Pengaruh curah hujan, kelembaban, dan temperatur terhadap prevalensi Malaria di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan

Sri Sulasmi, Dian Eka Setyaningtyas, Akhmad Rosanji, Nita Rahayu

Abstract


Abstract.

Malaria is one of communicable disease that still becoming important issue in Indonesia. Tanah Bumbu is one of district in South Kalimantan province with high malaria prevalence. Malaria cases occur nearly every month with significant raise of malaria incidences on May, October to July. This was a descriptive research using secondary data of rainfall, temperature and humidity from Meteorology and Geophysics Board of Banjarbaru and Malaria case of Tanah Bumbu District data within 10 years term. Results showed that rainfall influenced the increase in the density of mosquitoes. The optimum temperature supports an increased density of mosquitoes in the 26,5 to 27 oC. Humidity, temperature, and rainfall optimum support increased incidence of malaria cases seen from the figures. Increased surveilance needs to be done at the end of wet months (February to May). Precautions can be done by observing rainfall, humidity and temperature of the weekly scale.

Keyword: climate variability, humidity, malaria, rain fall, temperature

Abstrak.

Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah penting di Indonesia. Tanah Bumbu merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan dengan prevalensi malaria yang masih tinggi. Kasus malaria terjadi hampir disetiap bulan, peningkatan signifikan pada bulan Mei, Oktober hingga Juli. Penelitian ini bersifat deskriptif, menggunakan data sekunder berupa data curah hujan, kelembaban, temperatur dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Banjarbaru, juga data kasus malaria Kabupaten Tanah Bumbu selama kurun waktu 10 tahun. Hasil menunjukkan bahwa curah hujan mempengaruhi peningkatan kepadatan nyamuk. Temperatur optimum mendukung peningkatan kepadatan nyamuk pada 26,5-27 oC. Kelembababan, temperatur, dan curah hujan optimum mendukung peningkatan kejadian malaria yang terlihat dari angka kasus. Peningkatan surveilan perlu dilakukan pada akhir bulan basah (bulan Februari hingga Mei). Kewaspadaan dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan curah hujan, kelembaban dan suhu skala mingguan.

Kata Kunci: variabilitas iklim , kelembaban, curah hujan, malaria, temperatur


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


____________________________________________________________________________________________________________________

JHECDs: Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases

p-ISSN: 2502-0447

e-ISSN: 2503-5134

Published by: Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu, Kementerian Kesehatan RI


JHECDs Indexed by:

google scholar Crossref base ipi neliti

 

Creative Commons License

Visitor Number :

Web
Analytics Made Easy - StatCounter

View our stats
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.