BIONOMIK NYAMUK MANSONIA DAN ANOPHELES DI DESA KARYA MAKMUR, KABUPATEN OKU TIMUR

Yanelza Supranelfy, Hotnida Sitorus, R Irpan Pahlepi

BIONOMIK NYAMUK MANSONIA DAN ANOPHELES DI DESA KARYA MAKMUR, KABUPATEN OKU TIMUR

Abstract


Abstract

Lymphatic filariasis is still become the health problem in Indonesia, the disease almost found inthe entire area with fairly high level endemicity. Karya Makmur Village, Madang Suku III District, EastOgan Komering Ulu Regency, South Sumatera Province in 2007 has micofilariae rate of 1,05% based fromblood survey. The aims of the research is to identify vector and the breeding habitat. This research has beenconducted in Karya Makmur Village from May to November 2011. This type of research is noninterventionstudy with spot survey research design. Mosquitoes collection using human landing andresting collection methods, while mosquito larvae were collected from breeding sites. This research found14 species of Mansonia and Anopheles were collected and the species were Mansonia uniformis, Ma.annulata, Ma. indiana, Ma. dives, Ma. bonneae, Ma. annulifera, Anopheles nigerrimus , An. annularis, An.maculatus, An. letifer, An. vagus, An. barbumbrosus, An. barbirostris and An. tesselatus. Mansoniauniformis and Anopheles nigerrimus was confirmed as filariasis vector but none containing microfilariae.Breeding habitat of Anopheles have water temperature 280C — 300C and pH 7 with vegetation (grass andEichhornia crassipes / water hyacinth) and predator (Oreochromis niloticus / nile tilapia and Aplocheiluspanchax / fish head lead). Thus the community are expected to behave positively, especially avoidmosquito bites and manipulate the environment that potentially as mosquito larvae breeding habitat.

Keywords: Mansonia, Anopheles, filariasis, Karya Makmur Village

 

Abstrak

Filariasis limfatik masih merupakan masalah kesehatandi Indonesia, penyebaran penyakit ini hampirdi seluruh wilayah dan dibeberapa daerah dengan tingkatendemic yang cukup tinggi. Desa Karya Makmur, Kecamatan Madang SukuIII, Kabupaten Ogan KomeringUlu Timur, Propinsi Sumatera Selatan pada tahun2007, mikrofilariarate sebesar1,05% berdasarkansurvey darah jari. Tujuan penelitian untuk mengetahui vektor danhabitat perkembangbiakannya. Penelitian dilakukandi Desa Karya Makmur mulai bulanMei sampaiNovember 2011. Jenis penelitian adalah non-intervensi dengan disain survei sewaktu atauspot survei. Penangkapan nyamuk dengan metodehuman landing (umpan orang) danresting collection (hinggap/istirahatdi dalam dandi luar rumah), sedangkanlarva nyamuk dikumpulkan darihabitat perkembangbiakan. Hasil penelitian ditemukan14 spesies nyamuk yaitu Mansonia uniformis,Ma. annulata,Ma. indiana,Ma. dives, Ma. bonneae,Ma. annulifera,Anopheles nigerrimus , An. annularis,An. maculatus,An. letifer,An. vagus,An. barbumbrosus,An. barbirostris danAn. tesselatus. Nyamuk Mansonia uniformis danAnopheles nigerrimus dikonfirmasikan sebagai vektor filariasis namun tidak satupun dari nyamukyang tertangkap mengandung mikrofilaria.Habitat perkembangbiakan nyamuk Anopheles, suhuair berkisar antara280C —300C danpH 7 dengan vegetasi (rumput dan Eichhornia crassipes / eceng gondok) danpredator (Oreochromis niloticus / ikan nila dan Aplocheilus panchax / ikan kepala timah). Dengan demikian masyarakat diharapkan berperilaku positif terutama menghindarkan diri dari gigitan nyamuk penular dan memanipulasi lingkunganyang potensial sebagaihabitat perkembangbiakanlarva nyamuk.

Kata kunci: Mansonia,Anopheles, filariasis, Desa Karya Makmur


Keywords


Mansonia, Anopheles, filariasis, Karya Makmur Village

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



View JEK Statistics

Lisensi Creative Commons
Jurnal Ekologi Kesehatan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Jurnal Ekologi Kesehatan (The Indonesian Journal of Health Ecology, p-ISSN: 1412-4025, e-ISSN: 2354-8754) has been indexed by: