Penemuan Kasus Malaria Berdasarkan Pemeriksaan Mikroskopis di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas

Yanelza Supranelfy, Sulfa Esi Warni, Nur Inzana, Nungki Hapsari Suryaningtyas, Tanwirotun Ni'mah

Abstract


Strategi utama WHO dalam pencegahan dan penanggulangan malaria yaitu melalui manajemen kasus yang meliputi deteksi, diagnosis, penanganan dan pengobatan kasus. Penemuan kasus atau penderita malaria dengan konfirmasi mikroskopis oleh unit pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit baik pemerintah maupun swasta merupakan salah satu pokok kegiatan yang dilakukan dalam upaya eliminasi malaria. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran penderita malaria di RSUD Siti Aisyah dan RSUD dr.Sobirin tahun 2016.  Pengumpulan data dengan pengambilan darah tepi (perifer) dan wawancara menggunakan kuesioner  dengan desain penelitian cross-sectional. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya 13 penderita malaria Falciparum dan Vivax yang berasal dari dua RSUD yaitu sebanyak dua penderita malaria Falciparum dan 6 penderita malaria Vivax di RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau dan lima orang penderita malaria Falciparum di RSUD dr.Sobirin Musi Rawas. Jenis pengobatan malaria yang pernah diterima oleh responden adalah klorokuin,  primakuin dan sulfadoksin-pirimetamin serta sulfadoksin-pirimetamin masing-masing sebanyak enam persen.

 


Keywords


Malaria, Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Lubuklinggau, Musi Rawas

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Aspirator (Journal of Vector-borne Disease Studies, p-ISSN: 2085-4102 e-ISSN: 2338-7343) is published by Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia.

Main Indexing :

More...

View Aspirator Stats

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.