Kajian Aspek Epidemiologi Taeniasis dan Sistiserkosis di Papua

Semuel Sandi

Kajian Aspek Epidemiologi Taeniasis dan Sistiserkosis di Papua

Abstract


Abstract. Taeniasis is an infection of the digestive tract by adult worm Taenia solium, Taenia saginata, and Taenia asiatica. Cysticercosis is a disease infection of the soft tissue caused by Taenia solium larvae. The diseases were found in Indonesia especially Bali, North Sumatra and Papua Province , with prevalence range of 2-48%. Epidemiology analysis taeniasis and cysticercosis were very necessary to understood the distribution pattern, prevalence and transmission of diseases (T. solium life cycle). The results of Seroepidemiology survey conducted in 2007 by the Health Departement of Papua Office in Paniai regency, Jayawijaya regency, Puncak Jaya regency, and The Pegunungan Bintang regency were found cases of taeniasis and cysticercosis. Survey conducted in 2009 by the Research and Development UPF Papua in Jayapura city and Keerom District also found diseases taeniasis and cysticercosis. The Risk factors and patterns spread of taeniasis-cysticercosis there were the mobility of the population of carriers from endemic areas to non-endemic areas. Poor environmental sanitation, socio-economic, cultural and low education were also a factor affecting the spread of taeniasis and cysticercosis in Papua. Intervention required by the Department of Health for the provision of mass de-worming and health education for the community. The Departemen of Husbandry were gave education and the right to counseled raised and vaccinated pigs.

 

Abstrak. Taeniasis merupakan infeksi pada saluran pencernaan oleh cacing dewasaTaenia solium, Taenia saginata dan Taenia asiaticasedangkan sistiserkosis merupakan penyakit/infeksi pada jaringan lunak yang disebabkan oleh larva Taenia solium. Penyakit ini masih ditemukan di Indonesia khusunya Provinsi Bali, Sumatra Utara dan Papua dengan kisaran prevalensi 2–48%. Analisis data epidemiologi penyakit taeniasis dan sistiserkosis sangat diperlukan untuk memahami pola distribusi, prevalensi dan cara penularan penyakit (siklus hidup T. solium).Hasil survei seroepidemiologi yang dilakukan tahun 2007 oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua di Kabupaten Pegunungan tengah (Kab. Paniai, Kab. Jayawijaya, Kab. Puncak Jaya, dan Kab. Peg. Bintang) masih ditemukan kasus taeniasis dan sistiserkosis. Sedangkan survei yang dilakukan oleh UPF litbangkes Papua di Kota Jayapura dan Kab. Keerom juga ditemukan penyakit taeniasis dan sistiserkosis. Faktor risiko pola penyebaran taeniasis dan sistiserkosis adanya mobilitas penduduk yang merupakan carriers dari daerah endemi ke daerah non-endemik. Sanitasi lingkungan yang masih buruk , sosial ekonomi, budaya masyarakat dan pendidikan yang masih rendah juga merupakan faktor yang mempengaruhi penyebaran penyakit taeniasis dan sistiserkosis di Papua. Diperlukan intervensi oleh Dinas Kesehatan berupa pemberian obat cacing secara massal dan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat sedangkan Dinas Peternakan memberikan penyuluhan berternak yang benar dan memberikan vaksinasi ternak babi.


Keywords


Taeniasis, Sistiserkosis, Taenia solium, Taenia asiatica, Taenia saginata.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Penyakit Bersumber Binatang (p-ISSN: 2338-8978, e-ISSN: 2354-8851), Diterbitkan oleh: Loka Litbang P2B2 Waikabubak

Visitor :

web analytics

View My Stats

This Journal has been indexed by:

 


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.