Anomali Iklim Wasapada Terhadap Peningkatan Kasus DBD

Lasbudi Pertama Ambarita

Anomali Iklim Wasapada Terhadap Peningkatan Kasus DBD

Abstract


Hingga pertengahan Juni, curah hujan di berbagai daerah di Indonesia tetap tinggi.
Disertai kilat dan guntur, hujan bisa turun dari malam hingga dini hari yang mencirikan
karakter cuaca di puncak musim hujan dan biasa terjadi selama Januari. Iklim sekarang
mungkin sudah berubah, dan pantas disebut kemarau basah.
Ditengarai peningkatan rata-rata curah hujan bulanan di Indonesia diakibatkan oleh
pemanasan global. Panel Antar-Pemerintah untuk Perubahan Cuaca (Intergovernmental
Panel on Climate Change/IPCC) dalam laporannya menyebutkan bahwa berdasarkan data
IPCC antara tahun 1970 hingga 2000, di Indonesia telah terjadi kenaikan suhu rata-rata
tahunan antara 0,2 - 1 derajat Celcius dan hal itu merupakan salah satu akibat pemanasan
global. Menurut IPCC, perubahan suhu rata-rata itu dapat mengakibatkan antara lain
penurunan produksi pangan sehingga bisa meningkatkan risiko bencana kelaparan,
peningkatan kerusakan pesisir akibat banjir dan badai, peningkatan kasus gizi buruk dan
diare, dan perubahan pola distribusi hewan dan serangga sebagai vektor penyakit.

Keywords


Anomali Iklim, DBD

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



SPIRAKEL (p-ISSN: 2086-1346, e-ISSN: 2354-8819) is published by Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia

Indexing:

Visitor Number : 

free
web stats
View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Internasional License