Determinan Rumah Tangga dan Malaria dengan Metode Pohon Klasifikasi di Kawasan Timur Indonesia

Mochamad Setyo Pramono, Astridya Paramita, Zainul Khaqiqi Nantabah, Sutikno Sutikno

Abstract


The Riskesdas or Basic Health Research 2013 showed prevalence of malaria in 15 provinces in eastern Indonesia were above the national average. The higher prevalence of malaria were mostly located in Eastern Indonesia as East Nusa Tenggara or (Nusa Tenggara Timur/NTT), West Nusa Tenggara or Nusa Tenggara Barat/NTB), Papua, West Papua, Maluku and North Maluku. The study aimed to determine characteristics of household members confirmed of malaria in Eastern Indonesia based on secondary the Riskesdas 2013 data. It was a further analysis of Riskesdas 2013, with a sample of 41,040 households in the Eastern of Indonesia. Method of analysis was by classification tree analysis. Classification tree optimally provided 10 simpuls. It showed that the majority of 20.8% households infected by malaria had free health care in last year, located in rural, high economy status, use mosquito bite prevention, higher education among heads of families, and professional occupation such as civil/miliatary/police/enterprises. It concludes by classification tree analysis that the highest probability of household members infected malaria in eastern Indonesia was 30.5%, common in households that had free health carein last year and higher education among heads of families. It needs socialization on standard confirmation of malaria by blood examination, especially among heads of households with lw education,  low socioeconomic and in aeras with minimum health access.

ABSTRAK

Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi malaria di 15 provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI) di atas rata-rata nasional. Prevalensi malaria yang tinggi tersebut sebagaian besar terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara. Tujuan studi ini menentukan karakteristik rumah tangga dengan anggota RT yang terinfeksi malaria di KTI. Studi ini merupakan analisis lanjut Riskesdas 2013 dengan sampel 41.040 RT di KTI. Metode analisis adalah klasifikasi pohon. Pohon klasifikasi optimal membentuk simpul sebanyak 10. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas dari 20,8% RT dengan malaria di kawasan KTI mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dalam satu tahun terakhir, terletak di perdesaan, memiliki tingkat sosioekonomi tinggi, melakukan pencegahan gigitan nyamuk, dengan karakteristik kepala keluarga berpendidikan tinggi, berpekerjaan PNS/TNI/Polri/BUMD. Peluang terbesar rumah tangga dengan malaria sebesar 30,5% adalah pada rumah tangga yang mendapat pelayanan kesehatan gartis dalam setahun terakhir dan pendidikan kepala keluarga tamat SMP ke atas. Perlu sosialisasi tentang standar penegakan sakit malaria dengan pemeriksaan darah terutama kepada Kepala Keluarga yang berpendidikan rendah, status sosioekonomi miskin dan di daerah yang akses kesehatannya masih minim.


Keywords


Malaria ; Households; Classification Tree; Eastern Indonesia

References


Anies. 2006. Manajemen Berbasis Lingkungan: Solusi Mencegah dan Menanggulangi Penyakit Menular. Jakarta, Elex Media Komputindo.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2008. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2007) Laporan Nasional 2007, Jakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2013. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2013) Laporan Nasional 2013, Jakarta.

Blum H. 1981. Planning for health. 2nd edition. New York, Human Sciences Press

Breiman L., Friedman J.H., Olshen R.A., Stone C.J. 1993. Classification and Regression Trees. New York, Chapman and Hall.

Baragatti M., dkk. (2009). Social and Environmental Malaria Risk Factors in Urban Areas of Ouagadougou, Burkina Faso. Malaria Journal, (8), 1 – 14.

Erdinal, Dewi S., dan Ririn A.W. 2006. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Kecamatan Kampar Kiri Tengah Kabupaten Kampar 2005/2006. Makara Kesehatan, 10 (2), 64-70.

Friaraiyatini, Soedjajadi K., dan Ririh Y. 2006. Pengaruh Lingkungan dan Perilaku Masyarakat Terhadap Kejadian Malaria di Kabupaten Barito Selatan Propinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2, (2), 121-128.

Harijanto P.N. 2000. Malaria: Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi Klinis dan Penanganannya. Jakarta, EGC.

Lewis dan Roger J. 2000. An Introduction to Classification and Regression Trees (CART) Analysis. Presented at the 2000.

Notoatmodjo S. 2005. Promosi Kesehatan: Teori dan Aplikasi, cet. Pertama. Jakarta, Rineka Cipta

Nurdin E., Masrizal, dan Fauziah E. 2012. Faktor Risiko Kejadian Penyakit malaria di Wilayah Tambang Emas Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas. 7, 16 – 20.

Jacklin F. Mosha, dkk. (2014). Hot Spot or Not: A Comparison of Spatial Statistical Methods to Predict Prospective Malaria Infections. Malaria Journal, 13, 1 – 12.

Prabowo A. 2004. Malaria: Mencegah dan Mengatasi. (sl), Niaga Swadaya.

Rika Mayasari, Diana Andriayani, Hotnida Sitorus. 2016. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Indonesia (Analisis Lanjut Riskesdas 2013). Buletin Penelitian Kesehatan, 44 (1), 13 – 24.

Oktofiani Sir, Arsunan Arsine, Ilham Syam, Mieska Despitasari. 2015. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2014. Jurnal Ekologi Kesehatan, 14 (4), 334 – 341.

Steinberg D., dan Phillip C. 2005. Classification and Regression Trees. CA, Salford System, San Diego.

Sriwahyuni S., dkk. 2014. Analisis Risiko Karakteristik, Sosial Ekonomi, Perilaku dan Kondisi Lingkungan Rumah Terhadap Kejadian Malaria. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 9 (2), 150 – 156.

Suwito, Upik Kesumawati Hadi, Singgih Sigit, Supratman Sukowati. (2010). Hubungan Iklim, Kepadatan Nyamuk Anopheles dan Kejadian Penyakit Malaria. Jurnal Entomologi Indonesia, 7 (1), 42 – 53.

Untari J. Dan Hasanbasri M. 2007. Kemana Pemilik Kartu Sehat Mencari Pertolongan: Analisis Survei Sosial Ekonomi Nasional 2001. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatani, 10 (1), 46 – 51.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Buletin Penelitian Sistem Kesehatan (Bulletin of Health System Research, ISSN 1410-2935. e-ISSN 2354-8738) published by Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Indexed on:

http://ejournal.litbang.depkes.go.id/public/site/images/tanto-hsr-man/doaj_cilik_160

Visitor Number : 

shopify traffic stats
View My Stats

Lisensi Creative Commons

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License..