REVIEW IMPLEMENTASI IMUNISASI DASAR LENGKAP YANG DILAKSANAKAN BIDAN DI KABUPATEN BANGKALAN TAHUN 2015

Mugeni Sugiharto, Made Asri Budisuari

Abstract


Abstract

Background: Immunization is a priority program of the Ministry of Health and has been implemented since 1956 to reduce under-five mortality rate. The immunization program has also been implemented in Bangkalan District but complete basic immunization coverage remains low, and measles, tetanus and diphtheria still occur.

Objective: To review the implementation of complete basic immunization program conducted by midwife.

Method: The type of research used was descriptive cross-sectional design conducted in 2015 in Bangkalan District. The number of informants was determined purposively by 24 midwives who had been trained in immunization program and two immunization program holders in two community health centers. Implementation evaluation variables include communication, resources, disposition and bureaucracy.

Result: Complete basic immunization coverage in Bangkalan regency is still low, infectious diseases (diphtheria and tetanus) are still causing infant death. Counseling has not been conducted to community /religious leaders. The less resource is the availability of the vaccine carrier so it must take turns. Midwives committed to immunization. In addition, standard operating procedure (SOP) has not been available, error is found in transporting vaccine and adverse events following immunization (KIPI).

Conclusion: Midwives have implemented immunization and committed as executor, but their role is limited so immunization coverage is still low. Counseling has not involved religious leaders/community leaders/cadres. There is lack of SOP and inadequate facilities and infrastructure. Mandatory immunization commitment in all infants, SOP preparation, facilities and infrastructure addition and midwife training along with refreshing are required.

Keywords: Implementation, Immunization, Coverage, Midwife, Disease

 

Abstrak

Latar belakang: Imunisasi merupakan program prioritas Kementerian Kesehatan dan diimplementasikan sejak 1956 untuk menurunkan angka kematian balita. Program imunisasi juga sudah diimplementasikan di Kabupaten Bangkalan, namun cakupan imunisasi dasar lengkap masih rendah dan masih terjadi penyakit campak, tetanus dan difteri.

Tujuan: Diperoleh hasil review implementasi program imunisasi dasar lengkap yang dilaksanakan oleh bidan.

Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif desain potong lintang yang dilaksanakan tahun 2015 di Kabupaten Bangkalan. Jumlah informan ditentukan secara purposif, 24 orang bidan yang sudah dilatih program imunisasi dan dua orang pemegang program imunisasi di dua puskesmas. Variabel evaluasi implementasi mencakup komunikasi, sumber daya, disposisi dan birokrasi.

Hasil: Cakupan imunisasi dasar lengkap di Kabupaten Bangkalan masih rendah, masih terjadi penyakit menular (difteri dan tetanus) yang menyebabkan kematian bayi. Penyuluhan belum dilakukan pada tokoh masyarakat/agama. Sumber daya yang kurang adalah ketersediaan vaccine carrier sehingga harus bergantian. Bidan berkomitmen melaksanakan imunisasi. Selain itu, Standar Operasional Prosedur (SOP) juga belum ada dan ditemukan kesalahan membawa vaksin serta kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Kesimpulan: Bidan sudah melaksanakan imunisasi dan berkomitmen sebagai pelaksana, namun belum maksimal sehingga cakupan imunisasi masih rendah. Penyuluhan belum melibatkan toga/toma/kader. Belum ada kelengkapan SOP, sarana dan prasarana yang memadai. Perlu komitmen wajib imunisasi semua bayi, penyusunan SOP, menambah sarana dan prasarana serta pelatihan bidan disertai refreshing.

Kata kunci: Implementasi, Imunisasi, Bidan, Cakupan, Penyakit


Keywords


Implementation, Immunization, Coverage, Midwife, Disease

References


Departemen Kesehatan RI. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan [Internet]. 13 Oktober 2009. 1009. p. 23–8. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/general/UU Nomor 36 Tahun2 009 tentang Kesehatan.pdf

Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Imunisasi [Internet]. 10 Juni 2013. 2013. Available from: http://hukor.depkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK No. 42 ttg Penyelenggaraan Imunisasi.pdf

Soedjatmiko. Pentingnya Imunisasi Untuk Mencegah Wabah, Sakit Berat, Cacat serta Kematian Bayi dan Balita. Bul Jendela dan Inf Kesehat [Internet]. 2012;1(September):23–8. Available from: http://www.pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/buletin/buletin-mnte.pdf

Juniatiningsih A, Soedibyo S. Profil Status Imunisasi Dasar Balita di Poliklinik Umum Departemen Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. 2007;9(2):121–6.

Badan Litbangkes. Kementerian Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar 2013 [Internet]. Jakarta; 2013. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil Riskesdas 2013.pdf

Muninjaya, AA. G. Manajemen Kesehatan Edisi 2. Jakarta: EGC; 2004.

Subarsono. Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: UNY. Press; 2013.

Suharno. Dasar-Dasar Kebijakan Publik: Kajian Proses & Analisis Kebijakan. Yogyakarta: UNY Press; 2010.

Sugiharto M. Laporan Akhir Analisis Implementasi Program Imunisasi Dasar Lengkap di Puskesmas-Provinsi Jawa Timur. Surabaya; 2015.

Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan No. 1464 MENKES/PER/X/2010 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan [Internet]. 4 Oktober 2010. 2010. Available from: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK No. 1464 thn ttg Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan.pdf

Unair;, UNICEF;, Dinkes Prov-Jawa-Timur. Strategi Operasional Program Imunisasi Untuk Menurunkan Hilangnya Kesempatan Imunisasi (Missed Opportunity). Surabaya; 2015.

Agnes Widya Palupi. Pengaruh Penyuluhan Imunisasi terhadap Peningkatan Sikap Ibu Tentang Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi Sebelum Usia 1 Tahun [Internet]. Universitas Sebelas Maret; 2011. Available from: https://eprints.uns.ac.id/6114/1/210370911201110381.pdf

Muazaroh. Analisis Implementasi Program Imunisasi Hepatitis B-0 pada Bayi berumur 0-7 hari oleh Bidan Desa di Kabupaten Demak Tahun 2009 [Internet]. Universitas Diponegoro; 2009. Available from: http://eprints.undip.ac.id/24311/1/Muazaroh.pdf

Albertina; M, Febriana; S, Firmanda; W, Permata; Y, Gunardi; H. Kelengkapan Imunisasi Dasar Anak Balita dan Faktor-Faktor yang Berhubungan di Poliklinik Anak Beberapa Rumah Sakit di Jakarta dan Sekitarnya pada Bulan Maret 2008. Sari Pediatr [Internet]. 2009;11(1):1–7. Available from: https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/616/551

Notoatmodjo S. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan [Internet]. Jakarta: PT Rineka Cipta; 2003. Available from: http://thebooksout.com/downloads/soekidjo-notoatmodjo-2003.pdf

Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat [Internet]. 2014. Available from: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK No. 75 ttg Puskesmas.pdf

Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku [Internet]. Jakarta: PT Rineka Cipta; 2007. Available from: https://thebookee.net/pr/promosi-kesehatan-dan-ilmu-perilaku-notoatmodjo-2007

Departemen Kesehatan RI. Daftar Tilik Supervisi Supportif Pelayanan Imunisasi. Direktorat Jenderal PP & PL; 2007.

Faich Carissa Fauziah;, Fathurrohman; AS. Monitoring Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas Ngaliyan Semarang. (24). Available from: https://media.neliti.com/media/publications/98467-ID-monitoring-pelayanan-kesehatan-ibu-dan-a.pdf

Ranuh IGN. Pedoman Imunisasi di Indonesia. Jakarta: IDAI; 2008.

Joko Widodo. Analisis Kebijakan Publik. Malang: Bayumeda Publishing; 2011.


Full Text: PDF

Jurnal Kesehatan Reproduksi (p-ISSN: 2087-703X, e-ISSN: 2354-8762) indexed by: