KAJIAN PEMBERIAN ANTENATAL KORTIKOSTEROID UNTUK IBU HAMIL YANG BERISIKO MELAHIRKAN BAYI PREMATUR

Yuyun Yuniar, Sugiharti Sugiharti, Dewi Kristianti, Sudibyo Supardi

Abstract


Latar Belakang: Kelahiran prematur merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi terkait dengan komplikasi yang terjadi khususnya sindrom gagal nafas. Pemberian antenatal corticosteroid (ACS) merupakan intervensi yang efektif untuk mencegah gangguan pernafasan pada bayi prematur. Cakupan pemberian ACS diperkirakan hanya 10 persen dari yang membutuhkan.

Tujuan: Kajian ini dilakukan untuk mengumpulkan data mengenai kebijakan, manfaat dan kerugian ACS, serta rekomendasi berbagai organisasi profesi terkait pemberian ACS.

Metode: Data dikumpulkan melalui penelusuran data kebijakan, penelusuran literatur secara online untuk dibuat telaah secara sistematik serta pertemuan dengan narasumber dari organisasi profesi terkait.

Hasil: Kebijakan yang sudah ada belum menjadi landasan hukum pemberian ACS dan belum ada prosedur teknis pelaksanaannya. ACS terbukti bermanfaat untuk membantu pematangan paru-paru pada janin sehingga mengurangi risiko komplikasi pada bayi prematur dan tidak memberikan komplikasi yang serius pada ibu. Pemberian ACS harus dilakukan sebagai satu paket komprehensif oleh tenaga kesehatan yang meliputi proses deteksi dini, pemberian tokolitik, pemberian ACS dan diikuti dengan rujukan ke fasilitas yang memadai. Pemahaman dan kompetensi tenaga kesehatan baik di rumah sakit maupun puskesmas perlu ditingkatkan dan didukung dengan peraturan yang memadai.

Kesimpulan: Peningkatan cakupan pemberian ACS memerlukan dukungan kebijakan pemerintah serta peran organisasi profesi dan tenaga kesehatan.


Keywords


Antenatal kortikosteroid (ACS), kehamilan, prematur, komplikasi

Full Text: PDF

Jurnal Kesehatan Reproduksi (p-ISSN: 2087-703X, e-ISSN: 2354-8762) indexed by: