VECTOR CONTROL USING STERILE INSECT TECHNIQUE (SIT)

Lasbudi Pertama Ambarita

Abstract


Penyakit tular vektor seperti malaria dan demam berdarah dengue masih menjadi masalah kesehatan di dunia dan Indonesia khususnya. Upaya pengendalian vektor telah lama dilakukan untuk memutuskan rantai penularan. Saat ini upaya pengendalian vektor sangat tergantung pada penggunaan insektisida kimia dan berdampak terjadinya resistensi pada nyamuk. Berbagai rintangan tersebut memicu pengembangan metode atau strategi tertentu. Teknologi nyamuk yang dimodifikasi secara genetik (GMM) telah berkembang selama lebih dari 50 tahun. Teknik Serangga Mandul (TSM) adalah salah satu metode dalam GMM. Tulisan ini menyajikan konsep tentang TSM, hasil dari beberapa penelitian sebelumnya dan isu etik. TSM menawarkan keuntungan-keuntungan bila dibandingkan metode yang sekarang tengah digunakan. Kendala dalam pelaksanannya antara lain kondisi fisik serangga yang diaplikasikan dan sumber daya manusia. Secara umum, konsep TSM adalah pelepasan nyamuk jantan yang sebelumnya telah disterilisasi di laboratorium ke dalam populasi. Metode TSM telah memberikan dampak positif terhadap pengendalian serangga hama pertanian.

Kata kunci: vektor, teknik serangga mandul, nyamuk modifikasi genetik

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


BALABA was indexed by:

Visitor Number : View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License