Toksisitas Ekstrak Metanol Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti Instar III

Hebert Adrianto

Abstract


Penyakit vektor yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dipertimbangkan sebagai masalah kesehatan yang serius di dunia. Penggunaan insektisida kimia untuk mengontrol nyamuk Ae. aegypti dapat menyebabkan resistensi pada populasi nyamuk, masalah kesehatan, dan masalah lingkungan. Ekstrak dari daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dapat digunakan sebagai alternatif larvasida Ae. aegypti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas ekstrak metanol (CH3OH) daun jeruk nipis (C. aurantifolia) terhadap larva Ae. aegypti dan melihat visualisasi kerusakan yang terjadi pada tubuh larva Ae. aegypti setelah paparan ekstrak 24 jam. Penelitian eksperimen laboratorium dengan enam konsentrasi dan lima kali ulangan. Kematian larva dihitung setelah 24 jam perlakuan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa dengan probit. Hasil penelitian menunjukkan (1) ekstrak dapat menyebabkan mortalitas larva dengan LC50 dan LC99 setelah 24 jam adalah 2.197 ppm dan 4.266 ppm. (2) ekstrak dapat menyebabkan kerusakan morfologi tubuh larva Ae. aegypti seperti saluran pencernaan rusak, kepala (cephal) lepas, bulu (setae) lateral hilang, gumpalan ekstrak dalam tubuh, leher panjang, dan tubuh transparan.

Keywords


ekstrak metanol, jeruk nipis, Aedes aegypti, kerusakan morfologi

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Aspirator (Journal of Vector-borne Disease Studies, p-ISSN: 2085-4102 e-ISSN: 2338-7343) is published by Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia.

Main Indexing :

More...

View Aspirator Stats

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.