ASESMEN PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA DI SUMATERA BARAT TAHUN 2011

Mieska Despitasari, Rofingatul Mubasyiroh, Harimat Hendarwan

ASESMEN PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA DI SUMATERA BARAT TAHUN 2011

Abstract


ABSTRACT

Internsip is an apprenticeship process which needed by medical students that have had medical license toheld their ownself medical services. The first role of Program Internsip Dokter Indonesia had been heldsince February 2010. After a year program, Ministry of Health need to do an assessment for this program.This assessment held on February - March 2011 in four districts of West Sumatera Province (Pariaman,Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota and Solok Selatan) that picked randomly. Also based onrepresentativeness of Class C class D public hospital, inpatient health center (puskesmas DTP), andoutpatient health center (puskesmas non-DTP). The results of this assessment: 1. This program had donewell in West Sumatera; 2. The aims of internsip had been achieved; 3. All interns had reached the target of400 medical cases along the program; 4. There was still some interns who couldn't reach the caseproportion target; 5. There was still some misperception about interns' status, some people still think thatthey are not a doctor yet.

Keywords : internship, assessment, west sumatera, internsip dokter indonesia

 

ABSTRAK

Internsip adalah proses pemagangan yang diperlukan agar seorang mahasiswa kedokteran yang telahmemiliki ijasah dokter dapat berpraktik mandiri. Program Internsip Dokter Indonesia angkatan pertamatelah dilaksanakan di Sumatera Barat pada Bulan Pebruari 2010. Setelah 1 tahun pelaksanaan kegiataninternsip, Kementerian Kesehatan memandang perlu untuk melakukan suatu penilaian terhadap pencapaiankegiatan internsip. Asesmen dilakukan antara Bulan Februari — Maret 2011, dengan lokasi di 4 kabupatendi Sumatera Barat, yakni Pariaman, Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, dan Solok Selatan. Pemilihankabupaten/kota lokasi asesmen dilakukan secara random (acak) dengan mempertimbangkan keterwakilanRS Kelas C, RS Kelas D, Puskesmas rawat inap dan non rawat inap. Hasil asesmen menunjukkan bahwa:1. Pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia telah berjalan dengan cukup baik di Sumatera Barat; 2.Secara umum peserta internsip telah mencapai target minimal yang ditentukan selama menjalaniinternsip; 3. Seluruh peserta telah mencapai target 400 kasus yang harus ditangani: 4. Masih ada pesertayang tidak meraih target kasus yang telah ditentukan; 5. Masih terdapat salah persepsi tentang statuspeserta internsip yang dianggap belum menjadi dokter.

Kata kunci : internsip, asesmen, Sumatera Barat, internsip dokter Indonesia


Keywords


internship, assessment, west sumatera, internsip dokter indonesia

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



View JEK Statistics

Lisensi Creative Commons
Jurnal Ekologi Kesehatan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Jurnal Ekologi Kesehatan (The Indonesian Journal of Health Ecology, p-ISSN: 1412-4025, e-ISSN: 2354-8754) has been indexed by: