PENGARUH LINGKUNGAN SUHU TINGGI DAN SUHU RENDAH TERHADAP KONSUMSI ZAT GIZI DAN STATUS GIZI ORANG DEWASA

Fithia Dyah Puspitasari, Prisca Petty Arfines

PENGARUH LINGKUNGAN SUHU TINGGI DAN SUHU RENDAH TERHADAP KONSUMSI ZAT GIZI DAN STATUS GIZI ORANG DEWASA

Abstract


ABSTRACT

The imbalance nutrition intake for a long term period can cause changes in weight, body composition andmay alter health problem. The environment temperature can affect the 24 Hours Energy Expenditure (24-hEE) magnitude. This research was aimed to investigate the differences of adult's nutrient intake pattern inhigh-temperature and low-temperature area. Research was held in high-temperature area (Jakarta) and lowtemperaturearea (Tawangmangu). Frequency distribution analysis was done to obtain the respondentcharacteristics, while bivariat test was done to determine the difference of energy consumption rate andnutritions. The results showed that the subjects in high-temperature area consumed higher total protein,total vitamin B2 and total calcium than the subjects in low-temperature area. Subject in low-temperaturearea consumed more partial calcium compare to subjects in high-temperature area. There was a signifiCantdifference in average of total vitamin A intake between less and overweight group (p=0,049); normal andoverweight group (p=0,007) and between overweight and obese group (p=0,004).

Keywords: Nutrient intake, nutrition status, environment temperature

 

ABSTRAK

Ketidakseimbangan asupan zat gizi pada jangka waktu yang lama mengakibatkan perubahan berat badan,komposisi tubuh dan memungkinan timbulnya gangguan kesehatan. Suhu lingkungan mempengaruhibesaran 24 Hours Energy Expenditure (24-h EE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan polakonsumsi zat gizi orang dewasa di lingkungan bersuhu tinggi dan lingkungan bersuhu rendah. Penelitiandilakukan di area bersuhu tinggi (Jakarta) dan area bersuhu rendah (Tawangmangu). Analisis distribusifrekuensi dilakukan untuk mengetahui karakteristik responden sedangkan uji bivariat dilakukan untukmengetahui beda jumlah konsumsi energi dan zat gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek padaarea suhu tinggi mengonsumsi protein total, vitamin B2 total dan kalsium total lebih banyak dibandingkansubyek di area suhu rendah. Sebaliknya subyek pada area suhu rendah mengonsumsi lebih banyak kalsiumparsial dibandingkan subyek di area suhu tinggi. Terdapat perbedaan rerata yang bermakna pada asupan VitA total antara kelompok gizi kurang dan lebih (p=0,049); kelompok gizi normal dan lebih (p=0,007) danantara kelompok gizi lebih dan obese (p=0,004).

Kata kunci: Konsumsi zat gizi, status gizi, suhu lingkungan


Keywords


Nutrient intake, nutrition status, environment temperature

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



View JEK Statistics

Lisensi Creative Commons
Jurnal Ekologi Kesehatan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Jurnal Ekologi Kesehatan (The Indonesian Journal of Health Ecology, p-ISSN: 1412-4025, e-ISSN: 2354-8754) has been indexed by: