DINAMIKA PENULARAN MALARIA DI KAWASAN PERBUKITAN KABUPATEN SUMBA BARAT, NUSA TENGGARA TIMUR

Sahat M. Ompusunggu, Muhammad Hasan, Rosiana Kali Kulla, Johanis Ganti Akal

DINAMIKA PENULARAN MALARIA DI KAWASAN PERBUKITAN KABUPATEN SUMBA BARAT, NUSA TENGGARA TIMUR

Abstract


Telah dilakukan survei dinamika penularan malaria di kawasan perbukitan Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur pada bulan Juli-Agustus 2002. Survei meliputi pemeriksaan darah tepi, wawancara mendalam dengan penderita malaria falciparum, observasi perilaku masyarakat pada malam hari, observasi pemukiman dan lingkungan fisik, penangkapan nyamuk dewasa dan larva, serta observasi pelayanan pengobatan dan wawancara mendalam dengan petugas malaria. Hasil menunjukkan bahwa resiko penularan tertinggi menurut umur adalah pada kelompok umur 12-23 bulan dan terendah pada umur ≥ 15 tahun, sedangkan menurut jenis kelamin, resikonya adalah sama antara laki-laki dan perempuan. Spesies parasit malaria yang dominan adalah Plasmodium falciparum dan spesies lainnya adalah P. vivax. Penularan malaria terjadi secara lokal di sekitar pemukiman, dan resiko penularan diperbesar oleh ketiadaan tindakan proteksi terhadap gigitan nyamuk, baik karena tidak memakai kelambu sewaktu tidur, maupun karena konstruksi rumah yang mudah dimasuki vektor. Vektor malaria yang ditemukan adalah Anopheles barbirostris, di mana kepadatan gigitan pada manusia lebih tinggi di dalam rumah daripada di tempat perindukan/mata air atau di luar rumah dan istirahat sementara di dinding rumah dan sekitar ternak. Tempat perindukan Anopheles adalah genangan, mata air, kobakan di hilir mata air, bekas sawah dan sungai dangkal berarus lambat. Pelayan pengobatan terhadap penderita malaria belum memadai, sebab kuantitas maupun kualitas alat dan bahan pemeriksaan masih kurang dan persediaan obat and malaria tertentu masih terbatas. Disarankan, metoda pengendalian yang tepat di kawasan tersebut adalah dengan kelambunisasi dan peningkatan proteksi individu, yang dikombinasikan dengan peningkatan cakupan penemuan penderita dan pengobatan, namun harus didahului dengan penyuluhan. Juga diperlukan peningkatan kuantitas dan kualitas alat dan bahan laboratorium, termasuk obat-obatan and malaria. Untuk mengetahui jenis vektor lainnya dan bionomik vektor yang lebih lengkap, masih diperlukan survei lebih lanjut.

 

Kata kunci: Malaria, P. vivax, Plasmodium falciparum

 


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Media of Health Research & Development)Indexed on:

p-ISSN: 0853-9987
e-ISSN: 2338-3445
Published by: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Jalan Percetakan Negara No.29
Jakarta Pusat 10560
Indonesia



Visitor of MPK : View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Copyright©2016-Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan