HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN IBU DALAM KELAS IBU HAMIL DENGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP TANDA BAHAYA DALAM KEHAMILAN DI KOTA BOGOR

Ni Nyoman Sasnitiari, Dwi Anggraeni Puspitasari

Abstract


Abstract

Background: Maternal death occurs due to complications. Knowledge of pregnancy and the danger signs of pregnancy need to be possessed by every pregnant woman to prevent and avoid maternal death. Maternal and Child Health books contain information about knowledge and danger signs of pregnancy. In an effort to improve the knowledge of pregnant women and families, the Ministry of Health has developed pregnancy class program. Pregnancy class is a way to learn about health for pregnant women.

Objective: Thes study aims to obtain information on the relationship of participation in pregnancy class with improved knowledge and attitude of mother towards danger signs of pregnancy.

Method: Cross sectional design with a sample of 96 people taken from proportional random sampling. Data collection was conducted by interview using questionnaire. Dependent variables are knowledge and attitude toward danger signs of pregnancy, whereas independent variables are participation in pregnancy class and characteristic (age, education, gravida, insurance ownership, source of information and family support). Data analysis used Chi Square test.

Results: There was a significant association between mother’s participation in pregnancy class with knowledge and attitudes of pregnant women toward danger signs of pregnancy (p <0.05).

Conclusion: Pregnant women who attended pregnancy class will have better knowledge and positive attitude in recognizing the danger signs of pregnancy.

Keywords: Pregnant women class, Knowledge, Attitude, Danger signs

 

Abstrak

Latar belakang: Kematian ibu terjadi karena adanya komplikasi. Pengetahuan tentang kehamilan dan tanda bahaya kehamilan perlu dimiliki oleh setiap ibu hamil untuk mencegah dan menghindari terjadinya kematian ibu. Buku kesehatan ibu dan anak (KIA) mengandung muatan informasi tentang pengetahuan dan tanda-tanda bahaya kehamilan. Dalam upaya meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga Kementerian Kesehatan mengembangkan program kelas ibu hamil. Kelas ibu hamil adalah sarana untuk belajar tentang kesehatan bagi ibu hamil.

Tujuan: Diperoleh informasi hubungan keikutsertaan dalam kelas ibu hamil dengan peningkatan pengetahuan dan sikap ibu terhadap tanda bahaya kehamilan.

Metode: Desain potong lintang, sampel 96 orang yang diambil secara proportional random sampling. Pengambilan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Variabel terikat adalah pengetahuan dan sikap terhadap tanda bahaya kehamilan, variabel bebas adalah keikutsertaan dalam kelas ibu hamil dan karakteristik (umur, pendidikan, gravida, kepemilikan asuransi, sumber informasi dan dukungan keluarga). Analisis data dengan uji Chi Square.

Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna antara keikutsertaan ibu dalam kelas ibu hamil dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap tanda bahaya kehamilan (p<0,05).

Kesimpulan: Ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil akan memiliki pengetahuan yang lebih baik dan sikap yang positif dalam mengenali tanda bahaya kehamilan.

Kata kunci: Kelas ibu hamil, Pengetahuan, Sikap, Tanda bahaya

AbstractBackground: Maternal death occurs due to complications. Knowledge of pregnancy and the danger signs of pregnancy need to be possessed by every pregnant woman to prevent and avoid maternal death. Maternal and Child Health books contain information about knowledge and danger signs of pregnancy. In an effort to improve the knowledge of pregnant women and families, the Ministry of Health has developed pregnancy class program. Pregnancy class is a way to learn about health for pregnant women.Objective: Thes study aims to obtain information on the relationship of participation in pregnancy class with improved knowledge and attitude of mother towards danger signs of pregnancy.Method: Cross sectional design with a sample of 96 people taken from proportional random sampling. Data collection was conducted by interview using questionnaire. Dependent variables are knowledge and attitude toward danger signs of pregnancy, whereas independent variables are participation in pregnancy class and characteristic (age, education, gravida, insurance ownership, source of information and family support). Data analysis used Chi Square test.Results: There was a significant association between mother’s participation in pregnancy class with knowledge and attitudes of pregnant women toward danger signs of pregnancy (p <0.05).Conclusion: Pregnant women who attended pregnancy class will have better knowledge and positive attitude in recognizing the danger signs of pregnancy.Keywords: Pregnant women class, Knowledge, Attitude, Danger signsAbstrakLatar belakang: Kematian ibu terjadi karena adanya komplikasi. Pengetahuan tentang kehamilan dan tanda bahaya kehamilan perlu dimiliki oleh setiap ibu hamil untuk mencegah dan menghindari terjadinya kematian ibu. Buku kesehatan ibu dan anak (KIA) mengandung muatan informasi tentang pengetahuan dan tanda-tanda bahaya kehamilan. Dalam upaya meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga Kementerian Kesehatan mengembangkan program kelas ibu hamil. Kelas ibu hamil adalah sarana untuk belajar tentang kesehatan bagi ibu hamil.Tujuan: Diperoleh informasi hubungan keikutsertaan dalam kelas ibu hamil dengan peningkatan pengetahuan dan sikap ibu terhadap tanda bahaya kehamilan.Metode: Desain potong lintang, sampel 96 orang yang diambil secara proportional random sampling. Pengambilan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Variabel terikat adalah pengetahuan dan sikap terhadap tanda bahaya kehamilan, variabel bebas adalah keikutsertaan dalam kelas ibu hamil dan karakteristik (umur, pendidikan, gravida, kepemilikan asuransi, sumber informasi dan dukungan keluarga). Analisis data dengan uji Chi Square.Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna antara keikutsertaan ibu dalam kelas ibu hamil dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap tanda bahaya kehamilan (p<0,05).Kesimpulan: Ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil akan memiliki pengetahuan yang lebih baik dan sikap yang positif dalam mengenali tanda bahaya kehamilan.Kata kunci: Kelas ibu hamil, Pengetahuan, Sikap, Tanda bahaya

Keywords


Pregnant women class, Knowledge, Attitude, Danger signs

References


UNICEF. Conceptual framework for maternal and neonatal mortality and morbidity [Internet]. Available from: https://www.unicef.org/malaysia/SOWC09-Conceptual_framework_Figure-1.7-EN.pdf

BKKBN, Badan Pusat Statistik, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Macro. Indonesia Demographic and Health Survey 2012 [Internet]. Jakarta, Indonesia: BPS, BKKBN, Kemenkes, and ICF International; 2013. Available from: http://dhsprogram.com/pubs/pdf/FR275/FR275.pdf

BKKBN, Badan Pusat Statistik, Departemen Kesehatan. Indonesia Demographic and Health Survey 2007 [Internet]. Calverton, Maryland, USA: BPS and Macro International; 2008. Available from: http://dhsprogram.com/pubs/pdf/FR218/FR218.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Rencana Operasional Promosi Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan; 2010.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil [Internet]. Jakarta, Indonesia: Dirjen Bina Gizi - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2011. Available from: https://libportal.jica.go.jp/library/Archive/Indonesia/232i.pdf

Departemen Kesehatan. Pedoman Umum Manajemen Penerapan Buku KIA [Internet]. Jakarta; 2009. p. 28. Available from: http://perpustakaan.depkes.go.id:8180/bitstream/123456789/802/4/BK2009-G124.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak [Internet]. Jakarta, Indonesia; 2016. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/info-terkini/MASTER BUKU KIA REVISI TH 2016 (18 MAR 16).pdf

United Nations. The Millennium Development Goals Report [Internet]. United Nations. New York; 2015. Available from: http://www.un.org/millenniumgoals/2015_MDG_Report/pdf/MDG 2015 rev (July 1).pdf

Widagdo L, Husodo BT. Pemanfaatan Buku Kia Oleh Kader Posyandu: Studi Pada Kader Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungadem Kabupaten Bojonegoro. Makara, Kesehat [Internet]. 2009;13(1):39–47. Available from: http://journal.ui.ac.id/index.php/health/article/viewArticle/348

Putu Sudayasa. Manfaat buku KIA [Internet]. Kendari; 2010. (Pelatihan ANC Terpadu). Available from: https://www.scribd.com/document/81346037/7-Manfaat-Buku-Kesehatan-Ibu-Dan-Anak

Dinas Kesehatan Kota Bogor. Laporan PWS KIA Kota Bogor tahun 2014. Bogor. Bogor; 2014.

Colti S. Gamelia E. Haryadi B. 14-20. Analisis kualitas penggunaan buku kesehatan ibu dan anak. J Kesehat Masyarakat. 2014;10(1).

Ni Nyoman Sasnitiari., Elin Supliyani., Yohana Wulan Rosalina. Laporan Akhir Penelitian Dosen Pemula: Hubungan Keikutsertaan Ibu pada Kelas Ibu Hamil dengan Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Tanda-tanda Bahaya Kehamilan di Puskesmas WIlayah Kota Bogor. Bogor; 2015.

Lumley J., Brown S. Attenders and Nonattenders at Childbirth Education Classes in Australia: How Do They and Their Births Differ? [Internet]. Vol. 20, Birth. 1993. p. 123–30. Available from: http://onlinelibrary.wiley.com/journal/10.1111/(ISSN)1523-536X

Sunaryo. Psikologi untuk Keperawatan. EGC, editor. Jakarta, Indonesia: EGC; 2002.

Hall S C; Lindzey G. Psikologi kepribadian 3. Teori-teori Sifat dan Behavoiristik. [Internet]. A S, editor. Yogyakarta; 2011. Available from: http://library.fip.uny.ac.id/opac/index.php?p=show_detail&id=424

Wulandari E W. Hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan sikap dalam deteksi dini komplikasi kehamilan di wilayah Puskesmas Kartasura Kabupaten Sukoharjo [Internet]. Karang anyar; 2014. p. 123–34. Available from: https://jurnal.akper17.ac.id/index.php/JK17/article/view/15

Lontaan A, Purwandari A KF. Pengaruh pelatihan kelas ibu hamil terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang persiapan persalinan dan menjadi orang tua di Puskesmas Teling Kota Manado. J ilmu Kesehat Poltekkes Kemenkes Manad. 2014;9(1).

Historyati Dyah. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Tentang Kelas Ibu Hamil dengan Partisipasi dalam Kelas Ibu Hamil Di wilayah Kerja Puskesmas Tembelang. UNS Solo; 2003.

Pani W, Masni BB. The effect of prenatal plus class on knowledge and attitude of pregnant women in the working area of Mamboro Health centre north Palu district cental Sulawesi Province. Makasar; 2011.

Sumarni, Rahma, Ikhsan Muhammas. Hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas terhadap perilaku ANC di Puskesmas Latambaga Kabupaten Kolaka. Makasar; 2013.

Purwarini Dyah. Pengaruh Kelas Ibu Hamil terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Kehamilan dan Persalinan di Wilayah Puskesmas Gurah Kabupaten Kediri. UNS Solo; 2012.

Sefitia M., Farid A. Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Dan Tanda Persalinan Sebelum Dan Sesudah Mendapatkan Promosi Kesehatan Di Desa Mekarwangi Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung Tahun 2011. Progr Stud Diploma III Kebidanan Fak Kedokt Univ Padjadjaran [Internet]. 2012;MO-KTI-091. Available from: http://www.medicaobgin.ac.id/journalDetail.php/id/MjY=

Kementerian Kesehatan RI. Rencana Strategi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2015-2019 [Internet]. Pusat Komunikasi Publik. Jakarta; 2015. Available from: http://www.depkes.go.id/article/view/1909/masalah-hipertensi-di-indonesia.html

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Survei Indikator Kesehatan Nasional 2016. Jakarta; 2016.

Kusindinjah. Hubungan kepemilikan buku KIA dengan pengetahuan,sikap dan praktik perawatan kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Rangkah Surabaya. Embrio,Jurnal Kebidanan. 2012;I(1):42–9.

Fuada N, Setyawati B. Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Di Indonesia. J Kesehat Reproduksi [Internet]. 2015;6(2):67–75. Available from: http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/kespro/article/view/5411/4437


Full Text: PDF

Jurnal Kesehatan Reproduksi (p-ISSN: 2087-703X, e-ISSN: 2354-8762) indexed by: