MODEL INTERVENSI PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT

Amrul Munif, Dede Anwar Musadad, Kasnodihardjo Kasnodihardjo

MODEL INTERVENSI PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT

Abstract


ABSTRACT

In Indonesia principal of activity control program Dengue Hemorrhagic Fever ( DHF) currently nowinclude epidemiological surveillance, discovery and case management, vector control, communityparticipation, early warning system (EWS), outbreaks, dissemination of information, partnerships, capacitybuilding, research, monitoring and evaluation. However, these activities not yed the expected results, it isindicates the need for other measures in order to improve the program in the prevention of dengue. Theprocess of transmission of dengue is a dynamic process, the study of the transmission of the disease need toinvolve the dynamic aspects of the dependence on time, which has been neglected in many studies that havebeen conducted relating to DHF. By involving the dynamic aspects of the transmission process will be toobtain a more precise conclusion in determining the disease control policies. For reasons these researchhas been done on the development of a model dengue control more specific and dynamic in Indramayudistrict, West Java. The purpose of the study to gain control model that can lower DHF Infection Rate( IR ) to zero percent. Results showed the free larvae index which reflect environmental hygiene at districof Indramayu West Jawa 60,0%. This illustrates that the breeding places eradication program in thedistrict well doing, was being in the district foging implementation in Indramayau was able to reduce theincidence of DHF either primary infection ( detectable IgM) and secondary infection ( IgG and IgMdetected ). Insect repellent can be used as an alternative for the prevention of the spread of dengue fevercan reduce the increase in the number of dengue infections. Basically Insect repellent use can reduce IR.The combination of fogging and insect repellent will be more effective in reducing the number of infections.RDT implementation and then immediately responded by conducting fogging or the use of insect repellentto prevent the spread of dengue fever so that the number of infection will be reduced.

Keywords: Intervention Model , Dengue Fever Control

 

ABSTRAK

Di Indonesia kegiatan pokok program pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) saat sekarangmeliputi surveilans epidemiologi, penemuan dan tatalaksana kasus, pengendalian vektor, peningkatan peranserta masyarakat, sistim kewaspadaan dini (SKD), penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB),penyuluhan, kemitraan, capacity building, penelitian,survei, monitoring dan evaluasi. Namun berbagaikegiatan tersebut belum memberikan hasil yang diharapkan, hal ini mengindikasikan masih perlunya upayalain dalam rangka perbaikan program dalam penanggulangan DBD. Proses penularan DBD merupakanproses dinamik, dengan demikian kajian tentang penularan penyakit tersebut perlu melibatkan aspekdinamik tersebut ketergantungan terhadap waktu, yang selama ini diabaikan dalam berbagai penelitian yangtelah, dilakukan berkaitan dengan DBD. Dengan melibatkan aspek dinamik dari proses penularan tersebutakan diperoleh suatu kesimpulan lebih tepat dalam menentukan kebijakan penanggulangan penyakittersebut. Dengan alasan tersebut telah dilakukan penelitian tentang pengembangan model pengendalianDBD yang lebih spesifik dan dinamis di Kabupaten Indramayu Propinsi Jawa Barat. Tujuan penelitianuntuk mendapatkan model pengendalian DBD yang dapat menurunkan Infection Rate (IR) menjadi nolpersen. Hasil penelitian menunjukkan angka bebas jentik (ABJ) yang mencerminkan kebersihanlingkungan di Kabupaten Indramayu tertinggi 83,2%. Hal ini menggambarkan bahwa programPemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di kabupaten tersebut berjalan dengan baik. Pelaksanaan foging dilokasi penelitian tersebut ternyata dapat menurunkan insidensi DBD baik itu infeksi primer (terdeteksiIgM) maupun infeksi sekunder (terdeteksi IgG dan IgM). Insect repellent dapat dijadikan alternativepencegahan menularnya DBD karena dapat menurunkan peningkatan jumlah infeksi DBD. Pada dasarnya penggunaan Insect repellent dapat menurunkan IR. Kombinasi fogging dan insect repellent akan lebihefektif dalam menurunkan jumlah infeksi, karena dengan fogging 20% dan 40% Insect repellent , IRmenjadi satu orang. Pelaksanaan program kontainer tertutup dapat menurunkan peningkatan jumlah infeksiDBD pada saat outbreak dengan bertambahnya tingkat insect repellent menjadi 40%, dan tingkat fogging20% saja, nilai IR menjadi nol setelah hari ke 100. Pelaksanaan RDT dan kemudian segera ditanggapidengan dilakukan fogging atau penggunaan insect repellent dapat mencegah penyebaran DBD sehinggajumlah infeksi akan berkurang.

Kata kunci: Model Intervensi, Pengendalian Demam Berdarah Dengue


Keywords


Intervention Model , Dengue Fever Control

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



View JEK Statistics

Lisensi Creative Commons
Jurnal Ekologi Kesehatan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Jurnal Ekologi Kesehatan (The Indonesian Journal of Health Ecology, p-ISSN: 1412-4025, e-ISSN: 2354-8754) has been indexed by: