HUBUNGAN FAKTOR IKLIM DENGAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL TAHUN 2010

Rr. Anggun Paramita Djati, Budi Santoso, Tri Baskoro Tunggul Satoto

HUBUNGAN FAKTOR IKLIM DENGAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL TAHUN 2010

Abstract


ABSTRACT

Dengue Haemorrhagic Fever is still a health problem in the world, including in Indonesia. Ecology ofmosquito-borne dengue fever, especially on the influence of climate on development is essential to predictthe development and success of vector control. A descriptive epidemiological study types and usedquantitative methods and research design was a series of periodic (time-series). The overall researchactivities carried out in September 2010 to April 2011. Secondary data collected were temperature,humidity and rainfall. The results showed that there is a relationship between rainfall and dengue cases (r =0.580) and humidity with the dengue cases (r = 0.412). There was no relationship between the temperatureof the dengue cases in Gunungkidul in 2010 and there was no significant association between rainfall factorwith endemicity status. Based on the results of this study recommended the need for monitoring of climate,especially rainfall patterns that occur in Gunungkidul so predictable increase in dengue cases and furthercontrol measures that can be done on time.

Keywords: Climate, dengue haemorrhagic fever, gunungkidul

 

ABSTRAK

DBD masih menjadi masalah kesehatandi dunia, termasukdi Indonesia. Pengetahuan ekologi tentang nyamuk penular DBD, khususnya tentang pengaruh iklim terhadap perkembangannya merupakanhal penting untuk memprediksi perkembangan vektor dan keberhasilan pengendalian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian epidemiologi deskriptif dan metodeyang digunakan adalah metode kuantitatif dengan rancangan penelitian adalah rangkaian berkala (time-series). Keseluruhan kegiatan penelitian dilaksanakan BulanSeptember 2010 sampai denganApril 2011. Data sekunderyang dikumpulkan adalah suhu, kelembaban dan curah hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara curah hujan dengan kasus DBD(r =0,580) serta kelembaban dengan kasus DBD(r =0,412). Tidak ada hubungan bermakna antara suhu dengan kasus DBDdi Kabupaten Gunungkidul tahun2010 dan tidak ada hubungan secara bermakna antara faktor curah hujan denganstatus endemisitas. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan perlunya dilakukan pemantauan pola iklim terutama curah hujanyang terjadidi Kabupaten Gunungkidul sehingga dapat diprediksi peningkatan kasus DBD dan selanjutnya dapat dilakukan upaya pengendalianyang tepat waktu.

Kata kunci: Iklim, demam berdarahdengue, Gunung kidul


Keywords


Climate, dengue haemorrhagic fever, gunungkidul

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



View JEK Statistics

Lisensi Creative Commons
Jurnal Ekologi Kesehatan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Jurnal Ekologi Kesehatan (The Indonesian Journal of Health Ecology, p-ISSN: 1412-4025, e-ISSN: 2354-8754) has been indexed by: