LYMPHATIC FILARIASIS IN INDONESIA

Sudomo M., Ali Azhar, Sri Oemijati

LYMPHATIC FILARIASIS IN INDONESIA

Abstract


Filariasis masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Walaupun penyakit tersebut tidak mematikan tetapi akan menyebabkan kecacatan serta menurunnya produktivitas penderitanya, keluarganya maupun masyarakat, dan merupakan beban sosial. Penyakit tersebut di Indonesia disebabkan oleh tiga spesies cacing filaria yaitu Brugia malayi, B. timori dan Wuchereria brancofti. Filariasis di Indonesia tersebar di hampir seluruh provinsi terutama di daerah pedesaan. Pengobatan masal dengan DEC sampai saat ini merupakan cara pemberantasan yang paling baik untuk menurunkan prevalensi penyakit tersebut. DEC yang diberikan dengan dosis konvensional akan menyebabkan efek samping yang berat. Pengobatan dengan dosis rendah akan menurunkan efek samping dan dosis ini lebih disukai penduduk daripada dosis konvensional. Kendala pengobatan dosis rendah adalah lamanya pengobatan, yaitu 40 minggu, sehingga mengakibatkan adanya ketidakpatuhan. Perubahan lingkungan baik lingkungan fisik maupun sosio-budaya sangat penting di daerah endemik filariaris karena secara tidak langsung akan menghilangkan penyakit tersebut, dengan demikian kerjasama lintas sektor, kemitraan dan peran serta masyarakat sangatlah penting.


 


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



View JEK Statistics

Lisensi Creative Commons
Jurnal Ekologi Kesehatan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Jurnal Ekologi Kesehatan (The Indonesian Journal of Health Ecology, p-ISSN: 1412-4025, e-ISSN: 2354-8754) has been indexed by: