Prevalensi Soil Transmitted Helminth di 10 sekolah dasar Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala Sulawesi

samarang pawakkangi

Abstract


Abstract.

Intestinal worm infections in children of primary school age is the highest prevalence in the case of worm infestation, especially in group Soil Transmitted helminths (STH) infections that lumbricoides Ascaris (roundworm), Hook worms (hookworms) and Trichiuris trichiura (whipworm). As a result of this worm infection can affect child growth and development, among others, the nutritional status, memory, and anemia. The research looked at the rate of intestinal worm infections in children in ten primary schools in the Labuan district Donggala regency, Central Sulawesi. The research was conducted in the month of January 2012, 241 samples were obtained using cluster sampling method is simple: the entire elementry school in the Labuan district randomized to then selected 10 primary and elementary school children throughout the class IV, V and VI were sampled. The activity was a survey stool, stool samples were collected checked by using the direct method. Results of the study are of 241 stool samples examined elementry school children 9,13% of girls infected with intestinal worms and 7.88% boys, with the highest incidence at SDN 1 Labuan is 44.44% with the highest worm species was Ascaris lumricoides (roundworm) 6.22%. It was concluded that the intestinal worm infections in children grade IV, V, and VI in Labuan district occurs more frequently in girls, with the highest infection at SDN 3 Labuan was almost half of the total sample.

Keywords : Intestinal worm, Children of primary school, Soil transmitted helminth.

Abstrak.

Infeksi cacing usus pada anak usia sekolah dasar merupakan prevalensi tertinggi dalam kasus kecacingan terutama pada golongan Soil Transmitted Helminth (STH) yaitu infeksi Ascaris lumricoides (cacing gelang), Hook worm (cacing tambang) dan Trichiuris trichiura (cacing cambuk). Akibat dari infeksi kecacingan ini dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak antara lain pada status gizi, daya ingat, dan anemia. Penelitian ini melihat prevalensi cacing usus pada anak di sepuluh sekolah dasar di Kecamatan labuan kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Penelitian dilaksanakan di bulan Januari 2012, sebanyak 241 sampel diperoleh dengan menggunakan metode cluster sampling sederhana yaitu seluruh Sekolah Dasar di kecamatan labuan diacak untuk kemudian dipilih 10 SD dan seluruh anak SD kelas IV, V dan VI diambil sebagai sampel. Kegiatan yang dilakukan adalah survei tinja, sampel tinja yang terkumpul diperiksa dengan menggunakan metode langsung (direct). Hasil penelitian yaitu dari 241 sampel tinja anak sekolah dasar yang diperiksa ditemukan sebanyak 17% terinfeksi kecacingan, prevalensi kecacingan pada anak perempuan sebanyak 9,13% dan 7,88% pada anak laki-laki. Prevalensi tertinggi ditemukan pada SDN 1 Labuan yaitu 44,44%, sedangkan spesies cacing terbanyak yaitu pada jenis cacing Ascaris lumricoides (cacing gelang) 6,22%. Disimpulkan bahwa infeksi cacing usus pada anak SD kelas IV, V, dan VI di Kecamatan labuan lebih banyak terjadi pada anak perempuan, dengan infeksi tertinggi di SDN 3 Labuan yaitu hampir setengah dari jumlah sampel.

Kata kunci : Kecacingan, Anak Sekolah Dasar, Soil Transmitted Helminth.


References


Kurniawan A. Infeksi Parasit: Dulu dan Masa Kini. Maj Kedokt Indon. 2010; 60 (11): 487-88.

Montresor, A., D. W. T. Crompton, T. W. Gyorkos, and L. Savioli. 2002.Helminth Control in School-Age Children: A Guide for Managers of Control Programmes. Geneva: World Health Organization.

World Bank. 2003. School Deworming at a Glance. Public Health at a Glance Series. http://www.worldbank.org/hnp.

Keputusan Menteri Kesehatan, No. 424. 2006. Pedoman Pengendalian Kecacingan (on line), http://www.hukor.depkes.go.id/up_prod_kepmenkes/KMK Pedoman Pengendalian Cacingan.pdf.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pengendalian Kecacingan. Jakarta : Direktorat Jenderal PP&PL; 2007.

Samarang, Leonardo, Nurwidayati A. Tingkat kecacingan pada anak Sekolah Dasar Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. J. Vektor Penyakit. 2009;III (1). 41-44

Sitti Chadijah. Hayani Anastasia, Junus Widjaja, Made Agus Nurjana. Kejadian penyakit cacing usus di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Jurnal Buski Vol. 4, No. 4, Desember 2013, Hal. 181 - 187

Departemen Kesehatan R.I. 2008. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Zulkoni Akhsin. 2010. Cetakan pertama. Parasitologi. Yogyakarta : Nuha Medica.

Wintoko R. Relations aspects of personal hygiene and behavior aspects with worm eggs nail contamination risk at 4th , 5th and 6th grade of state elementary school 2 raja basa districts bandar lampung academic year 2012/2013. JUKE, Maret, 4 (7). 2014.

Depkes R.I. Laporan Pengendalian Penyakit Menular, Dirjen P2M & PL. 2005.

Departemen Kesehatan R.I. 2010. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2010.Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Gandahusada Sriasi. dkk. Parasitologi Kedokteran. Edisi ketiga. Jakarta: FKUI. 2000.

Wibowo, J. Hubungan antara Infeksi Soil Transmitted Helminths dengan Prestasi Belajar Anak Sekolah Dasar 03 Pringapus, Kabupaten Semarang JawaTengah. Skripsi Fakultas kedokteran UNDIP. Semarang. 2008.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


____________________________________________________________________________________________________________________

JHECDs: Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases

p-ISSN: 2502-0447

e-ISSN: 2503-5134

Published by: Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu, Kementerian Kesehatan RI


JHECDs Indexed by:

google scholar Crossref base ipi neliti

 

Creative Commons License

Visitor Number :

Web
Analytics Made Easy - StatCounter

View our stats
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.