TRADISI PERAWATAN IBU PASCA PERSALINAN (SE’I DAN TATOBI) DI KECAMATAN AMANUBAN BARAT, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Kartika Handayani, Rachmalina S Prasodjo

Abstract


ABSTRACT

The number of mortality rate is a barometer status due to public health, especially the number of mother and infant mortality rate (AKI and AKB). Timor Tengah Selatan district, Nusa Tenggara Timur province, viewed from the side of geographic and socio-economic conditions were still in critical conditions whereas the maternal and infant mortality rate in the year 2009-2012 was still high. There is unique tradition in Timor Tengah Selatan district, namely Se’i (fogging) and Tatobi (hot compresses) that were given to the mother after they give birth. Se’i and Tatobi were a series of activity aimed to care pregnant mothers during the puerperium consist dietary restriction, fogging, roasting, and hot water compress for 40 days. This research was a qualitative research conducted to dig deeper about the tradition of Se’i and Tatobi, which held in Amanuban sub district, in Timor Tengah Selatan district, Nusa Tenggara Timur Province. The research was done by means of in-depth interviews to 10 mothers after 0-40 days delivery, biological mothers, mother-in-law, husband, midwives, and community leaders. The results of interview showed there was fear of feeling from mother post childbirth if they do not follow these series of tradition. It is recommended to health workers to improve the health services by using the approach of the culture and local customs, by providing counseling about pregnancy, birth, post birth, and baby care through ways that easily digested by their reason and logic.

Keywords: Tradition,Se’i, Tatobi, postpartum care

 

ABSTRAK

Angka kematian merupakan barometer status kesehatan masyarakat terutama kematian ibu dan kematian bayi (AKI dan AKB). Kabupaten Timor Tengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur dilihat dari sisi geografis dan keadaan sosial ekonomi masyarakatnya masih merupakan daerah kritis dimana angka kematian ibu dan bayi pada tahun 2009-2012 masih tinggi. Di daerah tersebut terdapat tradisi unik, yaitu pengasapan (Se’i) dan kompres panas pada ibu pasca persalinan (Tatobi). Tradisi Se’i dan Tatobi merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk merawat ibu selama masa nifas yang terdiri dari pantangan terhadap makanan, pengasapan, pemanggangan, dan kompres kain panas selama 40 hari. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilakukan untuk menggali lebih dalam tentang tradisi Se’i dan Tatobi di kecamatan Amanuban, Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilakukan dengan cara wawancara mendalam (in-depth interview) pada10 orang ibu pasca melahirkan 0-40 hari, ibu kandung, ibu mertua, suami, bidan, dan tokoh masyarakat. Hasil wawancara menunjukkan ada perasaan ketakutan dari ibu pasca persalinan bila tidak mengikuti pantangan dan anjuran yang dikatakan oleh orangtua, kerabat dan tetangganya. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk menggunakan pendekatan budaya dan adat istiadat setempat dalam peningkatan pelayanan kesehatandengan memberikan penyuluhan sekitar kehamilan, kelahiran, pasca kelahiran, dan perawatan bayi melalui cara-cara yang mudah dicerna oleh daya nalar mereka.

Kata kunci: Tradisi, Se’i, Tatobi, perawatan ibu pasca persalinan

 


Keywords


Tradition,Se’i, Tatobi, postpartum care

References


Anderson, F.&, 2006. Antropologi Kesehatan, Jakarta: UI Press.

Anwar, Athena, Rachmalina S.Prasodjo., 2014. Kesehatan Ibu dan Bayi Yang Melakukan Tradisi Sei dan Gambaran Kesehatan Lingkungan Rumah Bulat (Ume Kbubu) Di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ekologi Kesehatan. Vol. 5, No. 1. April 2014, 5(1 April 2014), pp.53–61.

Barnes, B. R., Mathee, A. Thomas, L.& B.N.H. energy, 2009. Indoor Air Pollution and Child Respiratory Health in South Africa. Journal of Energy in Southern Africa, 20, pp.4–13.

Buntoro, A., 2006. Rumah Bulat jadi sumber penyakit di Nusa Tenggara Timur? [Round house as the source of health problems in NTT Province?].

Kementerian Kesehatan, 2016. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015, Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kesehatan, D., 2011. Profil Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan tahun 2011,

Liamphuttong, P. and D.E., 2005. Research Methods, 2nd ed., Oxford, England.

Malidah, 2002. Penyakit Dalam Kehamilan, Persalinan dan Nifas, jakarta: EGC.

Notoatmojo, S., 2008. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, jakarta: Rineka Cipta.

Prasodjo, R., 2009. Studi kejadian kesakitan dan kematian pada ibu dan bayi yang melakukan budaya Sei di kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (Unpublished research report), Jakarta.

Rachmalina Prasodjo, D. Anwar Musadad, Salut Muhidin, Jerico Pardosi & Silalahi, M., 2015. Advocate Program for Healthy Traditional Houses, Ume Kbubu, in a Timor Community: Preserving Traditional Behavior and Promoting Improved Health Outcomes. Journal of Health Communication, 20(1), pp.10–19.

Suhardjo, 1989. Sosio Budaya Gizi, Bogor: PAU Pangan dan Gizi IPB.

Swasono, M.F., 1998. Kehamilan dan kelahiran dalam konteks budaya dan implikasinya terhadap kesehatan bayi dan ibu, jakarta: UI Press.

Windi, Y. K., & Whittaker, A., 2012. Indigenous round houses versus “healthy houses”: Health, place and identity among the Dawan of West Timor, Indonesia. Health & Place 18th ed.,

Yamashita, T., Suplido, S. A., Ladines-Llave, C., Tanaka, Y., Senba, N., & Matsuo, H., 2014. A cross-sectional analytic study of postpartum health care service utilization in the Philippines. PLoS ONE, (9, e85627.).


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



View JEK Statistics

Lisensi Creative Commons
Jurnal Ekologi Kesehatan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Jurnal Ekologi Kesehatan (The Indonesian Journal of Health Ecology, p-ISSN: 1412-4025, e-ISSN: 2354-8754) has been indexed by: