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari hasil survei Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya dan Puskesmas Tenateke. Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan pengobatan filariasis di Desa Buru Kaghu, Kecamatan Wewewa Selatan. Pada pengobatan massal filariasis dosis obat yang diberikan yaitu DEC 100 mg dan albendazole 400 mg. Angka pencapaian cakupan pengobatan massal filariasis dan keberhasilannya di desa Buru Kughu (95,10%) lebih besar dibandingkan dengan cakupan Kabupaten Sumba Barat Daya (48,87%), Mf rate tahun 2013 sebesar 0% dan Cronic Disease Rate (CDR) sebesar 1,39%. Pengobatan filariasis di desa tersebut berhasil menurunkan Mf rate <1% sehingga dinyatakan sebagai daerah non endemis filariasis. Perlunya pemberian penyuluhan untuk meringankan penderitaan yang disebabkan oleh filariasis limfatik melalui perawatan dan pencegahan kecacatan.

Kata Kunci: Pengobatan Massal, Pengobatan Individual, Filariasis, Desa Buru Kaghu


Keywords


Mass drug administration, Individual treatment, lymphatic filariasis, Buru Kaghu Village

References


Urrahman Z. Gambaran Konsep Diri Penderita Filariasis Limfatik (ElepHantiasis) di Kota Tanggerang Selatan. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Skripsi. 2010.

Kemenkes RI. Laporan Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) Filariasis di Indonesia tahun 2000-2009. Jakarta. 2009.

Direktorat Jenderal PP & PL. Depkes RI. Filariasis di Indonesia. Buletin Jendela Epidemiologi Volume 1. Jakarta. 2010.

Subdid Filariasis & Schistomiasis. Ditjen PP & PL. Depkes RI. Rencana Nasional Program Akselerasi Eliminasi Filariasis di Indonesia, Jakarta. 2010. Hal 2, 5, 10.

Purwantyastuti. Pemberian Obat Massal pencegahan (POMP) Filariasis. Buletin Jendela Epidemiologi 2010. Vol 1, Juli 2010. hal 15.

World Health Organization. The Global Goal of Eliminatiom of Lymphatic Filariasis as Publik Health Problem by the Year 2020. WHO. Geneva. 2000.

Dinas Kesehatan Kabupaten Alor. Modul Pelatihan Filariasis bagi Petugas Kesehatan. Alor. 2002. hal 26,27.

Bule Sopi, dkk. Penyebaran Filariasis di Desa Buru Kaghu, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabubaten Sumba Barat Daya. Laporan Penelitian Loka Litbang P2B2 Waikabubak. 2013.

Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Alat Bantu (Tool Kit) Untuk Eliminasi Filariasis, Panduan Pelaksanaan Bagi Petugas Kesehatan di Indonesia. Kupang. 2004. hal. 10, 30, 73.

Ompusunggu SM, Sekar Tuti & Hasugian AR. Endemisitas Filariasis Dengan Lama Pengobatan Massal Berbeda. Majalah Kedokteran Indonesia. 2008. Vol 58 no 11. hal. 413-420.

Tuti S, Armedy RH & Ryanti Ekowatiningsih. Masalah Filariasis di Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Buletin Penelitian Kesehatan. 2009. Vol. 37, No. 4.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya. Laporan Bidang P2M Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya. Laporan. 2011.

Subdit Filariasis & Schistomiasis. Ditjen PP & PL. Direktorat P2B2 Kemenkes RI. Rencana Nasional Program Akselerasi Eliminasi Filariasis di Indonesia. Jakarta. 2010. hal. 16.

Notoatmodjo S. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta. PT Rineka Cipta. Jakarta. 2007. hal. 180, 188.

Ambarita. Peran Serta Masyarakat (PSM) Dalam Upaya Penemuan Kasus Filariasis di Desa Endemis di Puskesmas Betung Kabupaten Banyuasin Tahun 2005. 2007. Vol 1, No 1.

Paiting YS, Onny S, Sulistiyani. Faktor Risiko Lingkungan dan Kebiasaan Penduduk Berhubungan Dengan Kejadian Filariasis di Distrik Windesi Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2012. Vol II/April 2012.

Setiawan B, Soeyoko, Tri Baskoro, Satoto. Epidemiologi Filariasis Limfatik di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Buletin Spirakel. Edisi 2012.

Depkes RI. Direktorat Jenderal PP & PL. Harapan Baru Bagi Penderita Penyakit Kaki Gajah (Filariasis). Jakarta. 2005. hal 6-12


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



SPIRAKEL (p-ISSN: 2086-1346, e-ISSN: 2354-8819) is published by Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia

Indexing:

Visitor Number : 

free
web stats
View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Internasional License