DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PELAKSANAAN IMD: STUDI KASUS DI RS SWASTA X DAN RSUD Y DI JAKARTA

Novianti Margareth Sihombing, Anissa Rizkianti

Abstract


Abstract

Background: Early Initiation of Breastfeeding (IMD) aims to encourage the provision of colostrum to the newborn, as well as to prevent neonatal deaths. The role of health workers are needed to support the successful implementation of the IMD. Objective: This study aims to identify the role of health professionals and hospital on the implementation of the IMD shortly after childbirth. Methods: This is a qualitative study on 30 mothers who had delivery, both with pervaginam or cesarean section methods in two hospitals in Jakarta, private and government hospital. Data were collected through in-depth interview. Triangulation of data was obtained through in-depth interviews to informants of health workers, including midwives, lactation counselors and obstetricians. Results: Health workers’ support was reflected from the efforts of health workers to inform the IMD practice and benefits, as well as accompany the mother whiled conducting IMD. Health personnels in private hospital were tend to be more supportive than those who work in public hospital. This was due to their high commitment and positive attitude supported by clear regulations regarding the practice of IMD. Conclusion: The role of health professionals in supporting the implementation of IMD needs to be improved not only through improving the technical skills of IMD, but also building a positive attitude, so health professionals become more serious in running the IMD program.

Keywords: Early Initiation of Breastfeeding, Health Workers, Support

 

Abstrak

Latar Belakang: Program Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan upaya untuk mendorong pemberian kolostrum pada bayi baru lahir, sekaligus mencegah kematian neonatal. Peran tenaga kesehatan tentunya dibutuhkan guna mendukung keberhasilan pelaksanaan IMD. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan tenaga kesehatan dan pegawasan Rumah Sakit terhadap pelaksanaan IMD sesaat setelah proses persalinan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif pada 30 informan ibu yang baru melahirkan, baik dengan metode pervaginam maupun seksio sesarea di dua RS di Jakarta, yaitu RS Swasta X dan RSUD Y. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam. Triangulasi data diperoleh melalui hasil wawancara mendalam terhadap informan tenaga kesehatan, di antaranya bidan, konselor laktasi dan dokter spesialis kebidanan. Hasil: Dukungan tenaga kesehatan terlihat dari upaya tenaga kesehatan untuk menginformasikan tata laksana dan manfaat IMD, serta mendampingi ibu saat proses IMD dilakukan. Tenaga kesehatan di RS Swasta X cenderung lebih mendukung praktik IMD dibandingkan mereka yang bekerja di RSUD Y. Hal ini disebabkan oleh adanya komitmen tinggi dan sikap positif tenaga kesehatan ditunjang dengan peraturan yang jelas mengenai praktik IMD. Kesimpulan: Peran tenaga kesehatan dalam mendukung pelaksanaan IMD perlu ditingkatkan tidak hanya melalui peningkatan keterampilan teknis tentang IMD,melainkan juga denganmembangun sikap positif agar tenaga kesehatan menjadi lebih serius dalam menjalankan program IMD.

Kata Kunci: Inisiasi Menyusu Dini, Tenaga Kesehatan, Dukungan


Keywords


Inisiasi Menyusu Dini, Tenaga Kesehatan, Dukungan

References


Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas RI). Program Nasional Bagi Anak Indonesia Kelompok Kesehatan. Jakarta: Bappenas; 2012.

Badan Pusat Statistik, BKKBN dan, Kementerian Kesehatan. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012. Jakarta: Badan Pusat Statistik; 2013.

Roesli U. Panduan: inisiasi menyusu dini: plus asi eksklusif: Pustaka Bunda; 2012.

Saleha S. Asuhan kebidanan pada masa nifas. Jakarta: Salemba Medika. 2009.

Departemen Kesehatan. Laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2010. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. 2010.

Crawl IOBBB. BREAST CRAWL. 2007.

Örün E, Yalçin SS, Madendag Y, Üstünyurt-Eras Z, Kutluk S, Yurdakök K. Factors associated with breastfeeding initiation time in a Baby-Friendly Hospital. The Turkish journal of pediatrics. 2010;52(1):10.

Bramson L, Lee JW, Moore E, Montgomery S, Neish C, Bahjri K, et al. Effect of early skin-to-skin mother–infant contact during the first 3 hours following birth on exclusive breastfeeding during the maternity hospital stay. Journal of Human Lactation. 2010.

Departemen Kesehatan RI. Manajemen Laktasi; Buku Panduan bagi Bidan dan Petugas Kesehatan di Puskesmas. Departemen Kesehatan RI Direktorat Jendral Bina Kesehatan Masyarakat Direktorat Gizi Masyarakat Jakarta. 2005:8-10.

Edmond KM, Zandoh C, Quigley MA, Amenga-Etego S, Owusu-Agyei S, Kirkwood BR. Delayed Breastfeeding Initiation Increases Risk of Neonatal Mortality. Pediatrics. 2006;117(3):e380-e6.

Ambarwati R, Muis SF, Susanti P. Pengaruh konseling laktasi intensif terhadap pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif sampai 3 bulan. Jurnal Gizi Indonesia. 2013;2(1).

Clinical Competencies of Practice for IBCLCs. In: International Board of Lactation Consultant Examiners, editor. http://iblceorg/wp-content/uploads/2013/08/clinical-competencies-indonesianpdf.

Peraturan Menteri Kesehatan No. 240/MENKES/PER/V/1985 tentang Pengganti ASI.

Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 237/Menkes/SK/IV/1997 tentang Pemasaran Pengganti ASI.

Peraturan Pemerintah No. 69 Tahun 1999 Tentang Label dan Iklan Pangan, (1999).

Kepmenkes RI No. 450/Menkes/SK/IV/2004 tentang Pemberian ASI secara Eksklusif pada Bayi di Indonesia.

Fikawati S, Syafiq A. Kajian implementasi dan kebijakan air susu ibu eksklusif dan inisiasi menyusu dini di Indonesia. Makara Kesehatan. 2010;14(1):17-24.

Noer ER, Muis SF, Aruben R. Praktik Inisiasi Menyusu Dini dan Pemberian ASI Eksklusif Studi Kualitatif pada Dua Puskesmas, Kota Semarang. Media Medika Indonesiana. 2011;45(3):144-50.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. Revitalisasi Rumah Sakit Sayang Bayi: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2013. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/revitalisasi-rumah-sakit-sayang-bayi.

Peraturan Pemerintah No 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif, (2012).

World Health Organization. Midwife in Maternity Care-Report of a WHO Expert Committee1966.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 369. MENKES/SK/III/2007 Tentang Standar Profesi Bidan, 2007.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pedoman Pelayanan Medis. Jakarta2009.

Aprillia Y. Analisis Sosialisasi Program Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif kepada Bidan di Kabupaten Klaten. 2010.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Kesehatan Reproduksi (p-ISSN: 2087-703X, e-ISSN: 2354-8762) indexed by: