Fenomena “Sidang Umur” terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Desa Sidengok, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara

Weny Letari, Yunita Fitrianti

Abstract


There were five infant mortality cases and two malnutrition babies occured in Sidengok Village, Pejawaran Subdistrict, Banjarnegara District year 2013. The main factor of the cases was low birth weight (LBW) as of the early marriages. The women in Sidengok used toget married at the average under 20 years, and even some of them married under 16 years. It was legally allowed because of “age session in court” as marital dispensation. The type of study was a qualitative method with an observation participation. The study aimed to identify social and cultural factors of LBW and infant mortality in Sidengok village. It revealed that the "age session in court" in Sidengok village, is a way to legalize marital status for the underage couple, causing LBW which is one of underlying factors of infant mortalities. On the other hand,‘the age session in court’ such as marital dispensation is legally allowed and regulated in marriage law, which might have an impact on women's reproductive health. It concludes that the occurrence of "age session in court" in Sidengok village has been a common event which was legally supported by marriage laws. It recommends to decrease LBW rate and infant mortality rate, it needs an amendment of marriage law, in particular, a minimum age to get married.

 

Abstrak

Terdapat 5 kematian bayi dan dua bayi gizi buruk di Desa Sidengok, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara dalam tahun 2013. Penyebab utama kematian dan gizi buruk tersebut adalah Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Perkawinan usia dini menjadi salah satu penyebab terjadinya BBLR. Di Desa Sidengok perempuan rata-rata menikah kurang dari 20 tahun, bahkan ada yang belum mencapai usia 16 tahun dengan sidang umur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor sosial budaya “sidang umur” sebagai salah satu penyebab  BBLR dan kematian bayi. Jenis penelitian kualitatif dengan metode observasi partisipasi. Terdapat sidang umur di Desa Sidengok Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara bagi  yang   belum   cukup   usia   perkawinan   agar   bisa melangsungkan perkawinan. Sidang umur merupakan celah hukum, salah satu syarat yang bersifat formalitas agar diperbolehkan menikah diatur dalam Undang-Undang Perkawinan. Celah hukum ini berdampak pada kesehatan reproduksi perempuan dimana difasilitasi dan dilaksanakan oleh pengadilan agama dan instansi pemerintah terkait. “Sidang umur” merupakan salah satu faktor banyaknya pernikahan dini yang merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya BBLR dan selanjutnya kematian bayi. Fenomena “Sidang umur” yang marak di Desa Sidengok merupakan salah satu faktor budaya masyarakat yang diakui oleh undang-undang. Hal ini karena undang-undang perkawinan memiliki celah untuk pengajuan dispensasi nikah untuk calon pasangan yang masih di bawah umur. Disarankan Revisi Undang-Undang perkawinan dalam batasan usia minimal menikah dan diperbolehkannya menikah pada usia dini dengan jalan “sidang umur” sangat diperlukan. Rambu-rambu hukum tertentu terkait kesehatan reproduksi perempuan sangat dibutuhkan agar lahir generasi yang sehat, tidak BBLR dan penyebab kematian bayi setiap tahunnya.



Keywords


"Age Session in Court"; Underage Marital; Low Birth Weight; Infant Mortality

References


Abbasi, S.R.S, M.B. Akram dan H. Raza. 2015. Maternal Demographic Determinants of Low Birth Weight Babies in District Jhang (Pakistan), Mediterranean Journal of Social Sciences, 6 (4) Doi:10.5901/mjss.2015.v6n4s1p498. MCSER Publishing, Rome-Italy.

Andayasari, L dan C. Opitasari, 2016. Parity and risk of low birth weight infant in full term pregnancy Health Science Journal of Indonesia, 7 (2). Available at: DOI : 10.22435/hsji.v7i1.4701.13-16, DOI: http://dx.doi.org/10.18203/2349-3291.ijcp20150783, [Accessed 20 Maret 2017].

Aras RY. 2013. Is maternal age risk factor for low birth weight?. Arch Med Health Sci [serial online] 2013 Year : 2013,Volume, 1(1), 33-37 Available at: http://www.amhsjournal.org/text.asp?2013/1/1/33/113558. [Accessed 2017 Mar 20].

Bisai S., et al. 2006. The Effect of Maternal Age and Parity on Birth Weight Among Bengalees of Kolkata, India. Human Ecology, Special Issue (14), 139-143. Available at: http://krepublishers.com/06-Special%20Volume-Journal/JHE-00-Special%20Volumes/JHE-14-Eco-Cul-Nut-Hlth-Dis-Web/JHE-SI-14-19-139-143-Bisai-S/JHE-SI-14-19-139-143-Bisai-S-Text.pdf. [Accessed 6 Februari 2014].

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2010. Riset Kesehatan Dasar Tahun 2010. Jakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2013. Pokok-Pokok Hasil Riset Kesehatan Dasar Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013. Jakarta.

Bhaskar, R.K., et al. 2015. A Case Control Study on Risk Factors Associated with Low Birth Weight Babies in Eastern Nepal, International Journal of Pediatrics, 2015. Article ID 807373, 7 pages Available at: http://dx.doi.org/10.1155/2015/807373 Research Article, [Accessed 20 maret 2017].

de Bernabé , J.V., et al. 2004. Risk factors for low birth weight: a review, European Journal of Obstetrics & Gynecology and Reproductive Biology, 116 (1), 3 – 15. [Accessed 20 Maret 2017].

Dennis, J.A., dan S. Molborn. 2013. Young Maternal Age and Low Birth Weight Risk: An Exploration of Racial/Ethnic Disparities in The Birth Outcomes of Mothers in The United States, Social Science Journal, 50 (4), 625-634. DOI: 10.1016/j.soscij.2013.09.008. Availkable at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4199306/, [Accessed 20 Maret 2017].

Departemen Kesehatan RI. 2009. Kumpulan Buku Acuan Kesehatan Bayi Baru Lahir. Jakarta, Bakti Husada.

Dinas Kesehatan Kab. Banjarnegara. 2013. Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013. Kabupaten Banjarnegara.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. 2012. Profil Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012. Semarang.

Fitrianti,Y, dkk. 2014. Hubungan Faktor Sosial Budaya Terhadap Kesehatan Balita di Kabupaten Banjarnegara. Laporan Penelitian Risbinkes. Surabaya, Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Guimarães, A.M.D.N., et al. 2013. Is Adolescent Pregnancy a Risk Factor for Low Birth Weight?, Rev. Saúde Pública, .47 (1).

Hasanah, N. 2012. Pernikahan Dini dan Pengaruhnya Terhadap Keharmonisan Keluarga (Studi Hukum Islam Terhadap Pandangan Kiai-Kiai Pondok Pesantren Al-Fatah Banjarnegara). Skripsi. Yogyakarta, Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Indonesia. Undang-Undang, Peraturan, dsb. 1974. Undang-Undang Republik Indonesia tentang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974. Jakarta.

Jayant, D. dkk. 2010. “Maternal Risk Factors for Low Birth Weight Neonates: A Hospital Based Case-Control Study in Rural Area of Western Maharashtra, India” dalam National Journal of Community Medicine. Bombay, National Journal of Community Medicine.

Kalangie, N.S. 1994. Kebudayaan dan Kesehatan. Jakarta, Kesaint Blanc Indah Corp.

Lestari, W, dkk. 2013. Konstruksi Sosial Masyarakat di Balik Fenomena Balita Pendek (Stunting) (Studi Kasus tentang Pola Pengasuhan Balita di Kabupaten Jember Jawa Timur). Laporan Penelitian. Surabaya, Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Mahkamah Agung RI. 2009. Pedoman Teknis Administrasi dan Teknis Peradilan Agama, Buku II, Jakarta.

Nursewian. 2012. Penyebab Asfiksia Neonatorum. Tersedia pada: http://buletinkesehatan.com/penyebab-asfiksia-neonatorum/, [diakses 20 Maret 2016].

Prabawa, M. 1998. Kejadian Bayi Lahir dengan Kelainan Kongenital. Tesis. Semarang, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Prudhivi, S. dan R. Bhosgi, 2015. Maternal factors influencing low birth weight babies, International Journal of Contemporary Pediatrics, 2, (4). Available at: http://www.ijpediatrics.com/index.php/ijcp/article/view/401. [Accessed 20 Maret 2017].

Kementerian Kesehatan RI. 2015. Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta.

Raj, A., et al. 2010. The Effect of Maternal Child Marriage on Morbidity and Mortality of Children under 5 in India: Cross Sectional Study of a Nationally Representative Sample, BMJ 2010; 340 doi: https://doi.org/10.1136/bmj.b4258 (Published 22 January 2010)Cite this as: BMJ 2010;340:b4258, Available at: http://www.bmj.com/content/340/bmj.b4258, [Accessed 20 Maret 2017].

Sharma, R.S., et al. 2015. Low Birth Weight at Term and Its Determinants in a Tertiary Hospital of Nepal: A Case-Control Study, PLOS Journal, Published: April 8, 2015. Available at: http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0123962, http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0123962, [Accessed 20 Maret 2017].

Singh, S.D., S. Shrestha, dan S.B. Marahatta. 2010. Incidence and Risk Factors of Low Birth Weight Babies Born in Dhulikhel Hospital, Journal of Institute of Medicine, 32 (3), 39-42. Available at: http://dx.doi.org/10.3126/joim.v32i3.4959. [Accessed 20 Maret 2017].

Subekti, R. 2014. Analisis Faktor Risiko Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Banjarnegara. Tesis. Semarang, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.

Sulistiyorini, D. dan Shinta S. 2014. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian BBLR di Puskesmas Perkotaan Kabupaten Banjarnegara. Unimus Jurnal. Banjarnegara, Politeknik Banjarnegara.

Tazkiah, M. 2013. Determinan Epidemiologi Kejadian BBLR Pada Daerah Endemis Malaria di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Tesis. Surabaya, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.

Winkelman, Michael. 2009. Culture and Health; Applying Medical Anthropology. San

Fransisco, Jossey-Bass.

Yuwono, S. 2012. Kebijakan Kementerian Kesehatan dalam Penurunan AKI dan AKB dalam Konteks Pelayanan Klinik. Makalah Presentasi. Seminar Sehari tentang Kepemimpinan Dokter Spesialis Obgyn dan Dokter Spesialis Anak dalam Penurunan Kematian Ibu dan Bayi Yogyakarta, 7 Maret 2012. Jakarta, Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA Kementrian Kesehatan RI.

Yulia,Y. 2015. 14 Penyebab Bayi Lahir Prematur. Tersedia pada: http://hamil.co.id/masalah-kehamilan/prematur/penyebab-bayi-lahir-prematur [diakses 22 Desember 2016].


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Buletin Penelitian Sistem Kesehatan (Bulletin of Health System Research, ISSN 1410-2935. e-ISSN 2354-8738) published by Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Indexed on:

http://ejournal.litbang.depkes.go.id/public/site/images/tanto-hsr-man/doaj_cilik_160

Visitor Number : 

shopify traffic stats
View My Stats

Lisensi Creative Commons

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License..