Editorial Team

Editor in Chief

  1. Mohamad Samsudin, SKM, M.Kes, Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan

Reviewer

  1. Prof. Dr. Ir Y. Marsono MS, Fakultas Teknologi Pangan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  2. Dr Susetyowati DCN, MKes, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  3. Dr. Ir Basuki Budiman, M.Sc, PH, Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan
  4. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si, Ph.D, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  5. Dr. Leny Latifah, Psi, MPH, Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan
  6. Dr. Gurendro Putro, SKM, M.Kes, Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan
  7. Dr. Toto Sudargo, SKM, M.Kes, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  8. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA, Universitas Gadjah Mada
  9. Dr. Abas B. Jahari, M.Sc, Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan
  10. dr. Yudha Patria, Sp. A (K), Ph.D, RS. Sardjito, Yogyakarta
  11. Dr. dr. Suryati Kumorowulan, M.Biotech, Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan
  12. Dr. dr. Sandi Iljanto, MPH, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia
  13. DR. Donny K Mulyantoro, SKM, M.Kes, Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan
  14. Mohamad Samsudin, SKM, M.Kes, Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan
  15. Asih Setyani, SP, MPH, Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan
  16. R. Agus Wibowo, S.Si, M.Sc, Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan

Ahli Bahasa

  1. drg. Titik Respati, M.Sc, PH, Fakultas Kedokteran Unisba, Bandung

Editor

  1. Cati Martiyana, S.Sos, Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan
  2. Candra Puspitasari, STP, Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan
  3. Rina Purwandari, S.Si, Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium
  4. Edi Susanto, SH, Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan
  5. Setyawan Heriyanto, SKM, Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan


Media Gizi Mikro Indonesia (Indonesian Journal of Micronutrient, p-ISSN: 2086-5198, e-ISSN: 2354-8746) is published by Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (Balai Litbang GAKI), Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia.

Kavling Jayan, Kec. Borobudur, Kabupaten Magelang

http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/mgmi

Visitor Number:

shopify analytics ecommerce
View My Stats

Creative Commons License
Media Gizi Mikro Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing: