Pengembangan Modul Pelatihan dan Naskah Sawer Tentang HIV/AIDS Melalui Pelatihan Juru Sawer (Studi di Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat)

Tati Ruhmawati, Irmawartini Irmawartini, Mimin Karmini, Astridya Paramita

Abstract


The low level of knowledge and attitudes of men and women married about HIV/AIDS is a risk factor for the transmission of the disease. Sawer ceremony in Sundanese traditional marriage can be a medium of education to insert health messages are packaged in the form of advice or advice for wedding couples and guests who attended the marriage. The study was conducted in the district of Subang, West Java Kalijati June to August 2016. The aim of the research training modules and models of text/poem Sawer about HIV/AIDS through training on the prevention, transmission, detection, and prevention. The study included intervention study utilizing sawer culture. The number of interpreters who joined the training sawer six people, total population. Messages about HIV/AIDS is inserted into the script "Sawer", delivered interpreter sawer the bridal couple and the entire law men and married women who were present at the ceremony Sawer marriage. The data collection was done by interviewing, using a structured questionnaire. The results showed that after training, interpreter Sawer has a very good knowledge of the category of the way of prevention, transmission, detection, and prevention of HIV/AIDS. Outcomes research in the form of training modules and poem/text sawer. The manuscript/poem Sawer training results can be disseminated to other sawer interpreter, so it can be used on any sawer wedding ceremonies.

 

ABSTRAK

Rendahnya tingkat pengetahuan dan sikap laki-laki dan perempuan menikah tentang penyakit HIV/AIDS menjadi faktor risiko untuk tertularnya penyakit tersebut. Upacara sawer dalam perkawinan adat sunda bisa menjadi media edukasi untuk menyisipkan pesan-pesan kesehatan yang dikemas dalam bentuk nasihat atau petuah bagi pasangan pengantin dan tamu undangan yang hadir pada acara perkawinan tersebut. Penelitian dilakukan di kecamatan Kalijati Subang Jawa Barat pada bulan Juni sampai Agustus 2016. Tujuan riset diperoleh modul pelatihan dan model naskah/syair sawer tentang HIV/AIDS melalui pelatihan tentang cara pencegahan, penularan, deteksi, dan penanggulangan.  Jenis riset termasuk riset intervensi dengan memanfaatkan budaya sawer. Jumlah juru sawer yang ikut pelatihan enam orang, total populasi. Pesan tentang HIV/AIDS disisipkan ke dalam naskah “sawer”, yang disampaikan juru sawer pada pasangan  pengantin dan seluruh undangan laki-laki dan perempuan menikah yang hadir pada upacara adat sawer perkawinan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil riset menunjukkan bahwa setelah mengikuti pelatihan, juru sawer memiliki kategori pengetahuan yang sangat baik mengenai cara pencegahan, penularan, deteksi, dan penanggulangan HIV/AIDS. Luaran riset berupa modul pelatihan dan syair/naskah sawer. Naskah/syair sawer hasil pelatihan dapat disosialisasikan kepada juru sawer lainnya, sehingga dapat digunakan pada setiap upacara adat sawer pernikahan.


 


Keywords


Knowledge; Attitude; HIV/AIDS; Traditional Ceremony Sawer

References


Azwar, S. 2007. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta, Pustaka Pelajar.

Dewi, Nur S. 2008. Pengaruh Pendidikan Kesehatan dalam Pencegahan HIV/AIDS. Media Ners, 2 (1), Mei 2008, 1-44.

Dinas Kesehatan Jawa Barat. 2015. Laporan Triwulan Periode Oktober-Desember Surveylance HIV/AIDS. Bandung.

Dinas Kesehatan Kab.Subang. 2015. Laporan Surveylance HIV/AIDS. Subang.

Kementrian Kesehatan RI.2014. Infodatin. Jakarta, Pusat Data dan Informasi.

Kuznetsov, Laura. Et.al. 2013. Knowledge, Attitude and Behavioral Intention to Act Regarding HIV Infection and Prevention in Immigrants from the Former Soviet Union in Germany: A Comparative Study with the Native Population. 2012. Journal Immigrant Minority Health, 2013 (15), 68–77 DOI 10.1007/s10903-012-9671-x. available at: http://e-resources.perpusnas.go.id. [Accessed 10 Januari 2015].

Maghfirah. 2011. Pengaruh Pelatihan terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu pada Tata laksana KIPI Sederhana Akibat Reaksi Suntikan Langsung di Puskesmas Kusuma Bangsa Kota Pekalongan. Tesis. Semarang, Universitas Muhammadiyah.

Maryani, H., Nurcahyani, L., Padmawati, R., dan Nurlina, N. 2015. Efektivitas Seni Budaya Tarling Cirebonan sebagai Media Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil di Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. 18 (4), 421-429.

Notoatmodjo, S. 2005. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta, Rineka Cipta.

Nursalam dan Efendi, Ferri. 2008. Pendidikan dalam Keperawatan. Jakarta, Salemba Medika.

Putri, Liana Deta. 2015. Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Siswa-siswi tentang HIV/AIDS melalui Metode Cerah tanya jawab dan metode focus group discussion di SMK YPH Sumedang. Student e.Journal, 4.

R. Atmamihardja, dalam Pien Supinah. 2006. Sawer : Komunikasi Simbolik pada Adat Tradisi Suku Sunda dalam Upacara Setelah Perkawinan. Mediator, 7 (1)

Saleh, A. dan Rizkawati, N. 2009. Efektivitas Komunikasi Masyarakat dalam Memanfaatkan Pertunjukkan Wayang Purwa di Era Globalisasi (Kasus : Desa Bedoyo, Gunung Kidul, Yogyakarta). Jurnal Komunikasi Pembangunan, 7 (1)

Sarwono, J. 2006. Panduan Cepat dan Mudah SPSS 14. Yogyakarta, Andi.

Sidharta, Anto. 2015. Penularan HIV AIDS Terbesar di Indonesia. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). Jakarta.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Buletin Penelitian Sistem Kesehatan (Bulletin of Health System Research, ISSN 1410-2935. e-ISSN 2354-8738) published by Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Indexed on:

http://ejournal.litbang.depkes.go.id/public/site/images/tanto-hsr-man/doaj_cilik_160

Visitor Number : 

shopify traffic stats
View My Stats

Lisensi Creative Commons

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License..