Efektivitas Kecap Kedelai Dalam Menghambat Pertumbuhan Candida albicans

Ratna Tanjung

Abstract


Candida albicans adalah fungi dimorfik yang secara normal ada dalam saluran pencernaan, saluran pernafasan bagian atas, dan mukosa genital. C. albicans merupakan spesies terpatogen dari spesies Candida lainnya, dan merupakan fungi oportunistik yang menyebabkan sariawan. Masyarakat pedesaan yang jauh dari fasilitas kesehatan menggunakan kecap kedelai sebagai obat alternatif untuk mencegah lesi di rongga mulut menjadi sariawan, dikerenakan kecap kedelai mudah ditemukan, tersedia di rumah, bau dan rasa enak, serta tidak memberi rasa nyeri ketika digunakan. Kecap kedelai merupakan ekstrak dari hasil fermentasi kedelai yang dicampur dengan bahan-bahan lain seperti gula aren (sukrosa) lebih dari 40%, garam 18% – 20%, dan bumbu, yang dibuat untuk tujuan meningkatkan cita rasa makanan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas kecap kedelai dalam menghambat pertumbuhan C. albicans. Penelitian dilakukan secara ekperimen dengan variabel konsentrasi kecap kedelai 100%, 75%, 50%, dan waktu kontak 5, 10, dan 15 menit untuk melihat pertumbuhan C. albicans dengan metode tuang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan: pemberian kecap kedelai dengan konsentrasi 100%, rata-rata pertumbuhan koloni dari lima merek kecap kedelai dengan waktu kontak 5 menit tumbuh 217 koloni, 10 menit 237 koloni, dan 15 menit 297 koloni. Pada konsentrasi 75% waktu kontak 5 menit tumbuh 125 koloni, 10 menit 158 koloni, 15 menit 185 koloni. Pada konsentrasi 50% waktu kontak 5 menit tumbuh 110 koloni, 10 menit 130 koloni, dan 15 menit 156 koloni. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecap kedelai tidak mampu menghambat pertumbuhan C. albicans.

Candida albicans is a dimorphic fungus that is normally present in the digestive tract, upper respiratory tract, and genital mucosa. Candida albicans is the most pathogenic species from the other Candida species, and an opportunistic fungus that causes thrush. The rural communities that far from the drug store, clinic, or other health facilities, soy sauce used as an alternative medicine for thrush, because it is easy to find, always available especially at home, smells and tastes good, and do not give pain when used. Soy sauce is an extract from fermented soybeans mixed with other ingredients such as 40% palm sugar (sucrose) 18% - 20% salt, and some other spices to enhance the flavor. The aim of this research is to determine the effectiveness of soy sauce in inhibiting the growth of C. albicans. This experimental study using a concentrations of 100%, 75%, 50% soy sauce, and the contact time of 5, 10, 15 minutes as the variables to see the growth of C. albicans using pour method. This study showed that adding 100% soy sauce of different mark with 5, 10, and 15 minutes contact time gave the colonies growth of 217, 237, and 297 respectively. In addition, the adding of 75% soy sauce growth 125, 158, and 185 colonies. Fifty percent soy sauce growth 110, 130, and 156 colonies. The study indicate that soy sauce is not able to inhibit the growth of C. albicans.


Keywords


Candida albicans, Kecap kedelai

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Plasma (Journal Plasma, p-ISSN: 2354-8908. e-ISSN: 2355-2344) Published by Balai Litbang Biomedis Papua, Ministry of Health of Republic of Indonesia

Address : Jalan Kesehatan No 10 Dok II Jayapura-Papua, 99112, telp. 0967-534389, fax. 0967-534697

email : plasma.papua@gmail.com

URL: http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/plasma/

 

Visitor number:

shopify analytics tool
View My Stats
Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

 

Logo IPI