Pengembangan Model Surveilans Aktif Demam Berdarah Dengue Melalui Metode Pelaporan Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS) di Kota Tasikmalaya

Aryo Ginanjar, Arda Dinata, Rohmansyah Wahyu Nurindra

Abstract


Abstract. Dengue hemorrhagic fever (DHF) is still a health problem that difficult to handle in Indonesia including in Tasikmalaya City as one of DHF endemic city in West Java Province. However, the case reports from Hospital are usually delayed and incomplete.  This research aims is to develop an active DHF surveillance model to increase the quality of Hospital’s early warning reports in Tasikmalaya City. This is a quantitative research using quasi experiment design and applies a design of pretest-intervention-posttest in a specific group. Qualitative approach is added to gain deeper information. Respondents of this research are 11 persons consist of 8 surveillance officers from 7 hospitals in Tasikmalaya City and 3 DHF program officers from Tasikmalaya City Heatlh Office. Interview and observation are conducted to measure knowledge and attitude of support facility’s officer also to measure the quality of hospital’s DHF early warning report.  Intervention done as Workshop and Brief Training to determine which report model is most suitable to apply.  Post-intervention monitoring was conducted in 3 months and all the research aspects are re-measured. The result shows that there are enhancements in all of the research aspects. The respondent’s knowledge level is increase from “less category” in pre-intervention to “enough-category” in post-intervention, attitude level is also increase from “enough category” to “well category”.The support facility are increasing as well from “less category” to “enough category” and the application of report system model is able to increase the quality of hospital’s early warning report from “less category” to “enough category”. The application of the Active Surveillance Model which developed by this research is able to increase the quality of Hospital’s early warning report, therefore if the model can be applied continuously, it expected to support more effective and efficient DHF handling effort in community.

Keyword: Dengue hemorrhagic fever, Model Development, Surveillance, Tasikmalaya.

Abstrak. Demam Berdarah Dengue masih menjadi masalah kesehatan yang sulit ditangani di Indonesia, tidak terkecuali di Provinsi Jawa Barat terutama di Kota Tasikmalaya sebagai salah satu daerah endemis. Pelaporan kasus di rumah sakit seringkali terlambat dan kurang lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model surveilans aktif DBD untuk meningkatkan kualitas pelaporan Kewaspadaan Dini Rumah Sakit di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan design eksperimen semu dan rancangan pretest, intervensi dan postest dalam satu kelompok. Pendekatan kualitatif ditambahkan untuk menggali informasi secara lebih mendalam. Responden berjumlah 11 orang yaitu 8 orang petugas surveilans dari 7 RSU di Kota Tasikmalaya dan 3 orang pengelola program DBD Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Wawancara dan observasi dilakukan untuk mengukur pengetahuan dan sikap petugas, sarana penunjang serta kualitas laporan KDRS DBD. Intervensi berupa Lokakarya dan Pelatihan Singkat untuk menentukan model pelaporan yang paling tepat untuk diterapkan. Monitoring pasca intervensi dilakukan selama 3 bulan dan diukur kembali seluruh aspek yang diteliti. Hasilnya terjadi peningkatan pada seluruh aspek yang diukur. Pengetahuan responden meningkat dari “kategori kurang” saat pra intervensi menjadi “kategori baik” saat post intervensi dan aspek sikap dari “kategori cukup” menjadi “baik”. Sarana penunjang mengalami peningkatan dari “kategori kurang” menjadi “cukup”, dan model yang telah diterapkan mampu meningkatkan kualitas KDRS dari “kategori kurang” menjadi “kategori cukup”. Penerapan Model Surveilans Aktif yang dikembangkan dalam penelitian ini telah mampu meningkatkan Kualitas Laporan KDRS sehingga apabila model ini dapat digunakan secara berkesinambungan, diharapkan dapat mendukung upaya penanganan penyakit DBD di masyarakat secara lebih efektif dan efisien.

Kata Kunci : Demam Berdarah Dengue, Pengembangan Model, Surveilans, Tasikmalaya.


Keywords


Demam Berdarah Dengue, Pengembangan Model, Surveilans, Tasikmalaya.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Aspirator (Journal of Vector-borne Disease Studies, p-ISSN: 2085-4102 e-ISSN: 2338-7343) is published by Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia.

Main Indexing :

More...

View Aspirator Stats

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.